Log in

PT KAI Harus Patuhi Aturan Pemko


Terkait Pembangunan Toko di Belawan

Medan-andalas PT Kereta Api Indonesia diminta untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan Pemko Medan terkait pembangunan 90 toko di Jalan Stasiun Medan Belawan. Diketahui, bangunan tersebut dibangun tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangungsong meminta PT KAI selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus menjadi contoh bagi masyarakat dengan mematuhi peraturan Pemko Medan yang sudah ditetapkan bersama-sama dengan DPRD Medan. "Sudah jelas diatur sesuai Perda No 5 tahun 2012 tentang IMB. Bila ada berdiri bangunan tanpa memiliki IMB, berarti itu bangunan ilegal. Harus diratakan bangunan yang menyalah itu, biar jelas sanski pelanggar perda. Jadi jangan ketok cantik. Meski pun bangunan itu di atas lahan milik PT KAI, tapi masih di wilayah Pemko Medan dan selayaknya ikuti peraturan. Selain IMB, harus ada analisis dampak lingkungannya, termasuk amdal lalinnya," ungkap Parlaungan, kepada wartawan, Kamis (11/10).

Bendahara Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan itu menduga, adanya keberanian developer dan PT KAI membangun tanpa terlebih dulu mengurus IMB, karena ada oknum-oknum yang membekingi. "PT KAI itu BUMN, dan selaku BUMN harusnya memberi contoh yang baik terhadap Pemko Medan. Saya tegaskan, bangunan di sana harus diratakan. Karena sudah jelas di perda disebutkan sanski bagi pelanggar IMB," tegasnya. Diakuinya pula, wacana perubahan atau revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan di wilayah Medan Utara akan berdampak pada pembangunan puluhan toko tersebut. "Tak tertutup kemungkinan ini berkaitan dengan adanya revisi RTRW di kawasan Medan Utara. Tapi nanti kan ada pembahasan dan harus jelas pemetaannya. Dimana lokasi pergudangan, perkantoran, ruang terbuka, ruang penghijauan. Semuanya harus jelas dan dibuat petanya," tekannya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli juga meminta Pemko Medan bersikap tegas membongkar bangunan ilegal di lahan milik PT KAI itu. Apalagi di kawasan itu sebelumnya dijadikan areal pemukiman warga. Namun dengan dalih akan digunakan untuk area parkir PT Pelindo, rumah-rumah warga pun digusur. Dia mensinyalir, ada mafia tanah bekerjasama dengan oknum dari instansi terkait yang ‘bermain’ secara struktur dan masif, sehingga yang menjadi korban adalah masyarakat kecil. Manajer Humas PT KAI Divre I Sumut-Aceh, M Ilud Siregar tak berhasil dikonfirmasi wartawan terkait pembangunan tak ber-IMB di lahan kereta api tersebut. Beberapa kali dihubungi melalui telepon selulernya, Siregar juga tak mengangkat kendati terdengar nada aktif. (THA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 98%

Wind: 8.05 km/h

  • 20 Oct 2018 30°C 21°C
  • 21 Oct 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px