Log in

Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Samosir 'Diintervensi'

SAMBUTAN - Perwakilan pemrakarsa pembentukan Kabupaten Samosir, Manginar Sitanggang saat menyampaikan sambutan di gedung dewan. SAMBUTAN - Perwakilan pemrakarsa pembentukan Kabupaten Samosir, Manginar Sitanggang saat menyampaikan sambutan di gedung dewan.

Samosir-andalas Rapat Paripurna Istimewa DPRD dengan agenda Hari Jadi ke-15 Kabupaten Samosir 2019, Senin kemarin, terlihat tegang. Pasalnya rapat yang dipimpin Ketua DPRD Samosir Rismawati Simarmata itu, terlihat diintervensi pihak lain. Saat perwakilan dari Tokoh Pemrakarsa Pembentukan Kabupaten Samosir, Manginar Sitanggang yang sehari-hari akrab disapa Amco berpidato di podium didesak untuk mempersingkat pidatonya.

Beberapa saat menyampaikan pidato, Sekretaris DPRD Hotman Sagala, terlihat seperti gelisah mondar-mandir dari tempat duduknya sampai tiga kali berjalan ke podium sambil memberikan sepucuk kertas. Diikuti salah seorang peserta rapat berkemeja putih diduga polisi juga mendatangi podium dan membisikkan sesuatu kepada mantan anggota DPRD Tobasa itu.

Alhasil, tidak lama kemudian, Manginar pun mengakhiri pidatonya. Melihat kejadian mengganggu berjalannya rapat paripurna itu. Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Nasib Simbolon terlihat 'marah' dan bereaksi. Dengan nada keras, dia minta agar sidang paripurna istimewa DPRD Samosir dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-15 Kabupaten Samosir tersebut, tidak diintervensi pihak manapun. "Ini rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD, ada Tatib yang mengatur rapat ini. Jadi jangan diintervensi siapa pun,"tegasnya.

Disebutkan, sesuai amanah UU, PP dan Tatib DPRD, mekanisme jalannya rapat paripurna dipimpin pimpinan yakni Ketua dan para Wakil Ketua DPRD, secara mutlak dan tidak boleh diintervensi siapa pun kecuali anggota DPRD yang melakukan interupsi dalam menyampaikan saran dan masukan kepada pimpinan.

"Perlu Kita pahami, bahwa paripurna adalah rapat tertinggi DPRD untuk menentukan/memutuskan arah kebijakan Pemerintah Daerah (APBD, PAPBD, LKPJ serta Perda lainya). Jadi mohon dihormati. Terlebih ini rapat peringatan Hari Jadi Kabupaten Samosir,"kata Nasip.

Selanjutnya, Ketua DPRD Samosir Rismawati Simarmata kembali mempertegas pernyataan Nasip Simbolon dengan menyebutkan agar semua pihak, peserta rapat dapat menghargai jalannya rapat dan DPRD Samosir."Ini adalah rapat paripurna, semua pihak harus menghargai lembaga ini,"tandasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Samosir Rismawati Simarmata kepada wartawan, saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu siapa yang menyuruh Sekwan, dan personel Polres Samosir yang naik ke podium saat perwakilan pemrakarsa pembentukan Kabupaten Samosir, Manginar Sitanggang menyampaikan sambutan."Kita akan koordinasikan hal ini kepada Wakapolres Samosir yang turut hadir dalam paripurna tadi,"katanya.

Sementara, Sekretaris DPD IPK Kabupaten Samosir, Marihot Simbolon mengatakan, kejadian menyudahi pidato perwakilan pemrakarsa pembentukan Kabupaten Samosir diduga oknum kepolisian bisa menjadi preseden buruk dalam menyampaikan sambutan oleh masyarakat di podium gedung DPRD Samosir.

"Kejadian seperti ini jangan terulang lagi. Semua pihak harus menghargai, siapa pun yang ditunjuk untuk berpidato di podium gedung DPRD. Baik pidato singkat maupun pidato yang cukup lama," ujar Marihot Simbolon kepada andalas, Kamis (10/1).

Menurut dia, siapa pun yang menyuruh oknum polisi menghentikan pidato perwakilan pemrakarsa, tidak menghormati budaya Batak.  "Jika pidato perwakilan pemrakarsa terlalu lama, kenapa harus dia yang ditunjuk untuk menyampaikan sambutan. Masih banyak tokoh pemrakarsa lain," tandasnya. (HN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px