Logo
Print this page

DPRD Desak Bupati Asahan Evaluasi Izin PT VSC

Hj Winarni Supraningsih Hj Winarni Supraningsih

Asahan-andalas Keberadaan PT Varem Sawit Cemerlang (VSC) hingga hari ini masih terus menuai masalah. Sebelumnya, perusahaan pabrik pengolah kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) tersebut bersengketa dengan masyarakat yang berada di Lingkungan VI dan VII Kelurahan Aek Loba Pekan, terkait persoalan jalan.

Kini, pabrik pengolah kelapa sawit berkapasitas olah 40 ton per jam dituding telah mencemari aliran sungai atau kanal yang berada di Desa Bangun Kecamatan Pulau Rakyat. Air yang mengaliri anak Sungai Desa Bangun terlihat menghitam, kehidupan biota air tawar seperti ikan terlihat banyak yang mati. Bahkan, Sungai Desa Bangun tersebut tidak dapat digunakan warga sekitar karena air yang saban hari mengalir berwarna jernih telah berubah warna menjadi kehitaman.

Persoalan menghitamnya aliran Sungai Desa Bangun tidak sampai di situ saja. Menindaklanjuti laporan warga, dua anggota DPRD Asahan tergabung dalam tim monitoring beranggotakan Dinas Lingkungan Hidup, perangkat desa melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT VSC, Rabu (5/9) lalu.

Kenyataan lain didapatkan tim monitoring beranggotan dua anggota DPRD Asahan tidak diberikan ijin untuk masuk ke pabrik oleh pihak manajemen. Bahkan, penolakan tersebut cenderung pengusiran para wakil rakyat yang akan meninjau langsung pengolahan air limbah perusahaan dimaksud.

Wakil Ketua DPRD Asahan Hj Winarni Supraningsih MMA ketika dimintai tanggapannya oleh wartawan terkait penolakan tim monitoring Sabtu (8/9) mengatakan, penolakan itu baru pertama kali terjadi di Kabupaten Asahan dilakukan oleh perusahaan swasta yang ada di daerah tersebut.

“Penolakan cenderung pengusiran terhadap dua anggota DPRD Asahan tergabung pada tim monitoring sudah melecehkan wibawa para wakil rakyat,”kecamnya. Dia dan 44 anggota DPRD Asahan lainnya akan segera melakukan rapat terkait guna menyikapi masalah ini, dan mendesak Bupati Asahan untuk segera meninjau kembali keberadaan PT Varem Sawit Cemerlang.

Winarni menambahkan, sebelumnya pada Maret 2018 lalu, Komisi A DPRD Asahan pernah mengeluarkan surat hasil rapat paripurna yang isinya minta Bupati Asahan untuk melakukan evaluasi kembali tentang perizinan dimiliki PT VSC. “Bila mana dalam tenggang waktu tiga bulan lamanya belum juga memenuhi apa yang terkandung dalam rekomendasi Pemkab Asahan diminta untuk menghentikan kegiatan pabrik pengolah minyak sawit tersebut,"tegas Winarni. (FAS)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com