Log in

ASN Pemkab Humbahas Diinstruksikan Tanam Jagung

SURAT edaran Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, SE Nomor 520/ 332/ DP/ I/ 2018 Tentang percepatan pertanaman jagung bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan SURAT edaran Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, SE Nomor 520/ 332/ DP/ I/ 2018 Tentang percepatan pertanaman jagung bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan

Surat Edaran Bupati Doasmar Banjarnahor Dinilai Kurang Tepat

Dolok Sanggul,Sumatera Utara-andalas  Mencuatnya surat edaran Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor, SE Nomor 520/ 332/ DP/ I/ 2018 Tentang percepatan pertanaman jagung bagi aparatur sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, menuai pro dan kontra, baik dari kalangan  ASN sendiri,  masyarakat serta pemerhati kebijakan publik.

Dalam surat edaran yang terdiri dari lima poin itu, setiap ASN diinstruksikan agar mempunyai kelompok tani binaan dan/atau bergabung menjadi anggota kelompok tani serta melaksanakan pertanaman jagung untuk eselon II seluas 1 hektar, eselon III 0,5 hektar, Eselon IV 0,25 hektar, staf 2 rante (40 x 40 meter, red) serta kepala desa 0,5 hektar.

BS, salah seorang pegawai ASN di Humbahas yang enggan identitasnya dikorankan mengatakan, dirinya merasa terbebani jika instruksi tersebut menjadi suatu keharusan. BS menjelaskan, dirinya tidak memiliki lahan karena berasal dari luar daerah yang ditempatkan sebagai ASN di Humbahas.

“Sebetulnya programnya baik. Saya yakin niat bapak bupati juga pasti baik, tetapi bagi saya itu sesuatu yang memberatkan karena tidak memiliki lahan. Saya harus mengeluarkan dana untuk menyewa lahan. Belum lagi biaya untuk pupuk serta pemeliharaan. Padahal, gaji hanya cukup untuk menutupi kebutuhan keluarga,” ujar BS saat dimintai tanggapannya, Selasa (13/2) di sekitar komplek perkantoran Tano Tubu, Dolok Sanggul.

Ditanya dampak terhadap pekerjaaan sesuai tupoksinya sebagai ASN, BS mengatakan, hal tersebut tidak akan  memengaruhi, sepanjang oknum ASN dapat membagi waktu. “Itu tergantung oknumnya. Pukul 16.00 Wib, kita sudah pulang, hari Sabtu libur. Kalau untuk sekadar bertanam jagung saya rasa waktu kita masih longgar. Hanya saja, yang memberatkan buat saya adalah terkait dananya,” jawab BS.

Menyikapi itu, salah seorang warga Humbahas, Erikson Simbolon mengatakan, surat edaran tersebut dinilai kurang tepat karena menggunakan kata instruksi (perintah-red). Menurutnya, instruksi adalah perintah untuk mengerjakan tupoksi. “Sementara yang diinstruksikan saat ini di luar daripada tupoksi. Bertanam jagung bukanlah tupoksi ASN. Jadi, bupati seyogianya lebih tepat menggunakan kata mengimbau bukan menginstruksikan,” kata Erikson melalui selulernya.

Meski demikian, Erikson mengaku tetap mengapresiasi dan mendukung program tersebut sepanjang hal itu tidak mengganggu kinerja para ASN. Karena itu, teknis pelaksanaanya harus diperjelas. Dikatakan juga agar program tersebut tidak menggunakan alsintan yang diperuntukkan kepada petani (biaya operasionalnya ditampung oleh APBD-red).

Menurut Erikson, sebaiknya bupati mengadakan rembuk terbuka dengan para ASN untuk mengimbau pelaksanaan program tersebut serta mendengarkan argumentasi daripada ASN.

“ASN juga harus berani beragumentasi terkait kendala yang dihadapi. Memberi argumentasi bukan berarti melawan instruksi,” pungkasnya.

Sementara, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor saat dikonfirmasi via aplikasi WhatsApp, yang bersangkutan belum memberikan jawaban. (AND)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 100%

Wind: 3.22 km/h

  • 24 Oct 2018 27°C 22°C
  • 25 Oct 2018 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px