Log in

Masih Tergantung Pupuk Bersubsidi, Pengurangan Kuota akan Memiskinkan Petani

Kades Kaban Julu, Sarman Matanasi Kades Kaban Julu, Sarman Matanasi

Sidikalang-andalas Petani di Desa Kaban Julu, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi masih ketergantungan terhadap  pupuk subsidi dalam pemenuhan kebutuhan usaha pertaniannya, sehingga pengurangan kuota akan berdampak memiskinkan petani.

Kepala Desa Kaban Julu Sarman Matanari menyebutkan, sulit bahkan mustahil berbicara meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mayoritas petani, ketika jatah pupuk subsidi berkurang. Selama ini, petani di desanya nyaris tidak pernah mempergunakan pupuk non subsidi untuk pertanaman jagung dan padi sawah, mengingat biaya yang terlalu mahal.

"Petani di desa ini masih tergantung pada pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan usaha pertaniannya. Pengurangan kuota pupuk subsidi bisa berdampak memiskinkan petani, karena dipastikan akan mengurangi hasil panen juga," kata Sarman Matanari di kantornya, Kamis (20/2).

Diterangkan, harga pupuk non subsidi jenis urea mencapai Rp300 ribu per zak, sementara pupuk urea bersubsidi berada dikisaran harga Rp100 ribu. Untuk satu jenis saja sudah selisih Rp200 ribu per zak, maka jika menggunakan pupuk non subsidi, hasil dengan biaya produksi tidak akan sepadan.

Diungkapkan, pengalaman tahun 2019, ketika petani di daerahnya kesulitan mendapat pupuk bersubsidi,  petani memilih untuk tidak melakukan pemupukan tanaman jagung meskipun dengan konsekwensi produksi anjlok.

Hal sedemikian karena pertimbangan ekonomis mengingat sebahagian besar  areal yang diusahai petani  merupakan lahan sewaan. “Tak ada bicara kesejahteraan kalau pupuk subsidi tidak tersedia," kata Sarman Matanari didampimgi Kasi Kesra Lastri Batubara.

Ditambahkan, untuk Desa Kaban Julu, luas areal pertanaman padi sawah dan jagung berkisar 175 hektare, sementara untuk lahan pertanaman keras atau lahan darat seluas 75 hektare.

"Dari luasan tersebut, sekitar dua pertiga lahan merupakan milik penduduk luar Desa Kaban Julu yang diusahai warga dengan sistim sewa," ujarnya.

Seperti dilansir sebelumnya, alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Dairi Tahun 2020 hanya 27.701 ton terdiri dari Urea sebesar 11.802 ton, SP-36 sejumlah 2.450 ton, ZA sebesar 2.916 ton, NPK 6,135 ton dan organik 4.398 ton. Jumlah alokasi tersebut jauh dibawah usulan kebutuhan yang mencapai 110.645, 948 kg atau sekitar 110,7 ton.

Menurut Plt Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi,  Bintoha Angkat, pengurangan alokasi pupuk bersubsidi tidak hanya terjadi di Kabupaten Dairi melainkan berlaku  secara nasional. (GOL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px