Log in

Datangi DPRD Madina, Ribuan Penambang Tolak Penutupan Tambang,

Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis ketika memberikan tanggapannya kepada ribuan massa Ampema di depan gedung DPRD Madina, Kamis (12/12). Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis ketika memberikan tanggapannya kepada ribuan massa Ampema di depan gedung DPRD Madina, Kamis (12/12).

Madina-andalas Ribuan warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penambang Madina (Ampema) mendatangi kantor DPRD Madina, Kamis (12/12). Mereka menolak penutupan penambangan rakyat di daerah itu.

Warga yang menamakan diri Ampema tersebut terdiri dari empat wilayah yakni Kecamatan Hutabargot, Batang Natal, Muara Sipongi, dan Naga Juang. Setibanya di depan kantor DPRD Madina, massa Ampema yang dikawal aparat Polres Madina disambut Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis bersama anggota DPRD lainnya.

Tiba di depan kantor DPRD Madina, ribuan warga penambang yang dikomandoi Taufik Pulungan selaku kordinator aksi dan Ilman Sakti Nasution selaku kordinator lapangan, memandu massa menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum menyampaikan aspirasi warga penambang kepada DPRD Madina.

Dalam aksi unjuk rasa itu, masyarakat pekerja tambang menagih janji DPRD Madina terkait tanggapan DPRD Madina pada saat unjukrasa di tahun 2017 lalu. Mereka juga meminta DPRD Madina segera mengupayakan regulasi terkait wilayah tambang rakyat di kabupaten Madina. Memberikan jaminan terhadap pekerja tambang supaya bisa bekerja dengan tenang tanpa ancaman apalagi penangkapan.

Kemudian, masyarakat meminta agar salah seorang warga Hutabargot dibebaskan yang sekarang sedang ditahan pihak kepolisian. Meminta agar pemerintah membina tambang rakyat meupun pekerja tambag, bukan membinasakan. Terakhir, meminta DPRD Madina untuk segera membentuk panitia khusus (Pansus) dalam mengupayakan regulasi terkait wilayah tambang rakyat.

Usai mendengarkan aspirasi massa Ampema, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis langsung nenaiki mimbar dan memberikan jawaban terkait seluruh aspirasi yang disampaikan massa Ampema.

"Saya selaku ketua DPRD Madina dan duduk di DPRD ini atas dasar dukungan masyarakat. Seluruh aspirasi yang disampaikan masih dalam tahap kewajaran dan ini akan kita perjuangkan dan segera kita cari solusinya dengan pemerintah daerah," katanya.

Terkait aspirasi atau tuntutan massa Ampema yang meminta agar salah seorang warga Hutabargot yang ditahan kepolisian segera dibebaska, Erwan Efendi mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kapolres Madina. "Kita akan mempelajari dulu bagaimana proses hukumnya agar bisa menyelesaikan masalah ini," ujarnya.

"Perlu juga kita ketahui bersama, kita tidak boleh egois dalam menyelesaikan masalah ini. Intinya, saya pribadi dan anggota DPRD Madina lainnya pasti pro rakyat bukan pemerintah ataupun penguasa," tegas Erwin Efendi.

Sementara itu, Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji SIK MH meminta kepada massa Ampema agar taat kepada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. "Kita masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah hukum Indonesia, harus ikut dalam peraturan dan perundang-undangan yang ada di Negara Indonesia," ujarnya.

"Jadi apapun itu, bila sudah ada yang menyangkut melakukan pelanggaran hukum, maka kita juga harus taat dan ikut proses hukum itu sendiri yang notabene pembuatan hukum itu sendiri terlebih dahulu telah digodok dan dibahas oleh DPR," terang Kapolres.

Karena itu, Kapores Madina berharap, usai menyampaikan aspirasi di DPRD Madina massa yang awalnya datang dengan tertib, pulangnya juga harus dengan tertib tanpa menimbulkan kerusuhan dan perbuatan yang melanggar hukum.

Pantauan andalas, usai menyampaikan aspirasinya dan mendapat jawaban dari Ketua DPRD Madina dan Kapolres Madina, massa Ampema kemudian membubarkan diri dengan tertib dan pulang ke daerah masing-masing. (JBL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px