Log in

Tanah Pusat Pasar Kabanjahe Digugat

PEDAGANG - Bupati Terkelin Brahmana diabadikan bersama dengan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSSINDO) Kabupaten Karo. andalas/robert tarigan PEDAGANG - Bupati Terkelin Brahmana diabadikan bersama dengan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSSINDO) Kabupaten Karo. andalas/robert tarigan

Bupati Karo : Pemkab Memiliki Bukti Otentik yang Kuat

Kabanjahe,Sumatera Utara-andalas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSSINDO) Kabupaten  Karo, Senin (12/2) mendatangi Kantor Bupati Karo terkait aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo yang digugat warga Jalan Sei Siput No 1 Kelurahan Merdeka Kecamatan Medan Baru, Ir Gembira Purba (62) berupa tanah pusat pasar Kabanjahe seluas 1,8 hektar.

Gugatan tersebut saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe. Gugatan perkara perdata itu telah terdaftar dengan Register nomor  57/G.Pdt/2017/PN-Kbj pada bulan November  2017. Hal ini tentu membuat para pedagang merasa resah dan tak nyaman dengan kabar beredar. Mereka tidak menyangka, tanah yang selama ini dijadikan pasar (tempat berdagang) selama turun temurun diklaim sebagai milik perorangan.

Kami datang ke sini untuk mempertanyakan keabsahan dan tanggung jawab moral dari Pemkab Karo terhadap ratusan para pedagang yang sudah turun temurun berdagang di Pusat Pasar Kabanjahe. Selama ini Pemkab telah memberikan hak sewa, begitu juga dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karo yang telah mengeluarkan peta bidang untuk menerbitkan sertifikat sebagai aset daerah.

Ketua DPD  APSSINDO Karo Adil Ginting didampingi Sekretarisnya Pertampilen Ginting dan Bendahara Tima br Surbakti, mengemukakan hal itu di sela audiensi dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH yang saat itu didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Anderiasta Tarigan dan Asisten III Setdakab Mulianta Tarigan.

Dikatakannya, kami khawatir nasib para pedagang. Apalagi baru-baru ini PN Kabanjahe melakukan sidang lapangan dan gugatan tersebut telah menjalani persidangan selama 10 kali. "Kami sempat bertanya kepada pihak PN Kabanjahe saat melakukan sidang lapangan, Rabu (7/2) lalu. Apa alas hak penggugat, namun salah seorang hakim mengatakan ada alas haknya tapi belum diketahui,”ujarnya menirukan.

Menurutnya, Sidang lapangan yang telah dilaksanakan belum lama ini oleh pihak PN Kabanjahe seakan-akan direkayasa. Pasalnya, saat dilakukan pengukuran di sidang lapangan, pihak Pengadilan tidak membawa meteran sebagai alat ukur untuk mengukur luas lahan yang diklaim milik penggugat.

“Mereka hanya main tunjuk-tunjuk saja, apakah sah begitu. Sedangkan luas lahan yang digugat 1,2 hektar dari luas keseluruhannya berkisar 1,8 hektar. Untuk itu kami ingin penjelasan dari Pemkab Karo terkait legalitas lahan tersebut.  Karena setahu kami, selama turun temurun berdagang di pusat pasar Kabanjahe. "Para pedagang tak mengenal siapa penggugat tersebut,” sambung Pertampilen Ginting, Samudra Purba dan Morris Sembiring.

Menanggapi itu, Bupati Karo menyarankan agar para pedagang jangan resah dengan adanya gugatan lahan pusat pasar Kabanjahe yang diklaim milik perorangan. Namun begitu, diharapkan untuk sama-sama mengawal proses persidangan. Kita harus taat kepada hukum, karena proses sidang gugatan sedang berjalan.  Selain itu kita harus memantau oknum-oknum yang memanfaatkan situasi. Sebab belum tahu kemana arah atau misi oknum-oknum yang memanfaatkan situasi ini.

“Kita hormati dan jalani proses hukum, intinya Pemkab Karo memiliki bukti otentik yang kuat. Apalagi BPN Karo telah mengeluarkan peta bidang untuk menerbitkan sertifikat kepemilikan lahan pusat pasar sebagai aset negara. Jika ada saksi palsu langsung saja laporkan ke pihak yang berwajib,” ujar Bupati Terkelin Brahmana. (RTA)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

25°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 82%

Wind: 11.27 km/h

  • 20 Jul 2018 30°C 24°C
  • 21 Jul 2018 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px