Log in

Kepala Disparbud Langkat: Semua Akses Menuju Objek Wisata akan Diperbaiki

Nur Elly Heriani Rambe Nur Elly Heriani Rambe

Stabat-andalas Kabupaten Langkat memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata. Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin dan Wakil Bupati Langkat H Syah Afandin SH juga telah menetapkan pariwisata sebagai ikon dalam visi dan misi mereka dalam membangun Langkat untuk lima tahun ke depan.

Sayangnya pembangunan sektor pariwisata tersebut belum diikuti dengan perbaikan infrastruktur, seperti jalan, sebab masih banyak jalan yang rusak, termasuk akses jalan menuju objek-objek wisata yang menarik. Salah satunya jalan ke Tangkahan atau Bukit Lawang.

Selain itu, pembangunan pariwisata Langkat belum didukung dengan dana anggaran yang cukup. Buktinya, dana yang dikucurkan untuk pengembangan sektor pariwisata masih sangat kecil, sehigga tidak memadai dan belum seperti yang diharapkan.

Namun, semangat dan optimisme tetap ditunjukkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Langkat Hj Nur Elly Heriani Rambe MM. Semangat dan optimisme itu diungkapkan Nur Elly saat bincang-bincang dengan wartawan di ruang kerjanya, baru-baru ini.

"Sekarang memang anggarannya masih kecil. Sabar saja, mulai tahun depan pasti sudah ditingkatkan,” ujar Nur Elly sambil tersenyum. Dia menambahkan, perbaikan infrastruktur jalan secara verlahan akan juga akan ditingkatkan, sehingga tidak ada lagi jalan yang rusak menuju objek wisata. "Pelan-pelanlah, mana pula bisa langsung jadi seperti membalikkan telapak tangan,” ujarnya.

Terkait pembangunan pariwisata di Kabupaten Langkat, Nur Elly menegaskan, Sapta Pesona harus diterapkan dengan baik. Sebab, Sapta Pesona adalah kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka untuk menarik minat wisatawan agar mau berkunjung ke suatu daerah.

"Sapta Pesona itu ada tujuh unsur, yakni aman, tertib, indah, rama tamah dan kenangan. Aman itu berarti aman dari gangguan premanisme yang selalu identik dengan tindak kejahatan, seperti pungli, pencurian, penipuan dan perampokan, maupun pembunuhan atau kerusuhan," jelasnya.

Sedangkan definisi Tertib itu luas. Bisa jadi, semua kenderaan seperti bus atau mobil datang dan pergi secara teratur sesuai dengan jadwalnya. Selain itu, informasi yang disampaikan kepada para pengunjung (wisatawan) harus benar dan tidak membingungkan, apalagi menyesatkan.

Selanjutnya, Indah berarti alamnya yang indah dan sedap dipandang mata. Karena itu, jangan ada sampah yang berserakan. Sedangkan ramah-tamah berarti sikap warga setempat yang ramah, murah senyum, suka membantu dan menghormati orang lain. "Kalau kita ramah tentu orang-orang akan betah dan senang untuk tinggal lebih lama," ujarnya.

Sementara itu, kenangan adalah sesuatu yang bisa membuat para pengunjung puas. Karena itu, kenangan itu bisa seperti oleh-oleh atau buah tangan. Seperti dodol yang banyak ditemui di Tanjung Pura. Karena itu, harus ada yang menjadi ciri khas dari objek wisata itu.

"Kami memang sudah memiliki ide seperti itu. Bahkan ide itu sudah sampaikan kepada kepala desa dan para pemuka masyarakat di sana.  Jadi, kami berencana akan mengembangkan buah mangga di Desa Pulau Kampai."

" Jadi, siapa pun yang datang ke sana bisa menikmati buah mangga. Kalau benar seperti itu, ya bagus, karena itu tentu ide yang luar biasa. Selain itu, ada terasi sebagai oleh-oleh khas bagi pengunjung ke Pulau Kampai,” ujar Tokoh Inspiratif Indonesia, Katrina Talaksoru yang ikut hadir dalam perbincangan tersebut. (BD)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px