Logo
Print this page

Masyarakat Palas Diminta Waspadai Banjir Kiriman


Intensitas Curah Hujan Tinggi

Sibuhuan,Sumatera Utara-andalas Bupati Palas H Ali Sutan Harahap (TSO) melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Palas HM Hamka Harahap mengimbau, masyarakat agar mewaspadai banjir kiriman akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi akhir belakangan ini, dapat menimbulkan bencana banjir dan longsor secara mendadak.

Diprediksi intensitas curah hujan secara terus menerus belakangan ini, sangat berdampak buruk bagi masyarakat yang bermukim di kawasan daratan rendah dan Daerah Aliran Sungai (DAS) terutama bagi masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor seperti di Kecamatan Sosopan dan sekitar DAS sungai Barumun dan Sosopan.

“BPBD minta masyarakat agar mewaspadai dampak curah hujan beberapa hari terakhir cukup tinggi intensitasnya dikhawatirkan dapat menimbulkan bencana,"tegas Hamka mengingatkan masyarakat Palas.Bencana alam baik banjir maupun  tanah longsor memang sulit diprediksi.

Meski demikian pihak BPBD selalu siaga untuk memonitor daerah rawan. "Kita terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk saling membangun kerja sama yang baik tentang informasi bencana di masyarakat,"terang Hamka menjawab pertanyaan wartawan, tentang kesiapan BPBD menghadapi bencana khususnya di musim penghujan ini. 

Menurut Hamka, terdapat sejumlah titik rawan longsor seperti jalur Sibuhuan-Sosopan terpantau normal, meski tidak senormal pascalongsor dan amblesnya jalan di Desa Ulu Aer dan Hulim. Sampai sejauh ini tidak ada tanda-tanda akan terjadi longsor atau banjir di daerah rawan. Khusus di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Barumun dengan kondisi arus air mengalami perubahan tinggi, tapi masih normal.

Hanya di beberapa titik terjadi genangan air. Hasil pengamatan pihak BPBD Palas ada 71 daerah titik rawan banjir dan 13 rawan longsor yang ditetapkan agar diwaspadai. Di antaranya, Kecamatan Sosopan antara lain Desa Huta Baru Siundol, Pagaranbira Jae, Pagaranbira Julu, Siundol Jae dan Julu, Simataniombun, Siundol Dolok, Aek Bargot.

Sedangkan, kawasan rawan longsor di Kecamatan Sosopan mencakup wilayah Desa Hulim, Simartolu, Ulu Aer, Aek Bargot, Sianggunan dan Huta Baru. Sebaliknya di  Kecamatan Ulu Barumun titik rawan banjir antara lain Desa Siraisan, Paringgonan Julu, Pasar Ipu, Matondang, Simanuldang Jae dan Julu, Tapian Nauli, Handang Kopo, Pintu Padang. Sedang rawan longsor hanya di Desa Siraisan.

Sementara di Kecamatan Barumun tergolong banyak titik rawan banjir, terdapat sebanyak 16 titik. Yaitu Desa Saba Hotang, Binabo Jae, Saba Rimba, Sigorbus Jae dan Julu, Mompang, Hasahatan Jae dan Julu, Limbong, Binabo Julu, Hutaimbaru, Tano Bato, Tanjung Botung, Tanjung Durian, Lingkungan III Pasar Sibuhuan, dan Lingkungan II Pasar Sibuhuan.

Kecamatan Lubuk Barumun hanya dua titik kawasan rawan banjir yaitu Desa Sihiuk dan Desa Batang Bulu Jae. Sedangkan di Kecamatan Barumun Tengah ada 4 titik rawan banjir terdapat di Desa Siboris, Gunung Baringin, Gunung Malintang, dan Siparau, ditambah 4 titik kawasan rawan longsor yang kerap terjadi antara lain di Desa Aek Nabara Julu, Tanjung, Sipagabu, dan Tebing Tinggi.

Untuk Wilayah kerja  Kecamatan Huristak terdapat 6 titik rawan banjir mulai dari Desa Ramba, Gonting Julu, Tanjung Morang, Ulok Tano, Sialagundi, Parantonga serta rawan  longsor terdapat  dua titik berada di Desa Padang Siopal dan Desa Huristak.

Di Kecamatan Sosa terdapat 9 titik rawan banjir mulai Desa Siginduang, Pasar Lombang, Siborna, Sibangun-bangun, Pasir, Harang Julu, Aek Tinga, Ramba, Lumban Huayan. Titik longsor terdapat dua di Desa Pasar Ujung Batu dan Pasir. Kecamatan Hutaraja Tinggi terdapat 8 titik banjir di Desa Hutaraja Tinggi, Sigalapang, Ujung Batu I-IV, Lubuk Bunut, Parmaenan, Aliaga, Sibodak, Panyabungan, ditambah  titik rawan longsor  di Desa Panyabungan.

Terakhir, kata Hamka, Kecamatan Batang Lubu Sutam  terdapat 9 titik rawan banjir mulai Desa Papaso, Pagaran Dolok, Gunung Manalu, Muara Tige, Sialambue, Hutanopan, Aek Sorik, Tangga Batu, Pinarik. Sedangkan, titik rawan longsor terdapat di Desa Pinarik Papaso dan Tanjung Baru.(ISN)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com