Log in

Kepala BBPJN II Medan: Jalan Nasional yang Rusak di Kabanjahe Segera Diperbaiki

Kerusakan jalan nasional di seputaran Sentrum depan Gedung PPWG GBKP Kabanjahe yang disorot andalas mendapat tanggapan dari Kepala BBPJN Sumut II Medan. Kerusakan jalan nasional di seputaran Sentrum depan Gedung PPWG GBKP Kabanjahe yang disorot andalas mendapat tanggapan dari Kepala BBPJN Sumut II Medan.

Kabanjahe-andalas Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan Ir Selamet Rasidy Simanjuntak mengaku, pihaknya akan memperbaiki sejumlah titik jalan nasional yang rusak di wilayah Kota Kabanjahe, sebagaimana sebelumnya disorot media ini.

"Terima kasih berita andalas yang menyoroti jalan tersebut sehingga menjadi masukan bagi kami. Minimal 10 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri jalan nasional yang rusak dan berlubang di seputaran kota Kabanjahe akan diperbaiki. Saya sudah minta kontraktor agar menambah group kerja agar pekerjaan di lapangan bisa cepat dan maksimal,” ujar Selamet Simanjuntak melalui pesan whatsApp kepada andalas, Senin(20/5).

Pantauan di lapangan, sejumlah titik kerusakan jalan nasional yakni di Sentrum depan Gedung PPWG GBKP Kabanjahe, tepatnya di persimpangan Jalan Kapten Pala Bangun, Jalan Kapten Selamat Ketaren Kabanjahe dan Jalan Ngumban Surbakti yang sudah lama dikeluhkan masyarakat.

Demikian juga di Jalan Kapten Pala Bangun, mulai dari zentrum hingga bundaran depan Moga Jaya, khususnya sebelah Batalyon 125/Simbisa Kabanjahe. Selain sempit, juga beram jalan tajam, dengan kondisi jalan berlubang di beberapa titik.

Bahkan di sebalah Markas Batalyon 125/Simbisa kerap terjadi kemacetan akibat jalan sempit dan rusak. Kondisi jalan mendesak diperlebar mengingat badan jalan tidak memadai lagi menampung arus kendaraan yang terus bertambah.

Oleh sebab itu, JK Kembaren dan Bobby mengimbau para pengendara lebih hati-hati saat melintas di jalan nasional tepatnya di persimpangan Sentrum, Jalan Kapten Pala Bangun yang mengarah ke persimpangan Moga Jaya sepanjang sekitar 500 meter.

“Kondisi jalan yang sempit dan berlobang, beram jalan agak tajam seolah jebakan yang siap menunggu mangsa bagi pengendara yang kurang hati-hati,” ucapnya.

Karena jalur itu lintasan truk-truk berbadan besar, termasuk mbil SPBU Pertamina dengan muatan di atas 8 ton setiap hari, baik yang datang dari arah Aceh Tenggara, Aceh Selatan dan seputaran Kabupaten Karo ke Medan maupun sebaliknya harus melalui jalan tersebut.

Jalan nasional yang sudah lama dikeluhkan masyarakat itu terkesan dibiarkan saja, seolah tidak ada institusi yang bertanggungjawab sehingga kerusakan tersebut semakin parah. Kedalaman lubang ditaksir berfariasi mulai dari 10-20 cm dengan lebar sekitar 1-2 meter.

Melihat kerusakan tersebut, sudah waktunya jalan yang strategis itu diaspal total dan tidak diperbaiki tambal sulam saja. Tambal sulam tidak menyelesaikan masalah dan hanya membuat jalan semakin bergelombang. Karena dibiarkan tanpa perbaikan akhirnya kerusakan tambah parah.

Menurut warga setempat, lubang yang dibiarkan menganga itu, sudah pernah juga ditimbun pakai sertu oleh Pemkab Karo namun tidak bertahan lama. Karena jalur itu lintasan truck-truck berbadan besar dengan muatan diatas 8 ton setiap hari. (RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px