Logo
Print this page

Mangrove Labuhan Batu Ludes Dirambah Warga Panipahan

KONDISI terkait perambahan hutan mangrove di sepanjang pantai Alam Lestari Dusun 3 Desa Sei Tawar Kecamatan Panai Hilir, Labuhan Batu. KONDISI terkait perambahan hutan mangrove di sepanjang pantai Alam Lestari Dusun 3 Desa Sei Tawar Kecamatan Panai Hilir, Labuhan Batu.

Rantau Prapat,Sumatera Utara-andalas Ribuan batang mangrove di sekitaran Kecamatan Panai Hilir, Labuhan Batu ludes dirambah warga Panipan, Kabupaten Rokan Hilir. Dalam kesehariannya, sejumlah boat bermesin yang mampu mengangkut hingga 150 batang mangrove, kerap hilir mudik secara bergantian.

Demikian diungkapkan pegiat lingkungan dari Perkumpulan Hijau, MQ Rudi kepada andalas, Senin (8/5) di Rantau Prapat. Disebutkan, hal itu berdasarkan hasil temuan mereka hingga terakhir 6-7 Mai saat melakukan monitoring kawasan mangrove bersama Kelompok Masyarakat Mangrove warga setempat.

Saat itu, mereka ingin melihat bibit mangrove yang ditanam beberapa waktu lalu di sepanjang pantai Alam Lestari Dusun 3 Desa Sei Tawar Kecamatan Panai Hilir. Namun, betapa terkejutnya mereka saat melihat satu unit boat bermesin yang ditambat tidak jauh dari bibis pantai tengah memuat batang mangrove.

Melihat haal itu, mereka mencoba memberikan masukan agar tindakan itu tidak dilanjutkan dan disarankan agar meninggalkan lokasi pantai Alam Lestari. Tak berapa lama setelah lokasi ditinggalkan, mereka kembali melihat sejumlah warga mengangkut hasil rambahan pohon mangrobe yang telah ditebang dan dimuat ke dalam boat.

"Saat itu kelompok warga dan kita sempat emosi melihat tingkah mereka. Lalu dari jarak beberapa meter kita pertanyakan domisili dan mereka mengaku warga Panipahan, Rohil," sebut Rudi.

Setelah terjadi perdebatan dengan warga perambah, akhirnya mereka tetap bersikeras agar batang mangrove jangan lagi diangkut dan kembali minta agar perambah segera meninggalkan lokasi. Pihaknya hingga kini tidak pernah melakukan penangkapan perambah."Kita hanya memiliki kemampuan melakukan penyadaran dan pengusiran sekaligus meminta agar barang bukti ditinggalkan,"kata Rudi.

Ditambahkan Robin P Nasution. Setelah dilakukan pengecekan, mereka mendapati tiga tumpukan batng mangrove siap angkut di tiga lokasi tidak berjauhan. Untuk mempermudah perambah mengakut hasil rambahan, biasanya dibuat kayu gambangan untuk melangsir kayunya ke pinggir perairan. "Ada empat gambangan, namun satunya sudah tidak ada kayunya," ujarnya.

Dari amatan di lokasi dan jika melihat sisa tunggul yang ada, diperkirakan mangrove dirambah rata-rata berusia lima tahunan. "Ya, diameter kayunya di antara 5-10 cm. Info didapat harga jual ilegalnya Rp10.000-Rp35.000 perbatang;" sambung Robin.

Anggota DPRD Labuhan Batu, Akhyar P Simbolon mengutuk keras pelaku perambahan kawasan hutan mangrove pesisir pantai. Untuk mengantisipasi aksi ilegal berkelanjutan, dia meminta Dinas Lingkugan Hidup dan Kehutanan Provsu, segera mengambil sikap tegas demi penyelamatan mangrove dan lingkungan di Labuhan Batu.

Sementara, Kapolres Labuhan Batu, AKBP Frido Situmorang dimintai komentar mengaku akan melakukan pengecekan ke lokasi sebelum bertindak. "Kita cek dulu mas," katanya via pesan singkat.

Sedangkan Setdakab Labuhan Batu, M Yusuf Rangkuti dimintai tanggapan sekaitan sikap tegas agar perambahan tidak berlangsung, konfirmasi via pesan singkat ke nomor handphonenya, belum juga ditanggapai. (JOK)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com