Log in

Sumut Dapat Kehormatan Gelar HUT Sangha Agung Indonesia

SAKSI KEBANGKITAN - Balai Kenangan Maha Bhiksu Ashin Jinarakkhita menjadi saksi kebangkitan Agama Buddha Indonesia pasca 500 tahun keruntuhan Kerajaan Majapahit. SAKSI KEBANGKITAN - Balai Kenangan Maha Bhiksu Ashin Jinarakkhita menjadi saksi kebangkitan Agama Buddha Indonesia pasca 500 tahun keruntuhan Kerajaan Majapahit.

Medan-andalas Sumatera Utara (Sumut) mendapat kehormatan menggelar perayaan 60 tahun HUT Sangha Agung Indonesia (SAGIN) pada 27 April 2019,direncanakan acara dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin.HUT SAGIN juga dirangkai sejumlah acara diantaranya, wejangan Dharma, pameran dan puja relik Sukong serta seminar.

Sedangkan acara seminar yang dikemas dengan talkshow mengambil tema Agama Buddha Indonesia,Dalam Keberagaman Kita Bersatu menghadirkan empat nara sumber yaitu: Bhiksu Aryamaitri Mahastavira,Bhiksu Dharmavimala Mahastavira,Bhiksu Nyanasuryanadi Mahathera dan MUP Phoa Krishnaputra. Hal itu disampaikan Ketua Pelaksana Amrin Susilo Halim didampingi Eddy Sujono Setiawan, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Sumut di Medan, Minggu (14/4).

Amrin menjelaskan,SAGIN tidak dapat dipisahkan dari sosok Y.A.Maha Biksu Ashin Jinarakkhita (23 Januari 1923–18 April 2002),merupakan putera pertama Indonesia pelopor kebangkitan Agama Buddha modern di Indonesia,pasca 500 tahun keruntuhan Kerajaan Majapahit dan juga tokoh berpengaruh dalam perkembangan Buddhis di Indonesia modern.

"Bhante Ashin berjasa mendirikan Persaudaraan Upasaka-Upasika Indonesia (PUUI),pada bulan Juli 1955 di Semarang.Pada tahun 1979 PUUI berganti nama menjadi MBI hingga kini,"kata Amrin. Dijelaskannya,SAGIN didirikan di Vihara Buddha Gaya,Watu Gong, Semarang, 21 Mei 1959 dengan nama Sangha Sutji Indonesia dan pada 23 Januari 1963 menjadi Maha Sangha Indonesia serta kemudian disempurnakan pada 14 Januari 1974 menjadi Sangha Agung Indonesia (sebagai peleburan bersama Sangha Indonesia), nama ini digunakan hingga kini.

Sedangkan 23 Januari ditetapkan sebagai Hari SAGIN sebagai bentuk penghormatan kepada YA Maha Biksu Ashin Jinarakkhita, 23 Januari 1923, beliau lahir di Bogor, dan 23 Januari 1954 beliau ditahbiskan sebagai biksu di Myanmar, serta 23 Januari 1963 sangha di Indonesia menjadi lengkap dengan hadirnya pesamuhan biksu dan biksuni dari tradisi Therawada dan Mahayana.

Sementara itu, Eddy Sujono Setiawan mengajak umat Buddha menyambut perayaan ini sebagai wujud rasa syukur dan mengenang kembali perjuangan Alm. Maha Bhikkhu Ashin Jinarakkhita.  Menurutnya, Sukong dikenal dengan semangat dan kesederhanaannya dalam mengembangkan Buddha Dhamma sampai ke seluruh pelosok Nusantara tanpa mengenal lelah.Perjuangan beliau sejak menjadi Anagarika telah mencetuskan ide brilian untuk menyelenggarakan upacara Tri Suci Waisak secara Nasional di Candi Borobudur pada tanggal 22 Mei 1953 dan mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan.

"Ini  menjadi satu momen penting tanda kebangkitan agama Buddha di Indonesia dan menyadari bahwa agama Buddha dan penganutnya masih ada di Indonesia,"tambahnya. Mengingat kegiatan skala nasional dan merupakan kesempatan langka,Eddy Sujono Setiawan mengimbau pengurus Majelis,organisasi keagamaan Buddha dan seluruh umat Buddha untuk bersama-sama bersemangat,bersatu padu mensukseskan acara perayaan HUT SAGIN pada 27–28 April ini.(Siong)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px