Log in

PT DPM Tutup Irigasi, 30 Hektare Lahan Persawahan di Dairi Telantar

Perry Sinaga saat menunjukan lokasi lahan persawahan warga Desa Longkotan yang terlantar akibat aktivitas PT DPM, Kamis (19/9). Perry Sinaga saat menunjukan lokasi lahan persawahan warga Desa Longkotan yang terlantar akibat aktivitas PT DPM, Kamis (19/9).

Sidikalang-andalas Sekitar 30 hektar lahan persawahaan milik masyarakat Desa Longkotan, Kecamatan Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi terlantar dan tidak bisa lagi diusahai. Pasalnya, lahan sawah tersebut terlantar akibat tidak ada lagi saluran irigasi.

"Saluran irigasi yang selama ini digunakan warga untuk mengairi lahan persawan di Desa Longkotan kini tidak berfungsi karen sudah ditutup dan dijadikan akses jalan menuju lokasi pertambangan milik PT Dairi Prima Mineral (DPM)," kata Perry Sinaga, warga Desa Longkotan yang juga ketua Forum Komunitas Masyarakat Lingkar Tambang kapada andalas, Kamis (19/9).

Menurut Perry, ada sepanjang kurang lebih 200 meter saluran irigasi tepatnya di Sopo Hombung sudah dijadikan jalan hingga saluran irigasi itu tidak lagi berfungsi seperti dahulu atau sebelum perusahaan pertambangan itu ada.

Perry juga mengaku, pihaknya tidak tahu persis bagaimana saluran irigasi di Sopo Hombug bisa ditutup total oleh PT DPM. "Yang saya tahu saluran irigasi itu merupakan aset millik pemerintah dan baru diperbaiki atau direhab Pemerintah Kabupaten Dairi pada Oktober 2017 lalu," ungkap Perry.

Dia juga bertanya-tanya atas ketidakpedulian Pemerintah Kabupaten Dairi atas terlantarnya lahan pertanian di Desa Longkotan akibat aktivitas PT DPM. Bahkan, Perry menilai, jajaran Pemerintah Kabupaten Dairi terkesan tutup mata terhadap apa yang dialami masyarakat saat ini.

"Kepada siapanya kami mengadu atas apa yang kami alami saat ini, lahan persawahan itu sumber mata pencaharian kami. Pemerintah terkesan tutup mata atas apa yang kami alami, bagaimanalah nasib kami petani ini" kata Perry seraya menyesalkan sikap pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Dairi melalui  Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sertdaka Dairi Edy Banurea saat diminta tanggapannya terkait kondisi lahan yang terlantar tersebut, mengaku belum bisa memberikan komentar karena sedang mengikuti rapat di kantor Bupati Dairi.

Sebelumnya, Kepala Desa Longkotan Jakobus Sirait juga mengaku kecewa dan menyayangkan kegiatan PT DPM yang membuka akses jalan menuju lokasi tambang yang akhirnya diketahui berdampak menutup saluran irigasi sehingga mengganggu debit air persawahaan.

"Pembukaan akses jalan itu merugikan masyarakat petani karena pemakai air di desanya, di mana saluran irigasi yang tertutup itu merupakan irigasi satu satunya yang mengairi persawahan masyarakat dengan luas kurang lebih 30 Ha," tandasnya.

Acting Manager External Relations PT DPM Zulkarnaen saat dihubugi andalas lewat selulernya, mengatakan segala jenis kegiatan yang dilakukan PT DPM di Desa Longkotan sudah dikoordinasikan melalui komunitas dan forum masyarakat yang ada di sekitar perusahaan.

Terkait saluran irigasi yang tertutup, Zulkarnaen membenarkan bahwa hal itu sudah dimusawarahkan dengan sejumah petani, termasuk perkumpulan petani pemakai air (P3A) yang ada di desa itu. "Lahan itu sudah dibebaskan dan irigasi sudah dipindahkan," ujarn Zulkarnaen. (JM)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px