Log in

Desa Hutagaol Peatalun Balige Jadi Lumbung Jagung


Tobasa-andalas Desa Hutagaol Peatalun, Kecamatan Balige merupakan salah satu desa di Kabupaten Toba Samosir, yang diperkirakan menjadi Lumbung Jagung dimasa Pemerintahan Bupati Darwin Siagian dan Wakil Bupati Hulman Sitorus. Pasalnya, seluas 30 hektar lahan di daerah ini telah ditanami warga dengan komoditas jagung jenis varietas visioner, dan sudah tumbuh subur, sehingga wilayah desa sebahagian besar menghijau.

“Target kami Kelompok Tani (Koptan) Simarmar Marsada 80 ha, tetapi yang sudah ditanami baru seluas 30 ha. Kini sudah berumur dua bulan. Supaya bisa dipanen dibutukan waktu 4 bulan, artinya desember nanti sudah bisa panen. Seluas 20 ha lagi, sedang tahap penanaman, 30 ha lainnya kami rencanakan tahun depan,” jelas Dorliman Gultom (60), warga Desa Hutagaol Peatalun, di lahan tanaman jagung miliknya, Selasa (14/11).

Dijelaskan Dorliman, bibit untuk lahan 20 ha yang saat ini sedang tahap penanaman sudah tersedia. “Dilabel bibit jagung tertulis, kedaluwarsa Desember 2017. Karenanya semua anggota Koptan Simarmar Marsada Desa Hutagaol Peatalun kini sudah gencar melakukan penanaman pada lahan masing-masing, apalagi saat ini cuaca mendukung, sudah musim hujan,” ujarnya.

Dorliman mengatakan, dari 30 ha lahan yang sudah tertanam jagung di desanya, sekitar 4 ha di antaranya adalah lahan miliknya. “Semuanya sudah saya tanami jagung dan terima kasih kepada Tuhan, jagungnya tumbuh dengan baik,” kata Dorliman penuh semangat.

Diakui, bibit jagung yang mereka tanam adalah bantuan Pemkab Tobasa melalui Dinas Pertanian dan Perikanan. Bibit yang diserahkan untuk lahan seluas 50 ha, ditambah 1 (satu) unit hand tractor guna membantu masyarakat mengelola lahan. Untuk itu, Dorliman menyampaikan terimakasih ke Bupati Darwin Siagian dan Wakil Bupati Hulman Sitorus, karena telah memberikan perhatiannya untuk meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakatnya.

Dia berharap, program penyerahan bantuan bibit jagung terus ditingkatkan. Hal ini diutarakan karena dari 80 ha target mereka, seluas 30 ha lagi belum ditanami karena bibit kurang. “Itu harapan kami, kalau bisa, kami dibantu lagi bibit jagung untuk lahan seluas 30 ha, 2018.

Kemudian handtraktor, karena bantuan yang 1 unit, tidak cukup. "Itu sebabnya kami meminjam handtraktor warga,” kata Bendahara Keptan Simarmar Marsada ini. Ketua Koptan Simarmar Marsada adalah Firdaus Hutagaol, Sekretaris Porman Hutagaol. Menurut warga Koptan ini eksis dalam bertani. Sehingga kini desa itu diakui menjadi salah satu desa binaan Dinas Pertanian dan Perikanan. (edu)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Nov 2017 29°C 22°C
  • 21 Nov 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px