Log in

Warning Kapolres Tak Diterge Pengusaha Tambang Liar Zona Merah Sinabung

MULUS-Aktivitas penambangan di Desa Guru Kinayan yang masuk kawasan zona merah Sinabung tetap berjalan mulus walau sudah diperingatkan Kapolres Karo AKBP Rio Nababan. (andalas/robert tarigan) MULUS-Aktivitas penambangan di Desa Guru Kinayan yang masuk kawasan zona merah Sinabung tetap berjalan mulus walau sudah diperingatkan Kapolres Karo AKBP Rio Nababan. (andalas/robert tarigan)

Kabanjahe-andalas Peringatan keras (warning) kepada penambang liar (galian C) ilegal di zona merah Sinabung tepatnya di tangkahan Sungai Lau Borus kawasan Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung tidak diterge.Walaupun peringatan keras itu disampaikan Kapolres Karo AKBP Rio Nababan, Sik saat melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana SH beserta Muspika terkait belum lama ini.

Namun sayang, warning, agar penambang menghentikan aktivitasnya dianggap angin lalu. Sebab, hingga kini wilayah itu masih saja terdapat belasan alat berat beko milik para pengusaha nakal yang masih mengeruk pasir dan batu disepanjang aliran sungai. Ratusan truk tetap berlalu lalang mengangkut material hasil tambang.

Seperti, Senin (13/11) terlihat, aktivitas tambang ilegal tetap berlangsung mulus. Bahkan, penambang ini beroperasi dengan volume yang disebut-sebut setara dengan hari biasa sebelum ada warning. Beraninya para penambang nakal itu, disebut-sebut ada kekuatan besar (Backing) di belakangnya. Dengan begitu, mereka tetap berani menabrak Undang-undang. Warning dari orang nomor 1 di Polres Karopun tidak dihiraukan.

Sehingga membuat sejumlah warga heran. “Saya heran, sudah diperingatkanpun sama Kapolres, mereka tak menghiraukannya. Ada apa sebenarnya? Apakah Polisi dan Pemkab Karo tak punya nyali atau ada oknum-oknum yang bermain mata dan sudah menerima ‘setoran’?,”ujar P Ginting (50) salah seorang warga Desa Payung, Senin (13/11) di dekat lokasi tambang kepada wartawan.

Ditambahkannya, jikalau penambang ilegal tidak ditindak, ini bisa menjadi masalah besar dan preseden buruk bagi penegakan hukum di daerah ini. Orang-orang bisa saja menambang tanpa ijin. Para pengusaha nakal telah menjadikan area ini selama 5 tahun terakhir sebagai tambang ilegal dengan alasan normalisasi saluran air ke sawah karena terjadi pendangkalan.

“Saya dengar dari warga disini, ada empat pengusaha yang melakukan penambangan pasir dan batu di area ini. Disebut-sebut salah satunya berinisial JS warga Desa Gurki dan sementara yang lainnya kita belum tau siapa. Bahkan disebut-sebut batu dan pasir dijual kepada pemesan, pengusaha panglong maupun pemborong untuk kebutuhan proyek, salah satunya untuk PT PP yang sedang mengerjakan proyek BNPB yakni pembangunan sabodam yang bernilai ratusan miliar,” kecamnya.

Sekadar mengingatkan, Kapolres Tanah Karo AKBP Rio Nababan telah memanggil Kepala Desa Gurukinayan dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Karo untuk melakukan pendataan  perusahaan siapa saja yang terlibat melakukan penambangan di sepanjang aliran Lau Borus tersebut.

"Saya berikan waktu tiga hari untuk mendata mereka yang melakukan penambangan ilegal itu. Saya tidak perduli siapapun dia, sepanjang melanggar aturan hukum silakan dia berurusan dengan hukum jika dia melanggar aturan. Coba bayangkan Berapa kerugian daerah selama mereka ini melakukan penambangan tanpa memiliki ijin yang sah dari pemerintah," kata Rio saat melakukan Sidak.

"Jangan mengalaskan normalisasi aliran sungai Lau Borus lantas dimanfaatkan mengeruk keuntungan untuk memperkaya diri, saya akan tindak tegas siapa saja yang melanggar hukum, siapapun bekingnya saya tidak peduli," tegasnya saat itu. (RTA)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 80%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Nov 2017 28°C 23°C
  • 22 Nov 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px