Log in

Mesin Sidik Jari Pemkab Karo Cegah ASN Nakal


Kabanjahe,Sumatera Utara-andalas Jika selama ini berbagai cara dilakukan oknum-oknum aparatur sipil negara (ASN) nakal di lingkungan Pemkab Karo, agar absensinya bisa terisi penuh padahal mereka sering bolos ngantor. Mulai dari menitipkan absensi dengan teman hingga kongkalikong dengan petugas yang mengabsen. Namun kini, sejak Pemerintah Kabupaten Karo membuat kebijakan dengan menerapkan absensi sidik jari (fingerprint-red) bagi seluruh pegawai ASN guna meningkatkan disiplin kehadiran pegawai terlihat semakin meningkat.

Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karo  menerapkan absensi sidik jari terbilang lanngkah maju, karena oknum-oknum ASN nakal tidak bisa lagi titip menitip absensi. ASN, harus menggunakan sidik jari pegawai yang bersangkutan. “Absensi sidik jari ini berlaku bagi semua ASN dan tenaga honorer,” ujar Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Karo, Mulianta Tarigan, Jumat (12/1) di kantor Bupati Karo.

Padahal, sebelum diterapkannya kebijakan tersebut, setiap pelaksanaan apel bersama di halaman Kantor Bupati, tempat parkir kendaraan selalu lenggang. "Langkah ini juga untuk mencegah kecurangan pegawai 'nakal'. Sebab, selama ini masih banyak praktik titip tanda tangan pada absensi biasa (manual)," ujarnya.

Menurutnya, alat tersebut nanti bisa dijadikan pengukur sejauh mana kinerja yang dimiliki pegawai pemerintah serta dapat mengetahui seberapa banyak pegawai yang mangkir atau bolos selama bertugas. Keuntungan lain dari alat tersebut, dapat menyajikan laporan lengkap tentang kehadiran PNS dan tidak dapat dimanipulasi, serta tidak memerlukan pengawasan langsung.

Sebagai langkah uji coba, absensi sidik jari ini juga telah dilakukan pada pegawai yang berkantor di lingkungan Sekretariat Daerah diantaranya Sekretariat Daerah, Kantor Satpol PP, Inspektorat, Dinas Pendapatan, Bappeda serta BKD.

“Ini masih uji coba dulu. Jika nanti sudah siap dan matang barulah kemudian diterapkan ke kantor SKPD-SKPD lainnya yang belum ada absensi sidik jari," terang Mulianta Tarigan.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan disiplin aparatur dalam menjalankan tugas yang selama ini dinilai masih belum maksimal dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Sebelum absensi dengan mesin sidik jari diterapkan, pihaknya terlebih dahulu melakukan perekaman data pegawai sebagai database absensi sidik jari masing-masing SKPD di lingkungan sekretariat daerah.

Adanya kebijakan baru Pemkab Karo menerapkan absensi sidik jari ini ternyata ditanggapi beragam oleh para ASN dan tenaga honorer. Ada di antara mereka yang setuju namun tidak sedikit juga yang tidak setuju. "Sangat setuju. Biar yang sering bolos itu sadar akan tanggungjawabnya sebagai seorang aparatur," beber salah satu pegawai Pemkab Karo yang enggan disebutkan namanya. (RTA)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 98%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Nov 2018 28°C 23°C
  • 20 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px