Log in

Kades Cabut Listrik Sumur Bor, Warga Sungai Raya Gunakan Air Parit

Warga Dusun I Desa Sungai Raya, Kecamatan Siempatnempu Hulu, Dairi saat mengadu ke DPRD Dairi diterima ketua Fraksi NasDem Nasib Marudur Sihombing. Warga Dusun I Desa Sungai Raya, Kecamatan Siempatnempu Hulu, Dairi saat mengadu ke DPRD Dairi diterima ketua Fraksi NasDem Nasib Marudur Sihombing.

Sidikalang-andalas Warga Dusun I (kilometer 5) Desa Sungai Raya, Kecamatan Siempatnempu Hulu, Kabipaten Dairi terpaksa menggunakan air parit untuk keperluan rumah tangga setelah arus listrik di fasilitas sumur bor diputus kepala desa (Kades) setempat.

Hal tersebut disampaikan belasan warga saat berdelegasi ke DPRD Dairi yang diterima Nasib Marudur Sihombing di ruang Fraksi NasDem, Rabu (18/9).

Sumur bor yang dibangun melalui program PNPM sudah digunakan sejak lama. Air tidak pernah terkendala. Terdata sekitar 36 KK sebagai pemanfaat yang setiap bulan patungan Rp 2.000 untuk bayar rekening listrik. "Lupa, dibangun tahun berapa. Saat itu, kepala desa masih Pak Berampu," sebut perwakilan warga Eliakhim Sihotang.

"Bak penampung berkonstruksi beton yang beberapa kali rusak hingga kemudian diganti menggunakan bak berbahan fiber, ditalangi  pengguna. Biaya pemeliharaan dari keuangan desa nihil," kata Hotdina Hutapea menambahkan.

Permasalahan timbul setelah kehadiran program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa itu. Warga diarahkan menjadi peserta dengan membayar biaya pendaftaran Rp 50 ribu dan iuran perbulan Rp15.000.

Warga pengguna sumur bor hasil program PNPM menolak menjadi peserta Pamsimas.  Selain alasan biaya, durasi aliran air dari program Pamsimas juga terbatas pada pagi dan sore hari masing-masing 2 jam, berbeda dengan sumur bor yang setiap saat dapat digunakan.

Puncaknya terjadi sekitar dua pekan lalu,  Kepala Desa memutus arus listrik di sumur bor dengan cara mencabut meteran, praktis sumur bor tidak dapat digunakan. Untuk keperluan cuci, mandi,  warga terpaksa memanfaatkan air parit di saluran pembuangan kolam pancing di lingkungan tersebut, sementara untuk keperluan masak dan minum, terpaksa membeli air galon.

Nasib Marudur Sihombing berjanji segera memfasilitasi penyelesaian masalah. Ketua Fraksi NasDem itu menggaransi akan menemukan solusi. "Saya sudah menangkap dan mengerti duduk persoalan, hari ini saya akan menemui Pemerintah Desa, Camat dan pihak terkait untuk membicarakan keluhan bapak-ibu. Yakinlah, setiap masalah pasti ada solusi dan warga akan kembali menikmati air dari sumur bor seperti sedia kala," sebutnya. Nasib juga berjanji akan memfasilitasi urusan dengan PLN terkait meteran listrik.

Sebelum ke DPRD, warga telah mendatangi dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa menyampaikan keluhan serupa diterima Kabid keuangan desa Edison Silalahi bersama Marhaban Kudadiri, namun jawaban dinilai kurang akomodatif. Kepada warga,  Edison Silalahi  mengatakan agar persoalan diselesaikan di Desa atau berkordinasi kepada camat.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Raya Luat Darson Manullang dikonfirmasi per telepon mengaku mengamankan meteran listrik sumur bor sehubungan perselisihan sesama pengguna. Terkait pengalihan sumur bor ke pamsimas, Kepdes mengaku sudah melalui mekanisme musyawarah desa. Kepdes menduga langkah warga ke DPRD ada yang memprovokasi. (GOL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px