Log in

RS Mount Elizabeth Rayakan 40 Tahun Pelayanan

(Dari kiri-kanan) Mutia Amir Hamzah, perwakilan komunitas pasien Mount Elizabeth, secara simbolis menerima pemotongan tumpeng dari CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth, Dr. Noel Yeo dan CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Mr Stephens Lo. (Dari kiri-kanan) Mutia Amir Hamzah, perwakilan komunitas pasien Mount Elizabeth, secara simbolis menerima pemotongan tumpeng dari CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth, Dr. Noel Yeo dan CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Mr Stephens Lo.

Medan-andalas Rumah Sakit (RS) Mount Elizabeth pada 2019 ini merayakan 40 tahun perjalanannya sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan ternama dan terpercaya di Asia Pasifik. Pilar utama menjadi keunggulan Mount Elizabeth hingga kini adalah spesialis yang terampil, teknologi canggih dan layanan prima.

Indonesia menjadi pasar terpenting bagi Mount Elizabeth dengan pasien lintas generasi yang telah memercayakan layanan kesehatan mereka. Jumlah kunjungan pasien Indonesia juga terus bertambah, menunjukkan ketersediaan tim besarterdiri lebih dari 1.500 spesialis multidisipliner di bawah satu atap.

"Konsentrasi spesialis ini tidak tertandingi di Asia, merupakan keunggulan utama karena kasus-kasus rumit memerlukan pendekatan tim dan tidak dapat ditangani oleh satu spesialis saja," kata Dr Noel Yeo, CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth dalam keterangan tertulisnya, Selasa(20/8).

Berawal sebagai RS perawatan tersier akut, Mount Elizabeth telah membangun reputasinya sebagai fasilitas perawatan untuk operasi kompleks dan perawatan kritis, menawarkan keahlian kelas dunia dengan prosedur canggih seperti transplantasi organ, bedah onkologi, bedah jantung tingkat lanjut, prosedur minimally invasive, bedah robotik, dan perawatan kesuburan.

Dalam 40 tahun terakhir, RS Mount Elizabeth telah menorehkan banyak prestasi perintis dan penting, diantaranya menjadi rumah sakit swasta pertama di Singapura yang melakukan bedah jantung terbuka (open-heart surgery) dan syaraf (neurosurgery), menjadi rumah sakit pertama di Asia yang berhasil melakukan prosedur cardiomyoplasty dan transmyocardial revascularisation menggunakan laser jantung pada tahun 1993.

Selain itujuga menjadi RS swasta pertama di Asia Tenggara melakukan Living Donor Liver Transplant dan robotic neck dissection. Keahlian spesialis dilengkapi teknologi medis canggih dalam diagnosis dan perawatan. Mount Elizabeth pun dikenal sebagai pelopor teknologi kesehatan tercanggih.

Pada tahun 2004, menjadi rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang melakukan Minimally Invasive Robotic Surgery untuk bedah umum, jantung, dan urologi menggunakan sistem bedahda Vinci empat-lengan. Lalu pada 2005, Mount Elizabeth adalah rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang memperkenalkan teknologi 64 iris untuk CT koroner angiogram.

Pada 2019, Rumah Sakit Mount Elizabeth meluncurkan Radixact, teknologi Tomotherapy generasi ke-4, sistem terintegrasi memberi radiasi yang ditargetkan ke tumor sambil menyisakan jaringan sehat di sekitarnya.

“Kami akan terus menghadirkan teknologi terbaru untuk meningkatkan presisi dalam bedah, keselamatan dan kenyamanan pasien. Mount Elizabeth baru saja mencatat tonggak untuk 1.500 bedah robotik pada 2019,” kata Mr Stephens Lo, CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena.(GUS/REL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px