Log in

Ratusan KK di Desa Air Hitam Kesulitan Air Bersih

SALAH seorang warga saat mengambil air bersih dengan menggunakan sepeda motor menggunakan keranjang dari salah satu sumber yang sudah ada. SALAH seorang warga saat mengambil air bersih dengan menggunakan sepeda motor menggunakan keranjang dari salah satu sumber yang sudah ada.

Gebang-andalas Sedikitnya ada ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka sudah lama mendambakan air yang layak untuk dikonsumsi.

Informasi tersebut diketahui ketika berlangsungnya kegiatan reses Anggota DPRD Langkat Nurul Azhar Lubis SH dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Desa Air Hitam, baru-baru ini.

Dari hasil reses tersebut diketahui warga Dusun VIII, Desa Air Hitam, meminta adanya sarana air bersih yang layak minum di desa mereka. Selama ini, masyarakat desa tersebut mengkonsumsi air kurang bersih, seperti berwarna kehitaman dan berbau.

Mirisnya lagi, kejadian yang dialami warga di Desa Air Hitam tersebut sudah berlangsung lama, sehingga terkesan luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Langkat. Akibatnya, mereka pun terpaksa mengkonsumsi air yang kurang sehat.

Mendengar hal itu, Nurul Azhar Lubis merasa prihatin dan mencatat pengaduan warga di buku agendanya untuk dibawa ke rapat paripurna DPRD Langkat bersama hasil reses ketua dan seluruh anggota DPRD Langkat.

Kepala Desa Air Hitam Ismail, ketika dikonfirmasi pada Selasa (12/3), membenarkan adanya beberapa dusun di desanya yang membutuhkan air bersih. Selama ini, katanya, pihaknya sudah berupaya membangun sumber air bersih, namun belum bisa terealisasi semuanya.

"Beberapa titik sumber air bersih sudah dibangun beberapa tahun lalu, kalau tidak salah ada delapan titik. Seperti di Dusun V dua titik sudah terbangun. Kemudian di Dusun VI satu titik, Dusun II dua titik, Dusun IX satu titik. Namun sudah ada satu titik sumur air bor yang sudah rusak," katanya.

Beberapa titik pembangunan sumur bor itu, katanya, terbanyak dibangun pada program PNPM, sementara dari dana APBD baru satu titik. Mengenai sumber air yang diambil sebagian warga, berasal dari telaga (sumur dangkal) yang airnya tidak layak dikonsumsi tetapi hanya layak untuk mencuci.

Untuk memenuhi kebutuhan air minum, ungkap Kepala Desa, warga terpaksa membeli dari depot air dengan harga Rp5.000 per galonnya. Karena itu, dia pun berharap, adanya bantuan sumur bor dari dana APBD Kabupaten Langkat.

"Jika bantuan dari APBD tidak ada, kita merencanakan akan membangunan sumber air bersih dengan menggunakan dana desa tahun depan. Itupun setelah warga mau menghibahkan tanahnya seluas 5x5 meter untuk sentral pembangunan air bersih itu," katanya.

"Kalau di Dusun VIII itu, ada sekitar 100 KK penduduknya, kemudian Dusun IV Pasiran ada puluhan KK, dan di lokasi itu juga dibutuhkan air bersih. Jika dilakukan pengeboran untuk mendapatkan air bersih, kedalamannya minimal 200 meter lebih,” ungkap Ismail.

Saat ini, tambah Ismail, warga terpaksa mengambil air bersih ke tempat titik sumur bor yang ada dengan menggunakan alat angkut, seperti becak dan sepeda motor yang menggunakan keranjang barang.

"Warga yang mengambil air bersih di sumur bor yang sudah ada tampa di pungut biaya alias gratis," ujarnya sembari mengatakan di desanya terdapat sekitar 2.600 KK. (BD)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px