Log in

Masuk Taman Mejuah-Juah Tak Kunjung Digratiskan

INSTRUKSI - Bupati Karo Terkelin Brahmana memberikan instruksi penggunaan Taman Mejuah-Juah Berastagi, yang diharapkan tidak lagi mengutip bayaran INSTRUKSI - Bupati Karo Terkelin Brahmana memberikan instruksi penggunaan Taman Mejuah-Juah Berastagi, yang diharapkan tidak lagi mengutip bayaran

Bupati Karo Terkelin Brahmana Kecewa

Berastagi,Sumatera Utara-andalas Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengaku merasa sedih dan malu, sebab sudah lama menggulirkan penggunaan Komplek Taman Menjuah-Juah kota wisata Berastagi dibebaskan masuk tanpa bayar alias gratis bagi pengunjung. Namun, hingga hari ini tak kunjung ada reaksi dan aksi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pariwisata Kabupaten Karo untuk menindaklanjuti program Pemkab yang digaungkan sejak lama.

“Apa ruginya kalau kita tidak tarik Pendapatan Asli Daerah (PAD) masuk ke dalam Taman Mejuah-Juah tersebut?. Demi kepentingan masyarakat, agar masyarakat dapat menikmati fasilitas bersama keluarga, dan anak-anaknya untuk bersantai ria menikmati udara sejuk,”sebut Bupati Terkelin Brahmana saat meninjau langsung Taman Mejuah-Juah Berastagi, sekaligus melihat fasilitas umum tersedia di dalam taman tersebut, kemarin.

Dengan menikmati suasana di dalam taman serta pemandangannya yang diklaim sebagai salah satu destinasi objek wisata alam terbaik, yang menjadi salah satu unggulan objek wisata Kabupaten Karo. "Ini alasan tujuan saya ke mari. Sebab, tidak selamanya pemerintah menarik dana PAD, jika tidak berpihak kepada masyarakat,” imbuhnya.

Kedatangangan bupati didampingi Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kadis PU PR Paten Purba, Kadis Parawisata Mulia Barus, Kabid Lingkungan Hidup Hotman Brahmana, Djoko Sujarwanto Kabag Humas Protokoler Djoko Sujarwanto.

Dikatakan Terkelin Brahmana, memang untuk mencabut Perda yang telah ada, harus ada kajian terlebih dulu agar tidak menyalahi azas hukum tata negara dan memperhatikan beberapa asas di antaranya, kepastian hukum, akuntabiltas, kecermatan dan kehati-hatian.

“Penghapusan Perda ini, segera ajukan ke BPKPAD Karo dan selalu monitor perkembangannya, Bappeda dan pihak dari Pariwisata saya tugaskan untuk ikuti itu. Saya minta September 2018 sudah dapat kita ajukan ke DPRD Karo, supaya Desember 2018 ini minimal masyarakat sudah tidak lagi bayar masuk ke Taman Mejuah-Juah,” tegas Terkelin.

Bupati berprinsip mengutamakan pelayanan umum yang menyentuh masyarakat. Jangan sebagai ASN, di pikiran kita hanya mengolah cara mendapatkan duit berorientasi 'proyek' lupa menyejahterakan masyarakat. Lupa memberi kenyamanan kepada masyarakat. Lupa kita bahwa warga dan pengunjung itu perlu juga dimanjakan dengan sejumlah fasilitas yang oke.

Sebab hidup ini adalah kesempatan, berbuatlah dan bekerja dengan baik, ikhlas dan tidak kerja ngasal. "Berastagi ini ikon wisata kita, mari berikan kenyamanan berwisata kepada warga dan pengunjung,"tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda, Nasib Sianturi mengatakan, merujuk UU No 23/2014 tentang Pemerintah Daerah (UU Pemda), hanya ada tiga alasan suatu Perda dapat dibatalkan baik secara komulatif maupun alternatif. Yakni, apabila Perda tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan lebih tinggi kepentingan umum dan/atau kesusilaan.

“Nah salah satunya, kepentingan umum dapat menjadikan tolak ukur seperti yang disampaikan Bupati tadi. Sebagai pintu masuk Perda No 5/2012 dapat dicabut, demi kepentingan masyarakat banyak,” terangnya.

Sedangkan Kadis Pariwisata Mulia Barus mengatakan, apa yang disampaikan bupati terkait pencabutan Perda, sudah dilayangkan kepada Dinas BPKPAD Karo, agar dipelajari dan diteliti. “Untuk seterusnya, nanti kita ajukan ke DPRD Karo agar Perda nomor 5 tahun 2012 tentang pengutipan retribusi ke Taman Mejuah-Juah, dengan argumen dan alasan yang sudah disebutkan pak Bupati dan Kepala Bappeda tadi,” ujarnya. (RTA)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

25°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Jul 2018 30°C 23°C
  • 22 Jul 2018 31°C 22°C

Banner 468 x 60 px