Log in

Jelang Panen, BPS Ambil Sampel Ubinan Jagung Warga Narumonda I

SAMPEL - Kadis Pertanian dan Perikanan Lintong Sitorus, Sekdis Sahat Manullang, Sekdis Ketapang Matilda Simanjuntak, Camat Siantar Narumonda, Lahsa Manullang, pegawai BPS Fitri Agustina dan anggota Koptan diabadikan sebelum perhitungan sampel . SAMPEL - Kadis Pertanian dan Perikanan Lintong Sitorus, Sekdis Sahat Manullang, Sekdis Ketapang Matilda Simanjuntak, Camat Siantar Narumonda, Lahsa Manullang, pegawai BPS Fitri Agustina dan anggota Koptan diabadikan sebelum perhitungan sampel .

Tobasa,Sumatera Utara-andalas Tanaman jagung potensial dikembangkan di Kabupaten Tobasa. Kecamatan Siantar Narumonda adalah salah satu kecamatan yang berpotensi. Ini terlihat dari tumbuh suburnya tanaman jagung jenis NK99S di puluhan hektar lahan warga Desa Narumunda I dan sampel hasil tanaman jagung warga, dihitung berdasarkan ubinan ukuran 2,5 kali 2,5 m oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Lintong Sitorus bersama Pegawai BPS Balige Fitri Agustina, Senin (20/3) di Sitobu, Desa Narumonda I.

Pengambilan sampel hasil tanaman jagung milik Pesta Sinambela ini, disaksikan Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Sahat Manullang, Camat Siantar Narumonda Lahsa Manullang, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Matilda Simanjuntak, Kades Siantar Narumonda I, Tarigan Marpaung, Sekdes Sawangin Sinambela, Ketua Kelompok Tani (Koptan) Usaha Mandiri, Jongor Tampubolon, Ketua Koptan Mandiri, Dedi Bakat Sinambela, Ketua Koptan Sehat Jaya, Jhon K Marpaung, Ketua Koptan Makmur, Ernis Sinambela  dan puluhan anggota koptan.

Perhitungannya dari ubinan 2,5 kali 2,5 meter diperoleh hasil 11,2 kg, kotor, karena belum dipipil dari tongkolnya. Namun setelah dipipil, dikurang 1 ons berat karung plastik, hasilnya menjadi 8.7 kg kotor, atau bila dikonversi ke hektar hasilnya menjadi 13.9 ton, per hakter (belum siap jual, karena karena masih mengandung air, red). “Ini sampel yang kami hitung berdasarkan ubinan,” kata Lintong Sitorus.

Menurutnya hasil tanaman jagung warga ini tergolong tinggi. Pasalnya sudah diatas rata-rata Tobasa yakni 5,4 ton per hektar. “Karena itu, mereka akan kami bina dan bantu sesuai permintaan  warga, karena prospeknya bagus untuk menambah pendapatan perkapita warga sekitar,” lanjut Lintong.

Ketua Koptan Mandiri, Dedi Bakat Sinambela dan Ketua Koptan Sehat Jaya, Jhon Kennedy Marpaung mengakui, memang bila penanaman dan perawatannya dilakukan sesuai aturan dan tepat waktu, hasilnya cukup bagus. Tapi, hal ini tidak bisa mereka lakukan secara efektif, karena kelangkaan pupuk di pasaran.

“Untuk itu kami mengharapkan bantuan pemerintah daerah Kabupaten Tobasa agar kedepan dapat memberikan perhatian serius terhadap ketersediaan pupuk,” ujar Kepala Desa Tarigan Marpaung menimpali.

Selain itu, Tarigan Marpaung, Dedi Sinambela dan Jhon Marpaung juga berharap, agar pemerintah daerah setempat dapat membantu mereka untuk menyediakan bibit unggul jagung jenis bisi-18 dan peralatan berupa mesin pemipil jagung, sehingga pihaknya terbantu dalam penyediaan bibit dan tidak lagi melakukan pemipilan manual. Menanggapi permintaan itu, Lintong mengatakan akan memberikan bantuan bibit sesuai permintaan warga dan diakui bibit unggul yang akan diberikan jenis bisi 18. (EDU)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

30°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 75%

Wind: 11.27 km/h

  • 26 May 2017 30°C 24°C
  • 27 May 2017 29°C 24°C

Banner 468 x 60 px