Log in

PPKBPPPA Asahan Gelar Pelatihan Perempuan

Pelatihan-Suasana pelatihan perempuan dan anak korban kekerasan  dilaksanakan di Café Rainbow Kisaran. (andalas/hamdan rangkuti) Pelatihan-Suasana pelatihan perempuan dan anak korban kekerasan dilaksanakan di Café Rainbow Kisaran. (andalas/hamdan rangkuti)

Kisaran-andalas Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten Asahan menggelar kegiatan sehari tentang pelatihan perempuan dan anak korban kekerasan yang dilaksanakan di Café Rainbow Kisaran, kemarin.

Tujuan dilaksanakan pelatihan oerempuan dan anak korban kekerasan dengan mengambil tema Three Ends (Tiga Akhiri). Pertama, akhiri kekerasan pada perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan ketiga akhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan. Sebagai narasumber kegiatan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan (P2M) BNNK Asahan Hendi SH, Unit PP Polres Asahan Erika Siagian, Kabid Pusat P2TP2A Triwan Sriwarni.

Pada kegiatan sehari tersebut selain dihadiri Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Asahan Drs Muhili Lubis, turut hadir Pokja I PKK Kabupaten Asahan dan Tokoh Masyarakat, dan Perempuan Kepala Keluarga (PEKA).

Dalam sambutan singkatnya, Kadis PPKBPPPA Kaupaten Asahan Muhili Lubis menyampaikan tujuan pelaksanaan pelatihan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan selain Three Ends adalah memberikan informasi kepada masyarakat, pemerintah menyelenggarakan sistem perlindungan anak dan perempuan melalui pusat pelayanan terpadu P2TP2A bersinergi dengan lembaga dan institusi terkait. Artinya melalui kegiatan ini kita lebih peka terhadap tindakan kekerasan atas perempuan dan anak yang terjadi di sekitar lingkungan. “Kita dapat menjadi pelapor, pendamping dan saksi atas tindakan tersebut,”ujar Muhili.

Selanjutnya dia berharap dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu mengakomodir harapan pemerintah dan harapan kita bersama dalam penyelenggaraan sistem perlindungan anak khususnya di Kabupaten Asahan yang kita cintai.

Sementara, Rusmanto Sirait SH MH Dosen Ilmu Hukum Stihma Asahan berharap manfaat diharapkan dari kegiatan tersebut korban kekerasan perempuan dan anak mendapat pelayanan yang tepat dan terpadu sesuai dengan standar pelayanan prosedur (SOP) yang ada. Selain itu, pemahaman dan kemapuan petugas pendamping korban kekerasan serta peran aktif masyarakat dalam rangka pencegahan, penanganan dan pemberdayaan korban tindak kekerasan lebih profesional. (FAS)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

30°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 65%

Wind: 17.70 km/h

  • 14 Aug 2018 32°C 21°C
  • 15 Aug 2018 31°C 22°C

Banner 468 x 60 px