Log in

Generasi Muda Harus Diselamatkan dari Narkoba

PRASASTI - Wali Kota Binjai HM Idaham SH MSi menandatangani prasasti peresmian kantor DPD Pemuda Marga Silima Kota Binjai (PMS), sebelum memimpin rapat evaluasi PRASASTI - Wali Kota Binjai HM Idaham SH MSi menandatangani prasasti peresmian kantor DPD Pemuda Marga Silima Kota Binjai (PMS), sebelum memimpin rapat evaluasi

Binjai,Sumatera Utara-andalas Wali Kota Binjai HM Idaham, memimpin rapat evaluasi kegiatan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS)  dihadiri  seluruh instansi terkait. Di antaranya TP PKK Kota Binjai, BNN, Dinas Kesehatan, Kemenag, dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Camat se-Kota Binjai di ruang rapat wali kota di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (12/2).

Diungkapkan wali kota, rapat  dalam rangka evaluasi  pelaksanaan program PPKS bagi calon pengantin, terhitung Desember 2017 sampai Januari 2018. Untuk dapat mengetahui apa yang perlu ditingkatkan, kendala yang dihadapi, serta solusinya.

"Sebelumnya saya bersyukur karena program ini dapat diterima masyarakat,dan berjalan dengan baik. Program ini merupakan program pertama di Indonesia, setiap pasangan calon pengantin diwajibkan melakukan tes urine untuk mengetahui apakah diantara pasangan calon pengantin ada yang positif narkoba,"kata Idaham.

Hal itu bertujuan demi menyelamatkan generasi muda dari pengaruh penyalahgunaan narkoba dan perilaku seks bebas. Dengan hadirnya program PPKS dapat mempersulit ruang gerak bandar narkoba serta menciptakan keluarga muda bahagia dan sejahtera.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Lilik Rosdewati, memaparkan evaluasi berdasarkan data mulai Desember 2017 sampai Januari 2018 sebanyak 539 calon pengantin berasal dari lima kecamatan sudah mengikuti tes narkoba.

Hasilnya 1 wanita dan 10 pria dinyatakan positif mengonsumsi narkoba, 5 orang wanita hamil  sebelum menikah, dan 46 orang wanita serta 81 orang pria menikah di bawah usia ideal. "Dari data tersebut dapat kita ambil kesimpulan pasangan yang menikah di bawah usia ideal cukup tinggi,"ungkapnya.

Lilik menuturkan, masalah dihadapi di lapangan yaitu kepling kurang memahami perannya sebagai pendamping untuk mendatangkan calon pengantin hadir  tepat waktu untuk memenuhi jadwal tes dan konseling. Akibatnya psikolog tidak mau menandatangani kartu kendali  terhadap catin yang terlambat datang. Hal ini menimbulkan asumsi di masyarakat seolah program PPKS menyulitkan masyarakat yang ingin menikah.

Safwan Khayat, selaku Kepala BNNK Binjai, sangat mengapresiasi program Pemko Binjai. Program ini menjadi pembicaraan dalam berbagai pertemuan BNN di seluruh Indonesia, bahkan BNN Pusat sendiri mengungkapkan kekaguman kepada Kota Binjai dengan adanya program PPKS tes urine. "BNN sangat terbantu dengan adanya program ini untuk memetakan  wilayah  yang rawan narkoba,"katanya.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Mahaniari Manalu mengatakan bagi calon pengantin positif narkoba akan dilakukan tes selanjutnya yaitu tes HIV, bertujuan menyelamatkan generasi muda sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.(DED)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 100%

Wind: 6.44 km/h

  • 22 Feb 2018 28°C 23°C
  • 23 Feb 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px