Log in

Yayasan Budi Luhur Bersihkan Jalan Stasiun

Ketua Yayasan Budi Luhur Harun (tiga dari kanan) bersama muspika dan masyarakat membersihkan tumpukan sampah di Jalan Stasiun Medan, Minggu (19/3). Ketua Yayasan Budi Luhur Harun (tiga dari kanan) bersama muspika dan masyarakat membersihkan tumpukan sampah di Jalan Stasiun Medan, Minggu (19/3).

Medan-andalas Menjelang pelaksanaan ritual sembahyang kubur (Cheng Beng) yang berlangsung 25 Maret-5 April 2017, Yayasan Budi Luhur bersama muspika bergotong royong membersihkan tumpukan sampah di sepanjang Jalan Stasiun Medan, Minggu (20/3). Pembersihan sampah itu langsung dipimpin Ketua Yayasan Budi Luhur Harun yang disapa Alun dengan memandu operator beko untuk mengorek sampah yang sudah menggunung dan mengeluarkan aroma tak sedap. Pihak yayasan juga menimbun jalan yang rusak dan tergenang air agar bisa dilalui kendaraan baik roda dua dan empat. Gotong royong tersebut juga dihadiri Kades Marindal I Kecamatan Patumbak Ir Hardiyanto, Koramil 08/MJ, Koramil 15/DT, Lurah Kedai Durian,  Kades Suka Makmur, Polsekta Delitua, Polsekta Patumbak, dan masyarakat setempat.

Harun kepada wartawan mengatakan pembersihan sampah yang menumpuk hingga ke badan jalan dilakukan untuk memudahkan para peziarah nantinya ke lokasi makam. Para peziarah itu bukan hanya dari kota Medan, namun juga dari  luar Sumatera Utara, bahkan dari luar negeri. "Kita memberikan pelayanan ini agar peziarah merasa nyaman. Begitu juga masyarakat yang melintasi jalan ini," ujar Harun. Adanya perhatian yayasan bersama muspika tersebut, masyarakat mengucapkan terima kasih karena jalan yang sebelumnya tergenang air hingga setengah meter kini bisa dilalui. Demikian pula dengan sampah yang menumpuk ke jalan tidak lagi berserakan.

"Seluruh biaya ditanggung oleh yayasan agar peziarah dan masyarakat yang melintas merasa nyaman," jelasnya. Harun menyebutkan tahun ini pihak yayasan menaikkan sumbangan berupa tiket masuk bagi pengunjung yang berziarah menggunakan kendaraan roda empat sebesar Rp60.000. Sumbangan itu naik Rp10.000 dari tahun sebelumnya Rp50.000. "Sumbangan ini ikhlas dan sukarela untuk kebersihan dan partisipasi untuk keamanan dan pemerintahan. Kita tidak memaksakan, namun tidak ada salahnya memberikan atau menyumbang secara sukarela setahun sekali ini," katanya. Pihak Yayasan Budi Luhur tidak memberlakukan sumbangan sukarela itu bagi peziarah yang datang naik angkot dan sepeda motor.

Sementara itu Br Nainggolan warga setempat mengucapkan terima kasih kepada Ketua Yayasan Budi Luhur yang telah memberi perhatian terhadap kondisi sampah yang menumpuk dan jalan yang nyaris tidak bisa dilalui karena rusak parah akibat tergenang air dan sampah. "Saya lelah menegur orang yang membuang sampah di sini. Malah saya pula dimarahi," sebutnya. Kades Marindal I Hardiyanto mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan pembersihan terhadap sampah dengan mendirikan posko sampah yang sudah berjalan sejak tiga bulan. "Kita siapkan dua unit mobil pick up dan 7 unit becak serta terus mensosialisasikan kebersihan di perwiritan ibu-ibu," katanya. (RIL)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Nov 2017 30°C 23°C
  • 21 Nov 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px