Log in

Rumah Berbahan Vulkanik Sinabung Diresmikan

Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perumahan Wilayah I Medan Rusdi saat penandatanganan serah terima 10 unit rumah sederhana berbasis material vulkanik Gunung Sinabung. Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perumahan Wilayah I Medan Rusdi saat penandatanganan serah terima 10 unit rumah sederhana berbasis material vulkanik Gunung Sinabung.

Kabanjahe-andalas Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan yang sudah menyelesaikan pembangunan 10 unit rumah sederhana berbasis material vulkanik Gunung Sinabung.

Pembangunan rumah contoh sederhana sebanyak 10 unit yang nantinya akan diperuntukkan bagi rumah dokter atau tenaga medis RSU Kabanjahe, yang dibangun di kompleks lokasi rencana pembangunan Rumah Sakit Umum baru milik Pemkab Karo di atas lahan seluas 5 hektar di Desa Lingga, Kecamatan Simpat Empat, Kabupaten Karo.

Apresiasi itu disampaikan Bupati Karo saat memberikan arahan dan bimbingan sebelum melakukan peresmian pembangunan 10 unit rumah di areal lokasi rencana pembangunan Rumah Sakit Umum milik Pemkab Karo, Kamis (12/12). Hadir Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan Gelora Fajar Purba, Plt Kepala Dinas PUPR Paksa Tarigan, Dirut RSUD Kabanjahe Dr Arjuna Wijaya, Camat Simpang Empat Amsah Peranginangin.

Menurut Terkelin, uniknya pembangunan 10 unit rumah sederhana ini karena berbasis material abu vulkanik gunung Sinabung dan tahan gempa. Menggunakan tekhnologi rumah instan sederhana sehat (risha) dan bangunan tahan gempa dan akan bermanfaat bagi pemerintah maupun masyarakat sesuai dengan kebutuhan.

"Disamping itu pemanfaatan material abu vulkanik Gunung Sinabung dapat dilanjutkan di Kabupaten Karo, sehingga masyarakat disekitar gunung Sinabung dapat terbantu peningkatan perekonomian keluarga,” jelasnya.

Bupati juga menyinggung pada bulan Agustus tahun 2018 lalu di Bandung, Pemerintah Kabupaten Karo dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengembangan teknologi bahan bangunan berbasis semen dari material erupsi vulkanik Gunung Sinabung.

Selanjutnya, penandatanganan MoU itu, ditindak lanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerjasama Pusat Pemelitian dan Pengembangan Perumahan dan Pemukiman dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karo.

Setelah MoU itu, tindaklanjutnya telah diresmikan gedung unit produksi yang mengolah debu vulkanik Sinabung menjadi bahan bangunan berbasis semen di kompleks workshop Dinas PUPR, Desa Korpri, Kecamatan Berastagi.

Gedung itu berfungsi mengolah debu vulkanik Gunung Sinabung menjadi conblock, panel beton dan paving block yang juga sudah dimanfaatkan untuk pelatihan bagi perangkat desa di sejumlah desa seputaran Gunung Sinabung, sehingga nantinya desa-desa terkait sudah bisa mandiri mengolah material Sinabung menjadi bahan bangunan.

"Nah, sekarang hasilnya sudah bisa kita lihat bersama-sama, bagaimana 10 unit rumah contoh ini berbahan abu material Sinabung. “Saya minta Direktur RSU Kabanjahe agar segera memanfaatkan rumah tersebut. Jangan sempat mubajir, kalau rusak akibat dipakai tidak masalah, tapi kalau rusak karena tidak dipakai atau tidak dihuni tentu biaya perawatannya semakin besar,” ucapnya.

Sementara Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perumahan Wilayah I Medan Rusdi ST MT, yang wilayah kerjanya meliputi seluruh Propinsi di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan, memaparkan, bahwa pasir gunung api Sinabung sangat baik digunakan untuk bahan beton. Ujung silika yang runcing membentuk partikel yang memiliki sudut. “Pola partikel bersudut itulah yang membuat ikatan pasir gunung api dengan semen menjadi lebih kuat,” paparnya.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Rusdi mengaku, pembangunan 10 unit Risha tersebut menggunakan anggaran APBN dengan jumlah dana alokasi Rp1,8 milyar. Sedangkan bangunan rumah tipe 36, dengan ukuran 6 x 6 m, kemudian ukuran teras 1.5 m x 3 m.

Sarana dan prasarana, selanjutnya akan diserahkan kepada Pemkab Karo hanya dijelaskan oleh Rusdi masih ada kekurangan yang belum terfasilitasi yakni, aliran listrik (PLN) yang belum terpasang, air sudah stand by menggunakan sumur bor.

Dikatakan, angunan rumah tersebut dibuat tahan gempa dan berciri khas ornamen kearifan lokal masyarakat Karo sedangkan saluran air sudah metode resapan air dari bahan vulkanik Gunung Sinabung. "Untuk itu harapnya pergunakanlah rumah ini sesuai peruntukannya," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Direktur RSUD Kabanjahe Arjuna Wijaya mengatakan bahwa dokter yang akan menempati rumah Risha tersebut sudah ada tiga orang, sisanya akan segera diisi agar rumah tersebut semuanya dimanfaatkan atau ditempati sesuai arahan Buupati Kato. (RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px