Log in

Saleh Partaonan Sosialisasi Pelayanan Kesehatan di Palas

BERSAMA - Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI, Saleh Partaonan Daulay diabadikan bersama Kadiskes Hj Leli Ramayulis, Kasubdit Yankestrad Komplementer Kemenkes RI Yuniati Situmorang dan lainnya. andalas/ibnu sakti BERSAMA - Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI, Saleh Partaonan Daulay diabadikan bersama Kadiskes Hj Leli Ramayulis, Kasubdit Yankestrad Komplementer Kemenkes RI Yuniati Situmorang dan lainnya. andalas/ibnu sakti

Sibuhuan,Sumatera Utara-andalas Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Dr Saleh Partaonan Daulay MAg MHum MA melaksanakan Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Tradisional dengan mitra kerja di Desa Ujung Batu IV Kecamatan Hutaraja Tinggi Kabupaten Palas, Kamis (12/7).

Pada kesempatan itu, Saleh mengingatkan kembali perlunya kesehatan terjaga. Salah satunya dengan menghidupkan pelayanan kesehatan tradisional.  Dikatakan, pelayanan kesehatan tradisional memang sudah lama ada dan menjadi kearifan lokal masyarakat. Bahkan, sudah turun temurun dari orangtua dulu, sperti obat-obatan jamu.

"Obat-obatan jamu itu sebetulnya harus dilestarikan. Itu kekayaan kita yang belum tentu dimiliki daerah dan bangsa lain. Supaya dilestarikan ke depan,"kata putra kelahiran Palas ini. Kenapa pemerintah ingin menghidupkan pelayanan kesehatan tradisional ? Pasalnya, pemerintah belum tentu bisa melayani kesehatan masyarakat sepenuhnya.

Seperti di Ujung Batu IV belum ada Pustu, itu kemungkinan karena anggaran sangat minim."Makanya disosilisasikan hidup gerakan masyarakat sehat, seperti pelayanan kesehatan tradisional,"terang legislator asal PAN ini.

Pemerintah tidak akan memiliki uang cukup untuk pelayanan kesehatan masyarakat seluruhnya. Digambarkan, anggaran kesehatan untuk tahun 2019 sebesar Rp60 triliun. Sebanyak Rp26 triliun peruntukannya untuk anggaran BPJS hesehetan gratis dengan peserta 107 juta orang. "Itupun, setiap tahun pihak BPJS kesehatan rugi, karena masyarakat banyak yang sakit dan berobat,"paparnya.

Karena itu, pemerintah menggalakkan sosialisasi pola hidup sehat, gerakan masyarakat sehat, dan pelayanan kesehatan tradisional. "Kalau kita sakit tidak ada artinya. Misalnya, istri pasti sedih memikirkan kesehatannya, yang rugi satu keluarga,"katanya.

Idham Halik, Kepala Desa Ujung Batu IV mengatakan, di Ujung Batu IV memang masih ada masalah terkait kesehatan. Fasilitas kesehan belum ada. Di sisi lain, masyarakat masih ada belum punya jamban. "Mudah-mudahan, Pak Saleh tidak bosan ke sini dan bisa berkelanjutan utk tahun-tahun ke depan,"katanya.

Hal senada disampaikan Sekcam Hutaraja Tinggi H Daryono. Ia menyampaikan terima kasih atas kesediaan Saleh Partaonan hadir di Ujung Batu IV.  "Hanya pak Saleh Partaonan Daulay saja yang mau berkunjung ke Ujung Batu IV ini, nanti kami berharap lagi perhatiannya dari pusat,"katanya.

Acara yang dirangkai dengan dialog ini dihadiri Kadis Kesehatan Palas Hj Leli Ramayulis SKM, Kasubdit Yankestrad Komplementer Kemenkes RI Dr Yuniati Situmorang MKes dan staf dari Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional.

In Ratri Ariani SKM MSi, dr Dewi Chadra, dr Amsal AMRI, Nurmalis SSos MSi, dan Tuti Hastuti SAP. Tak ketinggalan juga, dihadirkan  tukang jamu tradisional Palas, dengan merk Putri Palas yang merupakan jamu asli Tran Aliaga.

Kadis Kesehatan Palas Hj Leli Ramayulis mengatakan, Saleh Partaonan sudah banyak membawa program dari pusat khususnya dana kesehatan.  Bahkan,  tahun ini Palas mendapat anggaran Rp11 M untuk pembangunan UGD RSUD dan rehab Pustu atas aspirasi Saleh Partaonan.(ISN)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

25°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Jul 2018 30°C 23°C
  • 22 Jul 2018 31°C 22°C

Banner 468 x 60 px