Log in

Serapan Anggaran DPAPM Terfokus PKK


Komisi B Heran dan Kecewa

Medan-andalas Sejumlah anggota Komisi B DPRD Medan keheranan dengan serapan anggaran pada Dinas Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan. Serapan anggaran pada dinas tersebut dinilai tidak proposional karena sejumlah program hanya terfokus pada program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Sedangkan serapan pada program yang riil menyentuh masyarakat, tidak maksimal. "Terus terang kita kecewa, banyak program yang menyentuh masyarakat tidak terealisasi," ungkap anggota Komisi B DPRD Medan, Jumadi, saat mengikuti rapat evaluasi dengan Dinas Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DPAPM) Kota Medan, Rabu (5/12).

Dari anggaran Rp6,4 miliar pada 2018, katanya, program yang menyentuh masyarakat realisasinya nol persen. Sementara program PKK terserap 100 persen. "Kita sedih saja. Kita yang menganggarkan dan mengesahkan anggaran ini, tapi tidak dilaksanakan. Sementara program yang tidak langsung menyentuh masyarakat terealisasi hingga 100 persen," sebutnya dihadapan Ketua Komisi B DPRD Medan, Bahrumsyah yang memimpin rapat tersebut. Diurainya, beberapa program seperti Pembinaan Masyarakat, Peningkatan Keterampilan Masyarakat, Perlindungan Anak tidak terealisasi dengan maksimal. Bahkan realisasinya banyak yang nol persen. "Sampai hari ini, serapannya baru sampai 50 persen lebih. Dari serapan 50 persen itu, program PKK serapan anggarannya sangat tinggi. Program pemberdayaan masyarakat sangat kurang," tambahnya.

Ketua Komisi B DPRD Medan, Bahrumsyah menambahkan, yang lebih membuat mereka keheranan serapan anggaran PKK yang sampai 99 persen diantaranya untuk perjalanan dinas dan pembelian baju seragam. "Seperti program PKK untuk perjalanan dinas dan pembelian baju seragam, serapannya hampir 100 persen, kita melihat serapannya tidak proposional," jelasnya seraya mengatakan anggaran program PKK di tahun 2018 hampir Rp3 miliar dengan daya serap mencapai 90 persen. Kepala Dinas Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DPAPM) Damikrot menjelaskan, minimnya daya serap pada tahun 2018 karena terjadinya efesiensi. "Dari pengalaman setiap tahun, memang terjadi efesiensi di setiap SKPD," bilangnya. Disinggung mengenai serapan PKK, Damikrot tampak terlihat gugup dan tak mampu menjawab pertanyaan yang diajukan Ketua Komisi B dengan gamblang. Dia berjanji, serapan anggaran diproyeksikan sampai 60 persen.  (THA)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Dec 2018 29°C 22°C
  • 20 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px