Log in

Pembangunan USB SMPN III Diduga Libatkan Oknum Dewan

KEPENTINGAN - Gedung USB SMPN III Desa Pematang Sei Baru, Kecamatan Tanjung Balai Asahan dibangun di tengah rawa, diduga terdapat kepentingan oknum dewan. KEPENTINGAN - Gedung USB SMPN III Desa Pematang Sei Baru, Kecamatan Tanjung Balai Asahan dibangun di tengah rawa, diduga terdapat kepentingan oknum dewan.

Sekolah di Atas Rawa Kuras Uang Negara Miliaran Rupiah

Asahan,Sumatera Utara-andalas Unit Sekolah Baru (USB) SMP Negeri III Tanjung Balai usai dibangun dan kini telah beroperasi dengan jumlah siswa sebanyak 11 orang. Keberadaannya kembali disoal, selain pembangunannya terkesan dipaksakan juga dituding sarat  kepentingan oknum dewan.

Pembangunan unit sekolah baru merupakan langkah tepat pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan RI dalam upaya menuntaskan wajib belajar sembilan tahun. Namun, mencermati lokasi pembangunan unit gedung baru SMPN III Desa Pematang Sei Baru dengan dana Rp2,1 miliar tersebut, berbagai polemik pun bermunculan.

Salah seorang pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan yang enggan disebutkan jatidirinya ketika ditemui andalas, Senin (20/3) mengungkapkan, pembangunan sekolah di atas rawa tersebut bukan mutlak usulan dari Dinas Pendidikan Asahan.

Menurutnya, peran anggota DPRD Asahan sangat kental dalam penentuan letak lokasi dan pembelian tanah saat pengusulan untuk dijadikan pertapakan sekolah. “Kami payah adinda, jika kepentingan dewan kita abaikan, alamat sejumlah kegiatan akan dipangkas, dan hal ini akan berdampak pada kemajuan pendidikan di Kabupaten Asahan,"bebernya.

Selanjutnya, kata pejabat Disdik ini, setelah lokasi pertapakan dibeli dari dana APBD Asahan, pihak Disdik Asahan membentuk tim untuk melaksanakan pembangunan SMPN dimaksud. Terpilihlah Basuki SPd sebagai pengelola dana ketika dikucurkan pemerintah pusat untuk pembangunannya, sekaligus menjabat sebagai kepala sekolah di SMPN III.

Kelanjutan sejak awal diterima kucuran dana pembangunan hingga selesai, apakah Basuki menyertakan konsultan atau tidak, pihaknya tidak mengetahui. "Kalau digunakan konsultan, apakah mungkin pembangunan tetap dilaksanakan di tengah rawa ?,"tanya dia.

Bisa jadi ada pengusulan ditimbun dulu sekitar lokasi yang dijadikan pertapakan, sehingga lokasi tersebut benar- benar sudah tidak menjadi rawa, atau memang perintah penimbunan, tapi sengaja diabaikan demi kepentingan para oknum. Selanjutnya, dia menyarankan menemui Syamsuddin, mantan Kabid Disdik Asahan yang menjadi salah satu anggota tim.

Dari pantauan sebelumnya diketahui, pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN III di Dusun II Desa Pematang Sei Baru terdiri dari satu ruang Osis, UKS, BP, tiga ruang kelas, dua ruang toilet siswa, empat ruang toilet guru, satu ruang kepala sekolah, satu ruang administrasi, satu ruang perpustakaan, satu ruang praktik, serta satu unit musala. (FAS)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Nov 2017 30°C 23°C
  • 21 Nov 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px