Logo
Print this page

Galian C Diduga Ilegal di Karo, Resahkan Masyarakat

GALIAN - Aktivitas galian C diduga ilegal jenis pasir di Lau Mbelin Desa Suka, Kecamatan Tigapanah meresahkan warga setempat. GALIAN - Aktivitas galian C diduga ilegal jenis pasir di Lau Mbelin Desa Suka, Kecamatan Tigapanah meresahkan warga setempat.

Kabanjahe-andalas Aktivitas galian C diduga ilegal jenis pasir di hulu sungai membuat air Lau Mbelin Desa Suka, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo menjadi keruh seperti bercampur lumpur. Hal ini tentu membuat resah warga yang menggunakan air sungai untuk kebutuhan mandi dan cuci.

Penembangan pasir yang sebagian menggunakan alat berat (becko) tidak saja meresahkan warga karena air di hilir tidak dapat digunakan lagi, tapi juga merusak pipa air minum milik PDAM Tirta Malem Kabanjahe. Dengan rusaknya pipa saluran air minum tersebut maka dengan sendirinya pasokan air bersih ke desa menjadi terganggu. Bahkan air bersih sama sekali tidak dapat mengalir. Hal ini tentu menambah penderitaan bagi masyarakat.

Bukan warga desa kami saja yang resah, masih ada beberapa desa lainnya juga yang terdampak."Air sungai sudah menjadi kuning bercampur lumpur akibat aktifitas galian C selama ini, juga pipa air minum dari PDAM untuk mengaliri air ke pemukiman warga telah pecah terkena kerukan alat berat,”ujar warga, Rabu (16/1) di Desa Suka.

Dia berharap, agar pihak terkait turun ke lokasi, biar tidak sepihak, ada baiknya dikroscek, benar tidak apa yang dikeluhkan warga. Apalagi menurutnya sungai Lau Mbelin masih dimanfaatkan sejumlah warga untuk kebutuhan mandi dan cuci.

“Kalau tidak sesegera mungkin diatasi maka tidak tertutup kemungkinan kami akan melakukan demo sampai masalah nya dapat dituntaskan. Bagaimanapun juga, aktivitas galian C ilegal tersebut sudah membuat kami resah dan sangat terganggu,” ancam Stepanus Ginting.

Dinas Pertambangan dan Lingkungan Hidup yang memang tupoksinya sekaitan dengan pelestarian lingkungan sangat diharapkan dapat bertindak cepat untuk menyelesaikan keresahan warga.  Juga seharusnya  meninjau ulang atas izin yang telah dikeluarkan. Menindak para penambang-penambang yang belum memiliki Upaya Kelola Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Jangan dianggap sepele, terlebih kegiatan galian C sudah membuat warga menderita.

“Kalau izin usaha Galian C itu ada hanya membawa petaka buat warga, diharapkan Dinas Lingkungan Hidup harus  turun memantau kondisi seperti ini. Jangan cuma menunggu aja di kantor. Lihat sungai kami yang sudah sangat tercemar akibat galian C. Jangan sampai kearifan lokal yang ada bakal rusak,” ujarnya.

Menyikapi keluh kesah warga, anggota DPRD Karo Ramli Sitepu SH menjadi berang. Menurut politisi NasDem ini, segala sesuatu kegiatan yang sifatnya dapat meresahkan warga di sekitar kegiatan dimaksud maka kegiatan tersebut harus segera dihentikan. Setidaknya segala sesuatunya harus ditinjau kembali.

Kalau galian C atau penambangan pasir dihulu sungai penyebab keruhnya air Lau Mbelin Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah itu,maka sesegera mungkin harus segera dihentikan. “Apa pun ceritanya kalau kegiatannya meresahkan masyarakat harus segera dihentikan,” tegas Sitepu.

Dia juga sedikit khawatir kalau-kalau pemilik galian yang diduga ilegal tersebut menggunakan kendaraan besar dalam mengangkut hasil galiannya melebihi tonase. Apabila keraguan Sitepu ini terbukti maka tidak tertutup kemungkinan sejumlah badan jalan yang dilalui akan rusak berat. Hal ini diragukan dapat memicu konflik horizontal ditengah-tengah masyarakat. “Terlebih lagi, tidak seimbangnya pembangunan jalan yang dibiayai APBD Karo dengan retribusi galian c, apalagi kalau memang ilegal, ini harus disikapi serius,” ketusnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo, Ir Timotius Ginting ketika dikonfirmasi di kantornya, mengakui bahwa di Kecamatan Merek Kabupaten Karo, ada 7 lokasi tangkahan.  Dijelaskannya dari tujuh lokasi tangkahan baru dua yang mengantongi ijin.  

Apa yang menjadi keluhan warga  sedang kita tindaklanjuti. Dari hasil rapat kemarin dengan instansi terkait dan anggota DPRD Karo,  Ramli Sitepu, aktivitas galian C itu telah dihentikan. “Kita telah memerintahkan agar aktivitas dihentikan, para pengusaha diminta mengurus ijin lingkungan hidupnya dulu. Jika ini tidak diindahkan juga, akan kita bawa ke ranah hukum,” kecam Timotius. (RTA)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com