Log in

Alat Tangkap Trawl di Tanjung Balai Dimusnahkan

Wali Kota Tanhung Balai HM Syahrial bersama unsur Forkopimda Tanjung Balai melakukan pemunahan alat tangkap Trawl Mini di Halaman Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Tanjung Balai, Senin (11/11). Wali Kota Tanhung Balai HM Syahrial bersama unsur Forkopimda Tanjung Balai melakukan pemunahan alat tangkap Trawl Mini di Halaman Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Tanjung Balai, Senin (11/11).

Tanjung Balai-andalas Alat tangkap ikan terlarang berupa pukat hela dan pukat tarik (mini trawl) milik nelayan Kota Tanjung Balai, yang tergabung dalam 52 Kelompok Usaha Bersama (KUB) dimusnahkan di Halaman Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Tanjung Balai, Senin (11/11).

Pemusnahan tersebut dilakukan Wali Kota Tanjung Balai HM Syahrial SH MH bersama unsur Forkopimda Tanjung Balai, karena sesuai Permen KP Nomor 2 tahun 2015 tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela dan pukat tarik.

Dalam pemunahan alat tangkap ikan terlarang yang disaksikan instansi vertikal dan nelayan, Syahrial menyerahkan 52 alat tangkap ramah lingkungan kepada para nelayan yang tergabung dalam 6 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yakni, KUB Nelayan Sumber Sari, KUB Semangat Sari, Pusima Jaya, KUB Nelayan Sunda, KUB Nelayan Sirantau dan KUB Nelayan Berjaya.

Alat tangkap ramah lingkungan yang diserahkan di antaranya bantuan Pancing Cumi Berlampu dan Jaring Insang Mata 200 masing masing 26 Set kepada 6 KUB Nelayan.

Syahrial dalam sambutannya mengatakan, penggunaan alat tangkap ilegal telah mengakibatkan menurunnya sumber daya ikan dan mengancam kelestarian lingkungan sumber daya ikan. Oleh karena itu dipandang perlu untuk dilakukan pelarangan penggunaan alat tangkap ini.

"Pemerintah Kota Tanjung Balai mengambil sikap untuk membantu para nelayan Kota Tanjung Balai agar tidak terhalang dalam mencari nafkah akibat telah dimusnahkan alat tangkap yang selama ini dipakai," kata Syahrial.

Syahrial menjelaskan, melalui pemberian bantuan jaring mata insang 200 sebanyak 26 unit atau utas dan pengadaan bantuan cumi berlampu sebanyak 26 set, kepada para nelayan diharapkan dapat melanjutkan kegiatannya sehari hari.

Ditambahkan Syahrial, bantuan yang diberikan merupakan bentuk komitmen Pemko Tanjungbalai setelah berdiskusi dengan Kapolda Sumatera Utara untuk membantu keberadaan dan kelanjutan usaha dan pekerjaan para nelayan di Kota Tanjung Balai. "Mari kita gunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan sebagai bentuk kepedulian kita semua menjaga ekosistem ikan dan lingkungan laut untuk anak cucu kita di masa mendatang," ajak Syahrial.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Tanjung Balai Nefri Siregar dalam laporannya, mengatakan, selain memberikan alat tangkap ramah lingkungan dan pemusnahan, Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Tanjung Balai  juga mengadakan sosialisasi kepada nelayan, sehingga ke depan tidak lagi menggunakan alat tangkap ilegal.

Pihaknya bersama penegak hukum juga akan melakukan penertiban terhadap alat tangkap ilegal. "Bantuan bersumber dari Dana APBD Kota Tanjung Balai pada dinas perikanan dan kelautan," papar Nefri. (SB)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px