Log in
Wakapolda-SUMUT-v2.jpg

Saudi Tambah Kuota Haji Indonesia 10.000 Jemaah


Jakarta-andalas Pemerintah Arab Saudi kembali menambah kuota jemaah haji asal Indonesia sebesar 10.000 orang. Hal tersebut dibenarkan Wakil Menteri Luar Negeri M Fachir saat dijumpai wartawan di Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Senin (15/4). "Iya, kita kan sudah dapat 10.000," ujar Fachir. Dengan demikian, kuota jemaah haji asal Indonesia dari 221.000 jemaah, bertambah menjadi 231.000 jemaah.

"Untuk pengaturannya, nanti mungkin ada sendiri. Tapi yang penting, ini keputusan politik," ujar Fachir. Diketahui, penambahan kuota haji, merupakan salah satu topik pembicaraan antara Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota Kerajaan Saudi, Muhammad bin Salman, Minggu (14/4) malam. Dalam balutan jamuan santap malam bersama, Presiden yang bertandang ke Saudi juga dalam rangka umrah tersebut, membahas sejumlah hal bersama Putra Mahkota.

Hal yang dibahas mulai dari mengenai investasi dan kerja sama ekonomi hingga penambahan kembali kuota haji. "Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi dari seluruh masyarakat Indonesia atas diberikannya kuota tambahan kembali sebesar 10.000 bagi jemaah haji Indonesia," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, lewat keterangan yang diterima, Senin (15/4).

Diketahui, Jokowi bertemu dengan Raja Salman di Istana Pribadi Raja (Al-Qasr Al-Khas) pada Minggu (14/4) sore. Dalam pertemuan bilateral itu, Jokowi dan Raja Salman juga sepakat meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi. "Presiden Jokowi dan Raja Salman sepakat ke depan, kerja sama ekonomi akan terus ditingkatkan, terutama di bidang energi dan pariwisata," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seusai pertemuan.

Retno, yang mendampingi Jokowi dalam pertemuan bilateral itu, menyampaikan Raja Salman juga mengapresiasi Indonesia atas kepemimpinannya di dunia Islam. "Dari pembicaraan tadi, tampak sekali kedekatan antara kedua kepala negara," ujar Retno.

Dalam pertemuan ini, Jokowi juga didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, dan Staf Khusus Presiden Abdul Ghofarrozin.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama kedua putranya Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep menjalani ibadah umrah, Senin (15/4) pagi. Pada kesempatan itu, presiden, Ibu Iriana dan rombongan terbatas berkesempatan masuk ke dalam Kakbah.

Usai masuk ke dalam Kakbah, Presiden bersama rombongan melakukan tawaf yang kemudian dilanjutkan dengan Salat Subuh berjemaah di depan multazam dilanjutkan melaksanakan sai. Kebijakan Pemerintah Arab Saudi menambah kuota untuk jemaah haji di Indonesia sebesar 10.000 jemaah ini segera akan ditindaklanjuti Pemerintah Indonesia bersama dengan DPR.

"Info tentang penambahan kuota benar adanya. Saat ini, tambahan kuota tersebut juga sudah masuk dalam sistem e-Hajj Saudi," ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin kepada wartawan, Senin (15/4). "Sebagai tindak lanjut, kami akan segera melakukan pembahasan dengan DPR," kata Lukman.

Menurut Lukman, pembahasan ini diperlukan karena penambahan kuota jemaah haji berdampak pada sejumlah hal. Pertama, terkait biaya penyelenggaraan. Kemenag bersama DPR telah menyepakati Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M dengan skema kuota 221 ribu, terdiri dari 204 ribu jemaah haji reguler dan 17 ribu jemaah haji khusus. Rata-rata BPIH untuk jemaah haji reguler tahun ini, Rp35.235.602,- atau setara US$ 2,481.

Dampak kedua, terkait pengadaan layanan haji, baik di dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri, penambahan kuota akan mempengaruhi proses penyiapan dokumen dan manasik jemaah haji. Apalagi, proses penerbitan visa saat ini mempersyaratkan rekam biometrik yang saat sedang berjalan dan di sejumlah daerah sudah hampir selesai.

"Kami harus mendistribusikan kembali tambahan kuota ini ke tingkat provinsi. Kami juga harus menambah petugas kloter. Jumlah 10ribu setidaknya akan terdistribusi dalam kurang lebih 25 penerbangan. Setiap penerbangan harus ada lima petugas kloter," kata Lukman.

Di luar negeri, hampir seluruh pengadaan layanan akan terdampak. Proses pengadaan yang semestinya sudah hampir final, berarti harus ditambah, dan itu bukan hal mudah. Terkait akomodasi di Madinah misalnya, saat ini hampir seluruh hotel di kawasan Markaziah (jarak terdekat Masjid Nabawi), sudah penuh.

Untuk akomodasi di Makkah, penambahan kuota akan berdampak pada sistem zonasi. Sistem ini baru diterapkan tahun ini. Jemaah haji Indonesia akan ditempatkan pada tujuh wilayah, berdasarkan kelompok embarkasi sebagai berikut:

1. Syisyah: Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG), dan Makassar (UPG). 2. Raudhah: Embarkasi Palembang (PLM) dan Jakarta - Pondok Gede (JKG). 3. Misfalah: Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS). 4. Jarwal: Embarkasi Solo (SOC). 5. Mahbas Jin: Embarkasi Surabaya (SUB). 6. Rei Bakhsy: Embarkasi Banjarmasin dan Balikpapan. 7. Aziziah: Embarkasi Lombok (LOP). (KPC/DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C