Log in

Ancaman Covid-19 Terabaikan Akibat Desakan Kebutuhan

Aktivitas warga di Jalan Letnan Mumah Purba, Kabanjahe terlihat normal, walaupun kekhawatiran terhadap virus corona selalu menghantui perasaan warga. (andalas/robert tarigan) Aktivitas warga di Jalan Letnan Mumah Purba, Kabanjahe terlihat normal, walaupun kekhawatiran terhadap virus corona selalu menghantui perasaan warga. (andalas/robert tarigan)

Kabanjahe-andalas Meskipun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo beberapa waktu lalu sudah memperpanjang status tanggap darurat Covid-19, menandakan bahaya virus mematikan itu terus mengancam siapa saja, namun aktivitas pasar tetap berjalan normal seperti biasa. Masih banyak warga terlihat beraktivitas di luar rumah dengan alasan memenuhi kebutuhan hidup.

Pemkab Karo dan Tim Gugus hingga pemerintah kecamatan dan desa juga sudah menyampaikan protokol kesehatan kepada warganya, demikian juga Polisi Resort (Polres) Tanah Karo terus menggelar patroli memantau situasi sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar melaksanakan kegiatan sosial distancing dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.

Berdasarkan pantauan dan wawancara andalas, Selasa (7/4) petang, Jalan Kapten Bangsi Sembiring, Jalan Abdul Kadir, Jalan Letnan Mumah Purba dan Jalan Kapten Pala Bangun yang mengelilingi Pusat Pasar Kabanjahe yang dikenal merupakan kawasan bisnis dan jantung kota Kabanjahe, terlihat aktivitas berjalan seperti biasa.

Bahkan, rata-rata pengunjung dan pedagang, beraktivitas tanpa menggunakan masker sebagai alat pelindung diri. "Kekhawatiran terhadap virus corona pasti ada. Namun juga kita harus tetap berdagang untuk membiayai keluarga. Meskipun demikian, kita tetap berusaha mematuhi anjuran pemerintah, untuk menjaga jarak,” kata Osaka, pedagang toko elektronik saat disambangi andalas.

Ketika dijelaskan, social distancing berubah menjadi physical distancing dan kini, pemerintah memutuskan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), istilah dan pemaknaan yang mengacu pada Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan. Dalam UU ini dijelaskan PSBB bertujuan mencegah meluasnya penyebaran penyakit Covid-19 antar orang yang telah ditetapkan berisiko dan menimbulkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (Pasal 59 ayat 2).

Selanjutnya, berdasarkan Pasal 59 ayat 3, hal-hal yang meliputi PSBB antara lain peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Itu artinya, pemerintah menyimpulkan bahwa Covid-19 masih menjadi ancaman serius dan terbukti dengan bertambahnya ODP dan PDP maupun pasien meninggal akibat positif virus corona, disamping banyak juga yang sembuh.

Osaka mengaku, dirinya mengikuti perkembangan yang terus terjadi dan memaknai anjuran pemerintah agar selalu waspada. “Sebenarnya, kami juga takut terkena virus corona, namun kalau toko tutup, pelanggan yang dari luar kota juga akan kecewa dan banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Akibat dampak corona, hampir dua bulan ini, pemasukan jauh menurun, daya jual beli jauh juga terus melemah,” keluhnya.

Ketika disinggung lagi, apakah ada petugas kesehatan atau dari pihak pemerintah kelurahan yang datang ke tokonya memberikan sosialisasi pencegahan Covid-19, Osaka membenarkan bahwa petugas kesehatan dan kelurahan selalu menganjurkan pakai masker, rajin cuci tangan. "Petugas juga menanyakan kalau ada anggota keluarga yang datang dari luar daerah agar dilaporkan ke kelurahan," imbuhnya seraya menambahkan tempat cuci tangan sudah disiapkan di depan tokonya.

Sementara salah seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di pasar Kabanjahe, yang enggan dipublikasikan identitasnya, mengaku khawatir terhadap virus corona. Akan tetapi, katanya, dirinya tetap harus berbelanja ke pasar demi mencukupi kebutuhan dapur.

“Saya, dua atau tiga hari sekali belanja. Sekali belanja nyetok untuk tiga hari,” ketusnya sembari mengaku setiap belanja selalu membawa hand sanitizer untuk buat jaga-jaga sebagai pembersih tangan.

Dari pantauan di atas bisa disimpulkan, kekhawatiran akan ancaman virus corona terabaikan dikarenakan warga lebih mengutamakan pendapatan, yang nantinya bisa membiayai segala keperluan rumah tangga mereka. Begitu juga dengan masyarakat konsumen, yang selalu mengedepankan tercukupinya kebutuhan rumah tangga, mulai dari makanan, hingga keperluan anak dan keluarga.

Namun satu hal yang bisa disebut sebuah kebiasaan baru yang mulai membudaya yakni, warga semakin telaten menjaga kebersihan dan sudah mulai membiasakan jaga jarak setiap beraktivitas atau berpergian ke luar rumah. (RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C