Log in

Pemerintah Dinilai Tak Adil Terhadap Guru Honorer

DEMO - Para guru honorer yang tergabung dalam FHK2I saat menggelar demo dan melakukan orasi di kantor Bupati Batu Bara DEMO - Para guru honorer yang tergabung dalam FHK2I saat menggelar demo dan melakukan orasi di kantor Bupati Batu Bara

Lagi, Guru Honorer di Batu Bara Gelar Demo

Batu Bara,Sumatera Utara-andalas Gelombang unjuk rasa terus terjadi di Kabupaten Batu Bara. Kalau pekan lalu guru-guru honor yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia (FHI), yang menggelar demo.

Kali ini, Kamis (20/9), puluhan guru honor yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori Dua Indonesia (FHK2I) Kabupaten Batu Bara demo, mengadukan nasib mereka kepada Bupati dan DPRD Batu Bara. Mereka juga membentang spanduk dan selebaran berisi sejumlah tuntutan.

Koordinator aksi Mukinem SPd dalam orasinya menyatakan kekecewaan terhadap ketidakadilan pemerintah terhadap nasib guru honorer yang sudah belasan, bahkan ada yang hingga 20 tahun mengabdi sebagai guru honor dengan gaji Rp200 - 400 ribu per bulan.

"Dari masa pengabdian kami yang sudah belasan tahun, banyak anak didik kami yang sudah jadi 'orang'. Ada yang jadi polisi bahkan ada yang jadi pejabat. Sementara, kami tetap saja menjadi guru honor,"sebut Mukinem dengan wajah sedih dan memelas.

Dalam tuntutannya, para guru honorer meminta guru honorer K2 bisa diangkat menjadi PNS serta meminta batas usia 35 tahun sebagai syarat pengangkatan/seleksi sebagai PNS dihapuskan. Selain itu, mereka juga meminta Pemkab Batu Bara memikirkan nasib mereka yang hanya menerima gaji Rp400 ribu per bulan, melalui pencairan dana BOS yang dibayar tiga bulan sekali.

Mirisnya, keinginan para guru honorer agar aaspirasi mereka dapat disahuti bupati, tidak kesampaian. Mereka hanya diterima Asisten I Rahman Hadi. Pasalnya, Plt Bupati Batu Bara Harry Nugroho sedang tidak berada di tempat. Rahman  berjanji akan menyampaikan aspirasi para guru kepada bupati.

Usai berdemo di kantor bupati, massa melanjutkan aksi ke kantor DPRD, yang hanya berjarak sekitar 50 meter. Mereka diterima sejumlah anggota dewan di antaranya Taufik Hidayat, Ismar Khomri, Rizky Aryetta dan Irwan Zuhri.

Menurut Rizky, persoalan guru honor di Batu Bara sudah disampaikan ke Kemenpan RB dan DPR RI. Namun  sampai sekarang tidak ada realisasinya. "Bukan kami tidak bekerja, kami sudah dua kali ke Kemenpan. Tapi, jawaban menyedihkan karena tidak ada lagi pengangkatan K2,"bebernya.

Pantauan andalas di lokasi, saat menyahuti tuntutan massa, Irwan Zuhri justru sempat terpancing emosi. Sebab, pembicaraannya terpotong salah seorang pengunjukrasa yang meminta DPRD memikirkan nasib mereka serta serius berjuang untuk menaikkan gaji para guru honor.

"Jangan bilang kami tidak berusaha. Saya paham betul karena saya dulu juga seperti bapak dan ibu.  Dulu saya juga seorang guru. Guru semestinya beretika, kalau preman tidak laku,"ketus Irwan. Meski sempat terjadi ketegangan, namun unjukrasa berlangsung tertib di bawah pengamanan Polres dan Satpol PP Batu Bara.(SUSI/PUR)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 97%

Wind: 4.83 km/h

  • 22 Oct 2018 29°C 23°C
  • 23 Oct 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px