Log in

Jalan Alternatif Karo–Langkat Ramai Dilintasi Kendaraan

RAMAI - Jalan alternatif Kabupaten Karo–Langkat terlihat ramai dilintasi pengendara sepeda motor dan segala jenis mobil, Kamis (10/1) petang di Tugu Kuliki (batas Karo–Langkat). RAMAI - Jalan alternatif Kabupaten Karo–Langkat terlihat ramai dilintasi pengendara sepeda motor dan segala jenis mobil, Kamis (10/1) petang di Tugu Kuliki (batas Karo–Langkat).

Warga Minta Pembangunan Cor Beton di Kiri Kanan Badan Jalan

Kabanjahe-andalas Jalur alternatif Kabupaten Karo dan Langkat yang membelah kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sepanjang sekitar 4,5 kilometer terlihat setiap hari sudah ramai dilintasi berbagai jenis kendaraan. Seperti amatan andalas, Kamis petang (10/1), puluhan pengemudi mobil jenis minibus hingga pengendara sepeda motor, tampak ramai melintasi jalan penghubung antara Kabupaten Karo–Langkat.

Salah seorang warga Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat, Indra S Pandia, mengaku gembira dan mengapresiasi semua pihak, baik Pemkab Karo, Langkat, DPRD Langkat dan Karo, serta Pemprovsu dan DPRD Sumatera Utara, karena proyek peningkatan jalan yang sudah puluhan tahun menjadi impian warga Kabupaten Karo dan Langkat akhirnya terkabul.

Setiap hari jalan ini sudah ramai dilewati berbagai jenis kendaraan, maupun sepeda motor. Banyak yang datang dari Binjei dan Langkat bersilaturahmi (mburo ate tedeh-bahasa Karo) dengan keluarganya di Kabupaten Karo maupun mengunjungi sejumlah objek wisata seperti, Berastagi, Taman Simalem Resort (TSR), Hotspring Raja Berneh dan Tongging. "Demikian juga sebaliknya, banyak yang datang dari arah Karo ke Langkat maupun Binjai dan melanjutkan perjalanannya ke Medan,”ujarnya.

Semua pihak yang telah mendukung jalan terealisasinya tembus Karo Langkat sungguh luar biasa. Semoga dengan selesainya pekerjaan kegiatan tersebut bisa memacu peningkatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di segala sektor di dua daerah kabupaten. “Bahkan jalan tembus Karo Langkat akan mendukung bagian utara Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba,"katanya.

Kabupaten Langkat memiliki potensi wisata alam sangat beragam dan menarik untuk dinikmati. Potensi wisata alam di Kabupaten Langkat sangat beragam terdiri dari air terjun jodoh Semelir, pemandian sungai, arung jeram, tracking hutan, gua alam seperti kawasan Bukit Lawang, Gua Batu Rizal, Tangkahan serta wisata bahari seperti Tanjung Apek Kuala Serapuh dan Tanjung Kerang.

Khasanah dan aneka objek wisata Kabupaten Karo yang sudah cukup dikenal di nusantara dan mancanegara bisa dipaketkan dengan objek wisata Kabupaten Langkat, sehingga akan menambah vriasi kawasan wisata bagian utara Danau Toba, otomatis geliat wisata akan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat kedua kabupaten memiliki hubungan historis itu." Selain itu jalur tersebut (jalan Karo–Langkat) juga sangat membantu evakuasi pengungsi Sinabung bila sewaktu waktu Gunung Sinabung 'mengamuk' lagi,"tutur Indra.

Hal yang sama dikatakan salah seorang warga Desa Kutarayat Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Rudi Bangun. “Kemacetan parah dan kepadatan jalan Medan-Kabupaten Karo yang kerap terjadi akan terurai dengan selesainya jalan tembus Karo-Langkat, terbukti jelang pergantian tahun kemarin, jalan nasional Medan–Berastagi, untuk pertama kali tidak mengalami kemacetan, sungguh luar biasa. "Padahal, sebelumnya masyarakat yang mau melintasi jalan menjadi langganan macet dan kerap longsor itu sudah trauma, akibat sering terjebak kemacetan,”ujarnya.

Dibukanya jalur penghubung yang menjadi jalan alternatif sangat strategis itu, yakni antara desa Kuta Rayat (Kabupaten Karo)–Desa Telagah (Kabupaten Langkat) akan meningkatkan perekonomian masyarakat berbatasan yang juga memiliki sejarah historis. Sebab, terbuka jalur distribusi barang dan manusia relatif lebih cepat dan murah.

“Buktinya, sepanjang jalan ini, khususnya di seputaran Desa Kutarayat dan Telagah, Pamah dan lainnya sudah ramai pedagang-pedagang minuman, makanan dan buah. Demikian juga pelaku-pelaku wisata lokal yang mengandalkan keindahan alam, semua kecipratan rezeki dari jalan tembus Karo-Langkat,” imbuh Rudi.

Ada juga warga yang melintas jalan Karo–Langkat, berhenti di pinggir jalan, sambil berselfi-ria, makan bersama keluarga dan menikmati udara sejuk kawasan TNGL. Namun demikian, harap Rudi, ke depan Pemprovsu melalui Dinas Bina Marga dan Konstruksi agar menyikapi jalan dengan pemasangan rambu-rambu jalan termasuk lampu penerangan jalan umum (LPU) sekaligus pembangunan drainase (parit jalan). “Tidak kalah pentingnya melakukan, cor beton di kiri kanan badan jalan sepanjang jalan di kawasan TNGL khususnya sejumlah tikungan-tikungan yang tajam, menanjak maupun turunan, sehingga pengendara bisa nyaman melintas,”harapnya.

Proses yang sangat panjang dalam pengusulan hingga terealisasinya peningkatan jalan penghubung Karo–Langkat, sekitar satu tahun lebih diawali pengusulan oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana, penandatanganan bersama (MoU) antara Pemkab Karo dan Langkat. Selanjutnya dilanjutkan ke Pemprovsu, rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRDSU dan seterusnya Komisi D bersama Pemkab Karo dan Langkat menggelar pertemuan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Jakarta. Demikian juga ke pihak UNESCO dan Balai Besar TNGL. (RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px