Log in

Pentas Seni dan Budaya Langkat Meriah

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Langkat Hj Nur Elly Hariani Rambe MM ikut menari dalam acara Pentas Seni dan Budaya yang menampilan budaya Mandailing. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Langkat Hj Nur Elly Hariani Rambe MM ikut menari dalam acara Pentas Seni dan Budaya yang menampilan budaya Mandailing.

Stabat-andalas Langkat memang beragam dan kaya dengan adat dan budaya, sebab ada 14 suku dan etnis yang hidup di Langkat, di antaranya adalah Melayu, Karo, Nias, Mandailing, Bali, Aceh, Minang, Thionghoa, Banjar, dan Jawa.

Dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Langkat ke- 270 tahun 2020, seni dan budaya dari 14 suku itu ditampilkan selama empat malam berturut-turut. Ribuan warga datang membanjiri panggung utama Alun-Alun T Amir Hamzah, Stabat untuk menyaksikan penampilan seni dan budaya dari 14 suku tersebut.

Pada malam  pertama misalnya, ada kesenian Thionghoa, Banjar, dan Melayu. Pada malam kedua ada penampilan seni dan budaya Mandailing. Sedangkan pada malam ketiga ada seni dan budaya Nias.

Bukan saja Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Langkat yang datang menyaksikan, seluruh pimpinan OPD Pemkab Langkat juga datang, begitu juga para camat, sehingga perayaan Hari Jadi Langkat itu benar- benar meriah.

Beberapa tokoh masyarakat ketika dimintai pandangannya mengaku salut dan bangga. Sebab, walaupun Langkat adalah tanah Melayu, tapi faktanya bukan hanya masyarakat dari suku Melayu saja yang hidup di Langkat. Ada 13 suku lain yang juga hidup di Langkat.

Seperti dikatakan Katrina Talaksoru, yang berasal dari suku Ambon (Maluku) dan sudah puluhan tahun hidup di Langkat, walau beragam tetapi semuanya hidup rukun dan damai.

"Beragam suku ada di Langkat, tapi semuanya hidup berdampingan dengan rukun dan damai, karena saling hormat-menghormati, saling menghargai dan toleran,” ujarnya. (BD)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px