Logo
Print this page

Kades Lau Pakpak Diduga Buat SPJ Fiktif

Sutan Akbar Sihombing Sutan Akbar Sihombing

Tekait Raibnya Pupuk Bantuan Pemkab Dairi

Sidikalang-andalas Kepala Desa (Kades) Lau Pakpak Erika Magdalena Sinaga, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi diduga kuat telah membuat surat pertanggungjawaban (SPJ) palsu atas penyaluran pupuk bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi untuk masyarakat petani di desa tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD LSM Peduli Anak Bangsa Kabupaten Dairi Sutan Akbar Sihombing, Rabu (15/5) usai membaca pemberitaan harian andalas berjudul "Aparat Hukum Diminta Usut Raibnya Pupuk di Desa Lau Pakpak" yang terbit pada Rabu (15/5). Dia menilai banyak kejanggalan antara keterangan pihak Dinas Pertanian Dairi dengan Kades maupun suami Kades Lau Pakpak.

Adapun kejanggalan dimaksud, menurut Sutan, hilangnya pupuk bantuan pemerintah tersebut dari kantor kepala desa dengan alasan kantor kepala desa mengalami kebongkaran, sudah tidak benar. Apalagi, peristiwa kebongkaran itu tidak dilaporkan ke kepolisian dan pihak Dinas Pertanian Dairi selaku pemberi bantuan.

"Saya merasa ada keanehan dan keganjilan dalam kasus ini. Suami Kades mengaku pupuk hilang itu hilang dari kantor kepala desa karena kebongkaran, sementara pihak Dinas Pertanian mengaku sudah menerima SPJ tentang penyalurannya ke masyarakat. Kalau benar hilang, kenapa ada SPJ itu," tanya Sutan.

"Apa sebenarnya yang terjadi? Jika pupuk itu bebar-benar hilang dari kantor karena kebongkaran, harusnya tidak ada SPJ termasuk berita acara penyalurannya kepada masyarakat. Jadi kita menduga ada unsur kesengajaan melakukan penggelapan dan memalsukan SPJ atau membuat SPJ fiktif," tambah Sutan.

Menurut Sutan, memberikan laporan SPJ palsu atau fiktif merupakan perbuatan melanggar huhum dan dapat dikenai sanksi pidana. "Itu (SPJ palsu, red) sudah pidana dan bisa dikenakan pasal berlapis, pasal penggelapan, pemalsuan atau memberikan keterangan palsu," sambung Sutan.

Untuk itu, Sutan berharap agar aparat penegak hukum di Kabupaten Dairi segera mengusut tuntas kasus raibnya pupuk bantuan pemerintah yang seharus disalurkan secara gratis kepada masyarakat petani.

Seperti diketahui, masyarakat di Desa Lau Pakpak sedang ramai membicarakan isu yang menyebut-nyebut suami Kades setempat diduga menjual pupuk bantuan pemerintah tahun 2017. Bantuan pupuk diperoleh dari Pemkab Dairi melalui Dinas Pertanian.

Namun, ketika isu tersebut dikonfirasi kepada Sabmen Malau, suami Kades Lau Pakpak melalui telepon selulernya, dengan suara nada tinggi ia membantah isu tersebut. Ditanya pupuk tersebut dikemanakan, Sabmen Malau mengatakan pupuk tersebut hilang dari kantor kepala desa.

Sabmen Malau sempat menerangkan kronologi hilangnya pupuk tersebut. Menurutnya, saat pupuk bantuan Pemkab Dairi itu tiba sempat disimpan di kantor kepala desa, yang persis bersebelahan dengan rumah tempat tinggalnya. Namun dalam waktu singkat, kata Sabmen Malau, kantor kepala desa kebongkaran dan pupuk tersebut turut hilang.

Anehnya, Sabmen Malau mengakui, peristiwa hilangnya pupuk tersebut dari kantor kepala desa karena kebongkaran, pihaknya atau Kades Desa Lau Pakpak tidak ada membuat laporan kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, setelah pemberitaan harian adalas sebelumnya berjudul "Suami Kades Lau Pakpak Diduga Jual Pupuk Bantuan" komunitas anak rantau Desa Lau Rambong dan Desa Lau Pakpak diberbagai daerah yang disingkat ARL TERBERKATI, memberi apresiasi dan juga meminta aparat penegak hukum melakukan pengusutan.

Sebab, menurut mereka, Desa Lau Pakpak merupakan desa tertinggal dan masyarakat yang umumnya hidup dari hasil petanian, masih sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah. "Aparat hukum harus turun tangan mengungkap kejadian yang sebenarnya. Apakah pupuk itu hilang dari kantor desa karena kemalingan atau dijual oknum suami Kades, ini harus diungkap secara tuntas sehingga kita tahu yang sebenarnya terjadi," kata mereka.

Sebelumnya, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Dairi Siska Tampubolon membenarkan adanya bantuan bibit mangga dan pupuk NPK kepada masyarakat petani di Desa Lau Pakpak pada tahun 2017. Batuan itu, katanya, diberikan atas permohonan Kades Lau Pakpak Erika Magdalena Sinaga.

Siska Tampubolon mengatakan, pihaknya tidak mengetahui jika bantuan khususnya pupuk hilang dari kantor Desa Lau Pakpak, sebagaimana pengakukan Sabmen Malau, suami Kades Lau Pakpak. Kades Lau Pakpak Erika Magdalena Sinaga, katanya, tidak ada melaporkan kajadian seperti itu.

Bahkan, Siska Tampubolon mengaku sudah menerima adminitrasi pertangungjawaban penyaluran batuan tersebut yang dibuat Kades Lau Pakpak, mulai dari permohonan, berita acara serah terima bantuan pupuk, dan berita acara penyalurannya kepada masyarakat petani.

"Saya tidak tahu kalau pupuk itu hilang dari kantor kepala desa karena laporanya tidak seperti itu. Malah adminitrasi pertangungjawaban penyaluran batuan tersebut sudah saya terima dari kepala Desa Lau Pakpak," ujar Siska Tampubolon.

Ketika andalas mengkonfirmasi Kepala Seksi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Kabupaten Dairi Eben Gurning juga membenarkan adanya adminitrasi pertangungjawaban penyaluran batuan pupuk tersebut dari kepala Desa Lau Pakpak.

Sayangnya, Eben Gurning tidak bersedia menunjukkan salinan adminitrasi pertangungjawaban penyaluran batuan pupuk tersebut, dengan dalih harus ada izin dari atasanya. "Kegiatan itu sudah di-SPJ-kan (surat pertanggungjawaban), tapi tidak bisa kita kasih tunjuk karena tak ada izin dari pimpinan," ujar Eben. (JM)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com