Log in

DPRD Dukung Bupati Batu Bara Bangun Cagar Budaya

Anggota DPRD Batu Bara Andi Lestari SKG (kanan) bersama Bupati Batu Bara Zahir, Camat Lima Puluh Pesisir, dan Kadisdik Ilyas Sitorus dalam sebuah acara. Anggota DPRD Batu Bara Andi Lestari SKG (kanan) bersama Bupati Batu Bara Zahir, Camat Lima Puluh Pesisir, dan Kadisdik Ilyas Sitorus dalam sebuah acara.

Batu Bara-andalas Anggota DPRD Batu Bara Andi Lestari mendukung Bupati Batu Bara Zahir untuk melestarikan cagar budaya berupa situs peninggalan Jepang, cagar alam Laut Tador yang berskala dunia dan sejarah peradaban Melayu berupa pendirian Museum 9 Kedatuan dan kerajinan songket di Desa Padang Genting dan Desa Panjang.

Hal tersebut ditegaskan Andi Lestari ketika tatap muka dengan insan pers, Kamis (13/12) di Kantor DPRD Batu Bara di Lima Puluh. Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu menyatakan bangga dengan kepemimpinan Zahir yang menjadi bupati ke 4 dari 33 kabupaten/kota di Sumut dan bupati ke-12 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang mendirikan museum Batu Bara.

“Pelestarian cagar budaya berupa pembangunan Kampung Jepang merupakan tuntutan dari Undang-Undang No 11 Tahun 2010. Sedangkan pelestarian cagar alam Laut Tador menjadi Kebun Raya Etnobotani tuntutan dari UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, sekaligus  Peraturan Pemerintah No. 68 Tahun 1998 tentang kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam yang mempunyai kekhasan satwa, ekosistem yang perlu dilindungi,” kata Andi.

Mengenai didirikannya Museum Sejarah Peradaban Melayu dari 9 Kedatuan, tambah Andi, merupakan tuntutan dari Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2015 tentang Museum , disamping dilestarikannya sejarah keterampilan bertenun songket masyarakat Batu Bara yang berada di Desa Padang Genting dan Desa Panjang sebagai Kampung Tenun.

Andi menegaskan terhadap empat komponen yang dibangun oleh Bupati Zahir di tahun pertama kepemimpinannya 2019, merupakan wujud dari usaha untuk membangun kepariwisataan di Kabupaten Batu Bara agar wisatawan mancanegara mau berkunjung untuk melihat kebesaran peradaban bangsa Melayu, situs Jepang, dan Kebun Raya Etnobotani yang merupakan warisan dunia tersedia di bumi Batu Bara Bertuah.

“Dengan banyaknya kunjungan wisatawan nantinya, mancanegara maupun lokal diharapkan mendongkrak pertumubuhan ekonomi dengan terpasarkannya hasil produk-produk industri lokal masyarakat yang tidak lain merupakan lapangan kerja baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sarjana Kedokteran Gigi (SKG) ini.

Andi berharap seluruh masyarakat Batu Bara ikut mempromosikan empat kebijakan ini ke masyarakat lain di luar Batu Bara sehingga menggerakkan potensi pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Batu Bara dapat terwujud secara cepat. (HAM/REL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px