Log in

Diprediksi, Rekanan Lokal PUPR Langkat Tetap Tak Kebagian

Demo-Puluhan kontraktor lokal saat menggelar demo di Kantor PUD Langkat.(andalas/H Said Effendy) Demo-Puluhan kontraktor lokal saat menggelar demo di Kantor PUD Langkat.(andalas/H Said Effendy)

Proyek Infrastruktur 2018 Tersedia Dana Rp200 M

Langkat,Sumatera Utara-andalas Potensi lelang/tender paket pembangunan infrastruktur di Kabupaten Langkat Tahun Anggaran 2018 sedikitnya disebut tersedia dana mencapai RAPBD dan PABD (Perubahan) Rp200 miliar. Mengacu kepada hal tersebut, seyogyanya para rekanan/kontraktor lokal tidak ada yang menganggur.

Namun, seperti anggaran tahun ini, paket proyek sedang dirancang berhembus suara sumbang tak jelas dari mana asal muasalnya menyebutkan, proyek tahun anggaran ini rekanan lokal bakal menerima nasib sama. Yaitu hanya menerima janji–janji seperti proyek tahun 2016, 2017 dan 2018.

Isu tidak mendapat pekerjaan setiap tahun proyek terus terjadi dan menjadi kenyataan. Untuk itu, para rekanan tergabung dalam Kadin, Gapeknas dan sejumlah asosiasi untuk kesekian kalinya menemui Komisi D DPRD Langkat, yang diterima Makruf dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dan Agus dari Partai Demokrat, kemarin.

Koordinator unjuk rasa, Johdi SH sekaligus sebagai delegasi para asosiasi berjumlah puluhan masing–masing Ketua Gapeknas MY Kaban, Surung Ginting Ketua Gapeksuda dan lain–lain. Termasuk Ketua Kadin Langkat Radian Alfin SH MH, pada umumnya menyesalkan panitia lelang/tender, kendati proyek belum habis dibagi, tapi dihembuskan jatah paket untuk rekanan lokal tidak ada atau sudah habis.

"Sejak Tahun Anggaran proyek PAPBD 2016, 2017 sampai anggaran sedang berjalan (2018), konon disebutkan pekerjaan untuk rekanan lokal. Tapi hasilnya, Allahu A'lam Bisshawab,"kata Johdi SH sangat menyesalkan kebijakan panitia lelang yang panitia lelang sebelumnya Wahyu Budiman selaku Ketua Kontruksi I Unit Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan sekretarisnya Iqbal dicopot, karena tekanan Kadin dan Asosiasi.

"Tentu dengan harapan akan terjadi perubahan besar, namun kenyataannya 'membohongi' para rekanan/kontraktor lokal dipastikan berlanjut,"papar Johdi diamini Ketua Kadin, Radian Alfin SH MH dan para pengunjukrasa. Kurang pasti diketahui, soal pemerataan pembagian pekerjaan para rekanan lokal sudah berulangkali dilakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) antara seluruh rekanan/kontraktor beserta asosiasi.

RDP dihadiri Ketua Komisi D DPRD Langkat M Bahri SH didampingi anggota Ajai Ismail, Sucipto, M Syahrul SSos, Ir Antoni Ginting dan Surya Dharma. Hadir dari pihak eksekutif Ir Julius Ginting (Kadis PUPR), Kadis Perkim Ir H Bambang Irwadi, Lauren Situmorang, Kabid Bina Marga, Khairul Azmi SSTP Kabid Cipta Cipta Karya, Ramlan Harahap Staf, Anhar Syahtua Hrp staf, Bob Hermansyah Asisten II dan H Suhardi SH.

Pihak Kadin dan asosiasi serta rekanan juga dilibatkan dalam RDP Ketua Kadin Radian Alfin SH MH, Alvian SH Wakil Ketua Kadin, Supardi SE Wakil Ketua Kadin, Drs Ainal Zain Wakil Ketua Gapensi Syahri SH, Amir, Misa Surya, Rajali Syam, Aman Syahril, M Syukri Maatondang, Ahmad Kuluk, Abdul Habib Ashari masing-masing anggota. Kendati RDP diprakarsai komisi D lengkap dihadiri pihak terkait, tapi kesannya sia–sia belaka. Terbukti, apa yang sudah disepakati sampai akhir tahun bagi proyek ini tidak ada kejelasan kepada rekanan lokal. "Tak jelas diketahui di mana salahnya,"ungkap MY Kaban.(HS)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Nov 2018 27°C 22°C
  • 22 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px