Log in

Unpab Bangkitkan Kreativitas ABK Lewat Tong Sampah Ceria

Tong sampah ceria merupakan satu upaya merangsang ABK peduli lingkungan. Tong sampah ceria merupakan satu upaya merangsang ABK peduli lingkungan.

Medan-andalas Tim pengabdian Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan berhasil membangkitkan kreativitas dan merangsang peduli lingkungan anak berkebutuhan khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa (SLB) C Muzdalifah Medan lewat tong sampah ceria.

Kegiatan pengabdian merupakan bagian dari tridarma perguruan tinggi dan wajib dilakukan dosen. Pengabdian yang dilakukan di SLBC Muzdalifah yang di danai oleh Direktorat riset dan Pengabdian Masyarakat (DPRM) Kemenristekdikti pada skema pengabdian masyarat (PKM) tahun anggaran 2019.

“Tong sampah ceria merupakan salah satu upaya  merangsang ABK peduli lingkungan. Rangsangan ceria menjadi daya tarik bagi ABK khususnya tunagrahita dalam membuang sampah,” kata Rahmadhani Fitri ST MSi, Ketua tim pengabdian bidang teknik lingkungan Unpab, kepada andalas, di Kampus Unpab, Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (13/9).

Rahmadhani Fitri menjelaskan, pembelajaran dan pendidikan terhadap ABK tunagrahita adalah dengan respon spontan dan rangsangan langsung. Ketertarikan tunagrahita terhadap tong sampah ceria merupakan daya tarik mereka dalam membuang sampah dan menjaga lingkungan.

“Hal ini memunculkan rasa bina mandiri efektif terutama pada lingkungan. Tong sampah ceria menumbuhkan salah satu upaya rasa dan sifat kepedulian ABK terhadap lingkungan,” kata Rahmadhani didampingi anggota tim pengabdian Hendra Fachruddin Siregar dan dosen Prodi Teknik Elektro Adi Sastra Pengalaman Tarigan.

Adapun bahan tong sampah dipilih adalah berbahan material ban bekas. Pemilihan material ini dilakukan oleh Hendra Fachruddin Siregar yang berlatar belakang Teknik Sipil dan mengajar di Prodi Arsitektur Unpab.

“Ban bekas merupakan sampah, dapat digunakan sebagai daur ulang, mudah menemukan materialnya dan jika diberi pewarnaan melekat dan tahan lama,” kata Fachruddin.

Pelukisan tong sampah ceria ini, tambahnya, dilakukan oleh ABK tunagrahita dengan keterampilan dan imajinasi masing masing. ABK dibimbing langsung mahasiswa Prodi Arsitektur dan Arsitektur Lansekap Unpab. Di sini ada interaksi dalam penyampaian kemampuan imajinasi anak yang tertuang di dalam seni lukis pada tong sampah.

“Melukis di tong sampah ceria menjadi daya tarik bagi siswa ABK di SLB C Muzdalifah. Kepala sekolah SLB Muzdalifah mengakui, siswa membuang sampah secara berulang-ulang di tong sampah ceria yang mereka lukis sendiri,” timpal Rahmadhani.

Hal itu, tambahnya, karena pembelajaran tunagrahita harus lebih sering diulang dan memudahkan informasi objek media pembelajaran terhadap warna dan hitungan.

“Kesenangan terhadap hasil karya mereka sendiri membuktikan  mereka memiliki antusias terhadap fokus berbeda dan dipandang setiap harinya. Dengan begitu merangsang mereka peduli lingkungan,” kata dosen Arsitektur Unpab ini.

Adi Sastra Pengalaman Tarigan menambahkan, kegiatan tri dharma akademik yang mereka lakukan tak lepas dari dukungan pimpinan universitas dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarat (LPPM) Unpab. “Dengan program pengabdian ini, kita ingin mengaplikasikan ilmu di tengah masyarakat,” kata Adi. (HAM)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px