Log in

Anggaran Terbatas, Pemkab Karo Jangan Terpaku Rutinitas


Kabanjahe,Sumatera Utara-andalas Dampak perubahan atau berbagai peraturan baru terkait kewenangan atau kebijakan daerah yang sudah di pindahtangankan ke Provinsi, berimbas kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karo Tahun Anggaran 2018 yang menurun.

Di satu sisi perlu diupayakan peningkatan kemandirian daerah dengan meningkatkan PAD, pada sisi lain perlu dicari celah–celah yang tidak memberatkan masyarakat."Narasi besar arah Pembangunan Kabupaten Karo dengan titik tolak optimalisasi pengelolaan PAD harus  terus didorong,” ujar anggota DPRD Karo Firman Firdaus Sitepu SH menyikapi Dana Alokasi Umum (APBD) Karo tahun anggaran 2018 yang menurun dan berimbas kepada pembangunan daerah.

Pada prinsipnya semakin besar sumbangan PAD terhadap APBD akan menunjukkan semakin kecil ketergantungan daerah terhadap pusat."PAD tersebut tidak hanya berasal dari sumber pendapatan dan bantuan tetapi juga harus dari potensi daerah itu sendiri,” ujarnya.

Untuk itu, sambung anggota komisi C DPRD Karo itu, pemerintah kabupaten dituntut mampu menggali sumber-sumber keuangan sendiri dalam rangka membiayai penyelenggara pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang menjadi kewenangan.

Hal ini menandakan, daerah harus berusaha untuk mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik meningkatkan penerimaan sumber-sumber PAD yang ada maupun penggalian sumber PAD yang baru sesuai dengan ketentuan yang ada serta memperhatikan kondisi dan potensi ekonomi masyarakat, karena PAD merupakan tolak ukur bagi daerah dalam menyelenggarakan dan mewujudkan otonomi daerah. “Karena itu, untuk mensiasati keterbatasan anggaran, pemerintah daerah dituntut bisa membuat inovasi pembangunan,” jelasnya.

“Pada prinsipnya semakin besar sumbangan PAD terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan menunjukkan semakin kecil ketergantungan daerah kepada pusat,” ketusnya.

Dia mengimbau ke depan Pemkab Karo untuk mandiri melakukan inovasi dengan didukung pengembangan kearifan lokal daerah. Pengembangan inovasi itu dapat dicontoh dari beberapa daerah yang telah berhasil mengimplementasikannya.

Artinya, Pemkab Karo dituntut cerdas menggali sumber-sumber potensi PAD termasuk menekan kebocoran. Intinya, kalau PAD bisa ditingkatkan, maka ekonomi bisa berkembang. Ini berpotensi sebagai pendapatan daerah. Baik dari sektor parkir, maupun PBB (pajak bumi dan bangunan dan dari sektor-sektor lainnya,” timpalnya lagi.

Menyiasati keterbatasan anggaran, Pemkab Karo harus benar-benar menghasilkan outcome dan impact serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Program dan kegiatan tidak bisa terpaku oleh rutinitas dari tahun ke tahun, apalagi hanya sekadar berorientasi output.

Dengan kondisi saat ini di mana daerah memiliki anggaran yang terbatas, untuk itu perlu reorientasi pendekatan pembangunan dengan pembangunan bersifat partisipatoris publik atau pembangunan dengan pendekatan gerakan. "Daripada pendekatan program berbasis anggaran, nah ini yang harusnya dilakukan saat ini, karena selama ini kita selalu mengandalkan anggaran semata,”tutur Firdaus Sitepu. (RTA)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 23 Sep 2018 30°C 22°C
  • 24 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px