Log in

Taufan Gama Diminta Copot Kadis Kesehatan dan Kroni


Soal RTK di Kabupaten Asahan

Kisaran-andalas Visi Misi Bupati Asahan menjadikan Asahan yang sehat tidak seutuhnya dapat dipahami dan dimengerti oleh para bawahannya, terutama Kepala Dinas Kesehatan beserta perangkatnya. Pasalnya, bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan harus diwujudkan bagi setiap orang termasuk didalamnya adalah ibu hamil /ibu bersalin, ibu nifas dan bayi baru lahir dana operasionalnya dari Kementrian Pusat diduga dijadikan ajang bancakan korupsi.

Pantauan andalas terhadap Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) berada di 22 kecamatan di Kab. Asahan, Kamis (8/11), bahwa keberadaan RTK adalah suatu upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat berupa tempat (rumah/bangunan tersendiri) dapat digunakan untuk tempat tinggal sementara bagi Ibu hamil yang akan melahirkan hingga nifas, termasuk bayi yang dilahirkannya serta pendampingnya. Ketentuan ini juga tertuang dalam Peraturan Bupati Asahan No.45 tahun 2018.

Anehnya, dari ke 22 pemilik RTK ketika dikonfirmasi andalas biaya RTK selama satu tahun besaran nominal sewa menyewa diterima dengan yang ada dikwitansi berbeda. Selanjutnya biaya kebersihan dan bahan habis pakai diberikan kepada setiap RTK sebesar Rp. 500.000 perbulannya ada yang menerima walau dalam setahun cuma beberapa kali menerima, dan ada RTK yang sama sekali tidak menerima. Selain itu sesuai keterangan Bidan JA merupakan bidan Puskesmas yang ditugaskan di RTK belum pernah mendapatkan honor selama dua tahun ikut mendampingi Ibu Pra melahirkan hingga melahirkan.

Hal lain sesuai pantauan andalas tentang biaya transfortasi Ibu Hamil , Nifas, dan Bayi baru lahir dari rumah ke fasilitas kesehatan. Atau sebaliknya diduga diragukan diberikan biaya transfortasi sesuai yang tertera di Peraturan Bupati oleh pihak Puskesmas pengelola Jampersal.

Menyikapi pemberitaan yang lagi marak dimedia harian terkait tentang RTK, Padli Harun SH dari lembaga bantuan hukum ketika dimintai tanggapannya oleh andalas mengatakan, sudah sewajarnya Bupati Asahan Taufan Gama untuk kembali mengcroscheck keberadaan Kepala Dinas Kesehatan dr. Aris Yudariansyah.

“Melihat jalannya RTK yang jadi piral pemberitaan apakah kinerja orang nomor satu di Dinas Kesehatan sudah benar ikut mendukukung program sang Bupati, atau malah sebaliknya dengan title yang disandangnya sebagai Kepala Dinas dijadikan sebagai alat untuk memperkaya diri. Bupati Taufan Gama harus segera mencopotnya jika diberikan kesempatan lebih lama diduga dapat memperburuk kondisi Kab. Asahan dibawah kepemimpinan Taufan Gama diperiodesasi kedua masa bhakti 2015 s/d 2020,” terang Padli. (FAS)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 21 Nov 2018 27°C 22°C
  • 22 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px