Log in
Wakapolda-SUMUT-v2.jpg

Pengacara Muda Soroti Pilkada Samosir : Siapa Punya Modal Dialah Bupati

Barrack Donggut Simbolon.(Andalas/Ist) Barrack Donggut Simbolon.(Andalas/Ist)

Samosir-andalas Direktur Lembaga Bantuan Hukum Aliansi Jurnalis Hukum (LBH AJH), Barrack Donggut Simbolon mengatakan, Pilkada Samosir digelar pertama sekali pada tahun 2005, sebanyak 6 pasangan calon, nuansa pesta demokrasi sangat terasa.

Keterlibatan masyarakat untuk mendukung pasangan calon dapat sebagai akibat proses identifikasi visi misalnya, kultur, profesi atau latar belakang kehidupan lainnya. "Intinya, orang terlibat karena ada kontestasi, pertarungan gagasan dan ide, yang masing masing memiliki alasan," tulis Barrack Dongut Simbolon di akun facebook, Sabtu, (30/05/2020).

Menurut dia, Pilkada ke-2 tahun 2010, juga berlangsung kurang lebih sama. Ada dinamika selama pelaksanaannya. Namun, Pilkada Samosir 2015 sedikit berbeda. Selain karena jumlah kontestan yang berkurang, pertarungan ide ide politik kurang mengemuka.

"Yang mungkin dijumpai dengan cepat adalah pragmatisme politik, yaitu suatu gerakan politik yang lebih efektif untuk mencari hasil akhir. Dan memang benar, pemenang Pilkada Samosir tahun 2015 adalah pasangan calon yang lebih banyak melakukan gerakan ketengah masyarakat, terutama dalam hal pemberian reward," tulisnya lagi.

"Bisa dikatakan Pilkada Samosir 2015 miskin gagasan, karena nuansa pelaksanaan demokrasinya bertumpu kepada kekuatan kapital. Masyarakat tidak lagi bicara ide ide politik, tetapi bicara besaran reward," sambung Alumni SMA Negeri 1 Pangururan ini.

Pengacara muda ini menjelaskan, sesungguhnya cukup mengkhawatirkan, terutama sejak disahkan sebagai kabupaten baru, Samosir belum menunjukkan perubahan signifikan, terhadap perkembangan indeks kualitas hidup manusia. Mungkin orang menilai pembangunan jalan, infrastruktur lainnya sebagai wujud nyata kemajuan, sesungguhnya tidak.

Pembentukan Kabupaten Samosir memiliki cita cita yang jauh ke depan, yang dalam pengelolaannya dipercayakan kepada putra putri terbaik Samosir, dan terpilih secara demokratis melalui Pilkada.

Tetapi impian akan pemerintahan demokratis, berpihak kepada kepentingan rakyat akan semakin mustahil. Alasannya adalah karena rakyat terlanjur hanyut dalam pengaruh pragmatisme politik, siapa punya modal dialah bupati.

Kedua regulasi kita memang cenderung menjamin pelaksanaan demokrasi prosedural yang sejauh ini belum menjamin demokrasi substansial. Artinya sekian banyak kecurangan tetap bisa terjadi, terutama dalam memanipulasi kesadaran rakyat.

Advokat lulusan Universitas Katolik Santo Thomas ini menambahkan, alasan berikutnya, penegakan hukum yang tidak efektif, baik oleh aparat yang berkompeten di bidang Pilkada, seperti Bawaslu, maupun instrumen lainnya.

"Dari beberapa alasan di atas, kita semakin jauh dari haram kemajuan melalui pelaksanaan demokrasi. Semoga pada masa akan datang, Pilkada akan menghasilkan kepemimpinan yang baik, manusiawi, bermartabat, dan sungguh memiliki kecerdasan untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat Samosir," tutup dia.(HN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C