Log in
BPKD_Pemkab_Aceh_Selatan.jpg

Video Pembelajaran Jauh Lebih Efektif dari Belajar Online

 Sejumlah guru di Karo menciptakan media pembelajaran jarak jauh dengan membuat video pembelajaran menghadapi masa pendemi Covid. Program ini ternyata banyak mendatangkan manfaat bagi guru. Sejumlah guru di Karo menciptakan media pembelajaran jarak jauh dengan membuat video pembelajaran menghadapi masa pendemi Covid. Program ini ternyata banyak mendatangkan manfaat bagi guru.


Medan-andalas Pentingnya memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) dan komunikasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai tenaga pendidik, ditengah pandemic Covid-19 menjadi keharusan tersendiri pada situasi kini yakni kemampuan membuat video pembelajaran menggunakan media ponsel pintar.

Inovasi ini menjadi kebijakan baru di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menghadapi masa pendemi Covid-19, program yang telah berlangsung satu bulan belakangan ini, ternyata banyak mendatangkan manfaat nyata bagi guru yang mampu mengasah kemampuan baru menggunakan teknologi, serta siswa yang lebih dapat menikmati proses belajar tanpa terbatas ruang dan waktu, hal ini terlihat dari jumlah postingan video pembelajaran guru di group Facebook Dinas Pendidikan Kab. Karo.

Harry Sucipto, guru Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Karomah Berastagi, mengatakan ia merasa kebijakan ini sangat menantang bagi dirinya. “Saya merasa senang dan tertantang membuat video pembelajaran yang lebih baik, sebagai guru kelas 5, tentunya video pembelajaran yang saya buat harus bisa digunakan oleh seluruh siswa kelas 5 di manapun mereka berada,"sebutnya.

Ia menjelaskan, pembuatan video dilakukan sendiri dan tidak terlalu susah, tinggal merekam proses mengajar dengan bahan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu, melalui aplikasi yang bisa di unduh di ponsel."Saya edit videonya sendiri, dengan segala keterbatasan kemampuan dan peralatan yang ada. Video yang jadi saya posting di media sosial dan dikirimkan ke murid kelas saya melalui WA ke grup orang tua siswa,”ungkapnya.

Menurutnya video pembelajaran yang dikirimkan cukup efektif membantu siswa belajar di rumah, hal ini terlihat dari tugas yang dikumpulkan siswa, hasilnya cukup memuaskan dan beragam ide kreasi mereka hasilkan, hal ini berhasil menurutnya jika dibanding dengan adanya pemberian tugas lewat WA tanpa ada penjelasan materi pembelajaran lewat video.

“Hasil yang tidak jauh berbeda dengan pembelajaran online jarak jauh menggunakan aplikasi berbasis Web, seperti webex atau zoom hanya saja pembelajaran online yang pernah saya lakukan beberapa kali lebih merepotkan, karena setelah pembelajaran online selesai, masih banyak menyisihkan pertanyaanterkait materi pembelajaran dari siswa dan orang tua melalui WA group, yang tidak dapat menyimak secara seksama penjelasan yang saya beri secara langsung pada saat online” jelasnya.

Harry yang juga seorang Fasilitator Daerah Program Pintar Tanoto Foundation yang sebelumnya telah mendapat materi Pelatihan Pembelajaran Jarak Jauh menuturkan, melalui pembelajaran online, ia dapat memantau langsung para siswanya, tampa ada kekawatiran tidak belajar dirumah, dari 22 jumlah siswa dikelasnya, 20 orang diantaranya mampu mengakses pembelajaran online menggunakan aplikasi, ia melakukannya tiga kali dalam seminggu dengan durasi 20 hingga 30 menit di setiap pertemuan, dan rata-rata orang tua siswa tidak keberatan.

Lain halnya Megawati Tarigan, guru Kelas VI SDN 047164 Seberaya Tigapanah, dengan segala keterbatasan pembelajaran online menggunakan aplikasi tidak dapat dilaksanakan, namun membuat Video Pembelajaran tidak mau ketinggalan dari guru lain. Membuat video pembelajaran adalah hal baru bagi kami, namun demi anak didik di tengah situasi seperti ini kami harus bisa melakukannya, video dibuat juga harus menarik dan memudahkan siswa dalam belajar di rumah.

"Saya berinisiatif membuat video pembelajaran matematika di ladang sayur, dengan memanfaatkan tanaman yang ada, saya meminta anak-anak untuk menghitung jumlah tanaman dalam satu ladang dengan menggunakan rumus panjang kali lebar, hal ini melengkapi belajar disekolah dan menerapkannya di lingkungan sekitar,” ungkap Megawati seraya berharap dengan video yang dibuat juga dapat memotivasi guru-guru yang lainnya untuk melakukan hal yang sama, rekaman yang sederhana yang diambil langsung oleh anaknya dan ia edit sendiri dan membagikan ke group wali murid dan media sosial.

Membawa Perubahan

Melihat perubahan ini Kepala Dinas Pendidikan Karo Dr Drs Eddi Surianta Surbakti MPd mengajak seluruh guru bergotongroyong menciptakan media pembelajaran jarak jauh dengan membuat video pembelajaran. Sejalan dengan instruksi ini ia juga mengimbau seluruh kepala sekolah untuk melakukan pemetaan terhadap orang tua siswa yang memiliki ponsel pintar, untuk membuat grup online Whatapp, Facebook dan media sosial lainnya, sebagai media penyebaran video yang telah diproduksi guru.

“Saya memberi apresiasi yang tinggi kepada para guru yang telah bersedia membuat video pembelajarannya dan membagikannya kepada siswa, dengan selalu konsisten untuk menyempurnakannya pada video berikutnya. Dari hasil pemetaan telah dilakukan sebelumnya saya juga mengajak kepala sekolah untuk melakukan layanan pendidikan berbagai alternatif lain bagi siswa yang tidak memiliki ponsel pintar,”ungkapnya.

Menurutnya, sekolah dapat bekerja sama dengan kepala desa, untuk mengantarkan bahan ajar atau tugas yang telah dipersiapkan guru secara langsung kepada siswa. Untuk itu ia mengajak para guru untuk tetap bersemangat, jajaran pendidikan juga harus kreatif dan berinovasi dalam melayani peserta didik.

Sementara itu ditambahkan Laksana Ketaren SPd MPd, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdik Karo mengatakan, bahwa gerakan “Sagu Sajar” satu guru satu bahan ajar, begitulah nama program ini disebut. Ini terbentuk dari semangat kegotong-royongan para guru untuk menyediakan bahan pembelajaran guna pencegahan penyebaran Covid-19, sebagai upaya pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk meminimalisasi kebosanan dan kelelahan orang tua mendampingi anaknya belajar di rumah.

“Tidak ada bahan ajar yang sama persis walaupun materi dibahas sama. Hal ini merupakan salah satu implementasi konsep Merdeka Belajar yang dicetuskan Menteri Pendidikan. Program ini merupakan langkah awal yang perlu dibudayakan dan menjadi pembiasaan sebagai alternatif sumber belajar dapat diulang oleh siswa, keberanian guru mem-posting di media sosial juga patut diapresiasi, sehingga bersemangat untuk memproduksi bahan ajar berikutnya,”jelas Ketaren. (REL/SIONG)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C