Logo
Print this page

Hinca Panjaitan: Pembangunan Tol Medan-Berastagi Sangat Layak

Anggota DPR RI Hinca Panjaitan menerima surat dukungan pembangunan jalan tol MedanBerastagi dari 14 elemen masyarakat yang diserahkan Ketua Umum DPP Barisan Pemuda Karo Jesayas Tarigan di Berastagi. Anggota DPR RI Hinca Panjaitan menerima surat dukungan pembangunan jalan tol MedanBerastagi dari 14 elemen masyarakat yang diserahkan Ketua Umum DPP Barisan Pemuda Karo Jesayas Tarigan di Berastagi.

Berastagi-andalas Meski wacana pembangunan jalan tol dan jalan layang (flyover) Medan-Berastagi untuk saat ini belum diakomodir Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR), berbagai kalangan menunjukkan empatinya dengan memberikan dukungan.

Pembangunan jalan tol dan jembatan layang Berastagi-Medan yang sangat didambakan seluruh masyarakat Karo. Bahkan berbagai elemen masyarakat Karo mengelar gelar “Rembuk Bangsa Bersama Hinca Penjaitan” di hotel RedDoorz, Jalan Letjen Djamin Ginting, Sempa Jaya, Berastagi, Jumat (23/8).

Kedatangan anggota Komisi III DPR RI ini disambut hangat oleh seluruh peserta yang hadir, sekaligus penyematan cinderamata berupa kain adat Karo “Uis Beka Buluh” kepada Hinca Panjaitan oleh anak bungsu Komponis Nasional Alm Djaga Depari, Ngapuli Depari, disaksikan, Barisan Pemuda Karo, Badan Eskutif Mahasiswa, (BEM) Universitas Quality, JPKP, Pemuda Merga Silima (PMS) dan ormas lainya serta Kepala Desa Sempa Jaya Milala Purba.

Ketua Umum DPP Barisan Pemuda Karo Jesayas Tarigan selaku penyelenggara acara dalam sambutannya menekankan, tujuan Rembuk Bangsa Bersama Hinca Panjaitan demi suksesnya pembangunan jalan tol atau flyover Berastagi-Medan.

“Hari ini, 14 elemen yang ada bergabung dan bermohon kepada Hinca Panjaitan selaku anggota Anggota Komisi III DPR RI yang juga Sekjen DPP Partai Demokrat agar ikut merasakan dan mewujudkan mimpi rakyat Kabupaten Karo bersama 6 kabupaten lainnya mendesak Kementerian PUPR, Bappenas dan DPR RI agar harapan itu segera direalisasikan,” ucapnya.

Komisi V DPR RI dan Kementerian PUPR di Jakarta supaya menampung anggaran pembangunan jalan tol itu di APBN 2020, sudah cukup lama rakyat seputaran 6 kabupaten di Sumut menderita setiap terjebak kemacetan parah di jalan Medan – Berastagi. “Negara harus hadir disaat rakyatnya menderita, bukan hanya diam tanpa solusi,” kritiknya.

“Ribuan ton sayur mayur dan buah-buahan dari Karo rusak dan tidak laku di pasaran Medan, terlambat sampai di pelabuhan maupun di pasar induk, akibat terjebak kemacetan. Kejadian seperti itu, bukan hanya sekali dua kali, tapi sudah ter-amat sering terjadi. Kami sudah cukup sabar, ber-tahun-tahun kami diam, betapa ruginya sektor pariwisata, dunia usaha, industri, perdagangan dan lainnya. Semuanya mengalami kerugian cukup besar setiap terjadi kemacetan parah,” kecam Jesayas Tarigan.

Harapan dan permohonan disampaikan melalui Sekrestaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Penjaitan secara tertulis diserahkan dalam kesempatan itu.

"Semoga permohonan jalan tol Berastagi-Medan ditampung dananya di APBN pada tahun 2020 mendatang," harapnya.

Sementara DR Hinca Penjaitan mengaku, untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Karo pihaknya selaku anggota Komisi III DPR RI akan berjuang semaksimal mungkin meloloskan pembangunan Tol Medan-Berastagi kepada Komisi V DPR RI dan Kementerian PUPR di Jakarta.

"Dari sudut pandang saya, sebagaimana hasil survai di lapangan, jalan tol Berastagi-Medan, sangat layak dibangun oleh pemerintah pusat. Saya sudah sering melintas di Jalan Letjen Djamin Ginting Medan-Berastagi, saya hafal betul, bagaimana tikungan-tikungan ekstrimnya, banyak tanjakan dan turunan yang tajam, tentunya sangat boros bahan bakar mobil."

"Apalagi bila terjadi kemacetan cukup parah, betapa ruginya sektor pertanian maupun pariwisata daerah ini, belum lagi dari sejumlah kabupaten tetangga lainnya termasuk dari Aceh Tenggara, Aceh Tengah, dan Aceh Selatan,” tegasnya.

Terlebih lagi, lanjut Hinca Panjaitan, ruas jalan MedanBerastagi adalah pintu gerbang bagian utara Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. Kebutuhan jalan tol atau jembatan layang memang sangat mendesak dan mutlak dibutuhkan untuk memacu daya saing sekaligus percepatan pemerataan pembangunan berskala nasional di sejumlah daerah seputaran Kabupaten Karo.

"Era persaingan bebas sekarang ini semakin ketat, kata kuncinya bisa bersaing, adanya infrastruktur modern memacu kelancaran dan efisiensi distribusi perekonomian," paparnya.

Menurutnya, Kementerian PUPR harusnya jeli dan peka untuk memprioritaskan serta menampung anggaran pembanguan jalan tol Berastagi-Medan.

“Saya akui, etnis suku Karo, berjiwa pejuang, dapat menggetarkan Indonesia, kita berjuang bersama-sama bagaimana caranya jalan tol itu dibangun demi kepentingan masyarakat yang tergabung dengan enam kabupaten lainnya,” tutup Hinca Panjaitan. (RTA)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com