Logo
Print this page

Temui Komisi A DPRDSU, Perkara Pidana Mie Aceh Pasar Baru Murni Membela Diri

Kuasa hukum Syarwani SH saat menyerahkan berkas kepada DPRD Sumut Kuasa hukum Syarwani SH saat menyerahkan berkas kepada DPRD Sumut

Medan-andalas  Kuasa hukum perkara pidana Mie Aceh Pasar Baru dan Delicious Coffee Medan tergabung dalam Law Office Syarwani SH, melakukan pertemuan atau audiensi ke Komisi A DPRD Sumut, Jumat (28/2). Tim kuasa hukum dipimpin langsung Syarwani dan Estu Edi Swasono diterima Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani didampingi Wakil Komisi A DPRD Sumut Remita Br Sembiring dan sejumlah anggota, Ricky Anthony dan Franky Partogi Wijaya Sirait.

Pada pertemuan itu, Syarwani memaparkan kronologis tindak pidana telah menjerat kliennya yakni Mahyudi, Mursalin dan Agussalim. Pada 29 Januari 2020, seorang oknum pria disebut-sebut sebagai preman bernama Abadi Bangun bersama rekannya Jery, mendatangi warung Mie Aceh yang berada di samping Kafe Delicious Mie Aceh pada  pukul 01.30 WIB dinihari.

"Awalnya, korban (Abadi Bangun) meminta nasi goreng di warung itu. Penjaga warung memintanya bersabar dan melapor terlebih dahulu ke pemilik warung. Setelah pesanan diselesaikan oleh Agussalim, Abadi Bangun lalu mengatakan "uangnya nanti diantar oleh temannya,"jelas Syarwani.

Mendengar ucapan itu, Agussalim dengan sopan menyampaikan "kalau seperti itu, sebentar ya bang saya tanyakan dulu sama pengelola warung /kedai ini,"sebut Syarwani menirukan perkataan Agussalim.

Tapi korban Abadi Bangun tidak terima, lantas dengan emosi langsung mengancam Agussalim sembari melemparkan dua bungkus nasi goreng itu ke wajah Agussalim hingga jatuh ke tanah. Setelah itu Abadi Bangun dan temannya Jerry langsung meninggalkan lokasi.

Lalu, lanjut Syarwani, sekitar 20 menit kemudian Abadi Bangun beserta 2 temannya yakni satu bernama Jerry datang kembali ke warung Mie Aceh Pasar Baru. Mereka seketika turun dari sepeda motor langsung melempar batu ke stealing warung mie Aceh hingga menyebabkan kaca pecah.

Melihat kejadian itu, Agussalim langsung  menyampaikan peristiwa itu ke atasannya yakni Mahyudi dan selanjutnya membersihkan serpihan kaca. Namun belum selesai membersihkan kaca, Abadi Bangun beserta Jerry kembali datang sembari membawa parang dan mengayunkannya ke pengelola atau pemilik warung, sehingga membuat suasana gaduh.

"Korban langsung mengayunkan parangnya ke arah kepala dan wajah Mahyudi namun secara refleks mampu ditangkisnya hingga tangannya berdarah. Dengan kondisi terpojok dan terancam, Mahyudi secara spontan mengambil kayu broti yang ada didekatnya hingga mengayunkannya ke leher Abadi Bangun hingga terjatuh,"katanya.

Untuk itu, Estu Edi Swasono berharap kalangan dewan agar ikut menyikapi persoalan dinilai tidak berjalan dengan adil dari pihak kepolisian. "Sebab penempatan pasal dialami klien kami yakni perkara pengeroyokan apalagi pembunuhan terencana sangat tidak mendasar. Sebab perkara ini murni karena klien kami membela diri,"katanya.

Dia juga berharap dengan kejadian ini aksi premanisne yang ada di Sumut khususnya Kota Medan segera diberantas. "Kita harap para penegak hukum agar adil memroses kasus klien kami. Klien kami bukan membunuh tapi membela diri sehingga kami mohon klien kami diberi keadilan sebagaimana mestinya,"katanya.

Sementara itu, kalangan Komisi A DPRD Sumut menyatakan berjanji membantu dan menyelesaikan persoalan itu, yakni dengan segera memanggil para pihak terkait khususnya kepolisian guna mengetahui jalannya kasus yang sudah ditangani.

Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani menegaskan siapa saja warga yang datang dan mengadu ke dewan apalagi merasa dirinya tersakiti, maka dewan wajib menerima dan menyikapinya.

"Sebab ketika ini kena dikita maka kita mungkin melakukan yang sama. Sebab siapa yang mau mati konyol begitu saja tanpa adanya pembelaan diri. Apalagi kita  tidak mau ada marak premanisme di Sumatera Utara ini,"tegasnya.

Hal senada disampaikan Remita dan Ricky Anthony berharap kasus ini segera mendapat penanganan serius dan cepat oleh Komisi A DPRD Sumut. "Sebab jangan sampai karena persoalan ini kejadiannya di Sumut malah pejabat di luar Aceh sana nantinya serius untuk menyelesaikan,"katanya.(UJ)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com