Log in

Petugas Penertiban PLN Rayon Gebang Dinilai Arogan

DEBAT-Merasaa dirugikan, Sugino pun terlibat perdebatan serius di kantor PT PLN Rayon Gebang.andalas/ Budi Zulkifli DEBAT-Merasaa dirugikan, Sugino pun terlibat perdebatan serius di kantor PT PLN Rayon Gebang.andalas/ Budi Zulkifli

Gebang-andalas Petugas P2TL PLN kembali jadi sorotan. Masih teringat pada pristiwa rumah pelanggan PT PLN (Persero) Rayon Gebang berada Dusun II, Desa Pematang Serai, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat yang diputus dan dibongkar meterannya oleh Tim P2TL pada 6 Agustus 2018 lalu.

Meteran dan arus listrik yang diputus tersebut merupakan milik Sugino, warga Desa Pematang Serai, Kecamatan Tanjung Pura. Menurut Sugino, dirinya merasa tak bersalah, dan tak pernah mengutak-atik meteran tersebut, sehingga pihak PLN kok bisanya memutus aliran listrik dan membongkar meteran listrik itu.

"Petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) di wilayah Rayon Gebang itu terkesan arogan dan sembarangan," sebut Sugino kepada wartawan, kemarin. Menurut Sugino, petugas PLN itu secara diam-diam tanpa diketahuinya telah membongkar meteren listrik miliknya. Selanjutnya, meteran itu pun dibawa petugas P2TL ke PT PLN Rayon Gebang.

Akibat perbuatan itu, rumahnya menjadi gelap gulita dan kerugian dari pemutusan dan pembongkaran meteran listrik miliknya itu berdampak dan banyaknya kerugian dialaminya hinga saat ini.

Sebelumnya, Sugino menyebutkan, petugas P2TL meninggalkan surat berita acara Hasil Pemeriksaan Penertipan Pemakaian Tenaga Listrik, Instalasi/Sambungan Listrik 1 Fasa, petugas P2TL bernama Suparman (Kordinator P2TL) dan petugas teknik Sucipto.

Dia juga mengatakan, pembongkaran meteran oleh petugas P2TL terjadi pada Senin 6 Agustus 2018 lalu, dan di dalam surat tersebut, Sugino diharapkan datang ke PLN Rayon Gebang untuk menyelesaikan perlanggaran ditemukan petugas P2TL, terhitung 6-8 Agustus 2018.

Dari surat diterima Sugino, dirinyapun mendatangi PLN Rayon Gebang. Namun, ternyata tidak ada kesalahan sedikitpun dilakukan Sugino. Bahkan, pihak PLN Rayon Gebang sendiri bingung, tidak ada kesalahan apa pun tapi meterannya dicabut petugas P2TL.

Ironisnya lagi, pihak PLN Rayon Gebang hanya menyampaikan permintaan maaf. Wah, enak kali. Namun parahnya lagi, polemik tersebut tidak berhenti sampai di situ. Sugino tiba-tiba mendapatkan surat peringatan pertama dengan kop surat bertuliskan, PT PLN (Persero) Wilayah Sumut, Area Binjai, Rayon Gebang, dengan no surat: 231/ AGA.01.03/ GBG/ IX/ 2018 tertanggal, Gebang 4 Agustus 2018, perihal peringatan pertama.

Surat tersebut terkesan aneh, sebab petugas PLN (petugas P2TL) telah melakukan pemutusan aliran listrik dan membongkar meteran milik Sugino pada 6 Agustus 2018. Lalu, surat peringatan itu ditandatangani Plh Manajer PT PLN Rayon Gebang Sudarta Sitepu, tembusan Polsek Gebang, PT PLN (Persero) Area Binjai.

Anehnya, apabila dalam waktu lima hari kerja setelah surat peringatan pertama Sugino tidak datang dan menyelesaikan tagihan susulan, akan dikirimkan surat peringatan kedua dan akan melakukan pembongkaran.

Meruncingnya kasus pemutusan listrik dan pembokaran meteran ini disebabkan, Sugino harus membayar tagihan susulan pelanggaran energi dengan teraan angka sebesar Rp2.453.814,-.Selain itu, Sugino wajib membayar PPJ dengan teraan angka sebesar Rp27.265,-, dan biaya materai Rp6.000. Ataupun dengan teraan angka global wajib dibayar Sugino sebesar Rp2.487.079,-.

Untuk memastikan salah tidaknya pelanggan PLN atas nama Sugino, beberapa wartawan sempat melakukan konfirmasi ke Kantor PT PLN Rayon Gebang dan diterima Hamdan, Kepala Bidang Pelayanan Pelanggan. Hamdan yang dikonfirmasi kenapa surat PT PLN Rayong Gebang yang dilayangkan 4 Agustus 2018 kepada Sugino dan diterima Sugino 4 September 2018, dengan gamblang menjawab itu salah tanggal, yang benar 4 September 2018.

Lalu, terkait Sugino (pelanggan PLN) yang tidak tahu apa-apa, tapi dianggap telah bersalah, Hamdan menjawab masyarakat awam juga bisa mengutak-atiknya. Jadi  artinya, Hamdan menuding Sugino telah mengutak-atik listrik yang ada di rumahnya.

“Aku jadi, bingung sendiri, mana yang benar dan mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Lalu, ke mana lagi aku harus mengadu dan  pantaskah aku diperlakukan seperti itu, di mana profesionalisme PLN ?,” tanya Sugino sambil mengeleng-gelengkan kepala. (BD)

27°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 80%

Wind: 14.48 km/h

  • 21 Nov 2018 28°C 22°C
  • 22 Nov 2018 26°C 22°C

Banner 468 x 60 px