Log in

Selama 2019, BP Jamsostek Madina Santuni 952 Peserta


Madina-andalas Terhitung sejak 1 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2019, BPJS Ketenagakerjaan atau kini juga dikenal BP Jamsostek Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah memberikan santunan kepada 952 peserta dengan jumlah pembayaran sebesar Rp5.445.779.114.

"Klaim yang telah dibayarkan tersebut terdiri klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP)," kata Kepala BP Jamsostek Kabupaten Madina Fachri Idris kepada andalas di ruang kerjanya, Rabu (22/1).

Fachri yang baru dua bulan menjabat Kepala BPJamsostek Madina, mengungkapkan, adapun klaim JHT sebanyak Rp5.119.968.230 untuk 933 kasus, klaim JKK Rp24.173.034 untuk empat kasus, klaim JKM sebanyak Rp288.000.000 untuk 10 kasus, dan klaim JP sebanyak Rp13.637.850 untuk lima peserta.

Dikatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 berupa kenaikan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang drastis, maka jaminan kematian yang dulu manfaatnya sebesar Rp24 juta, sekarang bertanbah menjadi Rp42 juta.

"Sementara manfaat jaminan kecelakaan kerja, biaya homecare kini ditanggung sesuai kebutuhan medis dan maksimal Rp20 juta," ujar Fachri.

Fachri menambahkan, santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) yang dahulu hanya enam bulan kini menjadi 12 bulan. Jika peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja, maka ahli waris yakni anak mendapatkan beasiswa yang dahulu hanya mendapatkan Rp12 juta untuk satu anak, berubah menjadi Rp174 juta untuk dua orang anak serta kenaikan biaya pemakaman dan santunan berkalanya.

Kemudian, biaya maksimal transportasi juga mengalami kenaikan drastis, jika menggunakan transportasi darat yang sebelumnya hanya maksimal Rp1 juta, kini menjadi Rp5 juta. Sebelumnya transportasi laut maksimal Rp1,5 juta sekarang Rp2 juta. Begitu juga transportasi udara yang dahulu hanya maksimal Rp2,5 juta berubah menjadi Rp10 juta.

"Manfaat yang diterima tersebut dengan hanya membayar iuran bagi peserta penerima upah untuk progam JKK & JKM sebesar Rp13.500 per orang per bulan dan pekerja bukan penerima upah (mandiri) mulai dari Rp16.800 per orang per bulan. Dan dilaksanakannya program ini sebagai salah satu wujud dukungan dari Pemkab Madina tehadap penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan berupa terbitnya Peraturan Bupati Madina Nomor 11 Tahun 2019 tentang Kepesertaan Kepala Desa dan Perangkat Desa Dalam Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," bebernya.

Fachri menambahkan, pihanya berharap agar program ini mendapat dukungan dari kelapa daerah sehingga program ini dapat berjalan secara massif dan meluas kepada seluruh tenaga honor atau non-ASN di lingkup Kabupaten Madina untuk tahun 2020 ini.

"Demi mewujudkan harapan ini, tidak terlepas dari kontribusi dan peran serta kepala daerah dalam mensukseskan agenda nasional berupa jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja yang ada di Kabupaten Madina, baik di sektor pemerintahan maupun swasta," pungkasnya. (JBL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px