Log in

PMII Sumut Diskusikan Bahaya Ideologi Kiri

Ketua Umum PKC PMII Bobby Niedal Dalimunthe (keemat dari kiri), Ketua Panitia Bismar Dani Matondang diabadikan bersama Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, pengamat politik Islam Dr Aswan Jaya, Ketua PW KAMMI Sumut Mangaraja Harahap sebagai narasumber. Ketua Umum PKC PMII Bobby Niedal Dalimunthe (keemat dari kiri), Ketua Panitia Bismar Dani Matondang diabadikan bersama Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, pengamat politik Islam Dr Aswan Jaya, Ketua PW KAMMI Sumut Mangaraja Harahap sebagai narasumber.

Medan-andalas Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara (Sumut) menggelar diskusi bertajuk “Menangkal Bahaya Ideologi Kiri dan Ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, Sabtu (14/4) di Hotel Garuda Citra, Medan. Diskusi dihadiri Ketua Umum PKC PMII Bobby Niedal Dalimunthe, Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, pengamat politik Islam Dr Aswan Jaya, Ketua PW KAMMI Sumut Mangaraja Harahap sebagai narasumber. Ketum PKC PMII Sumut Bobby Niedal Dalimunthe mengatakan, tema tersebut diangkat dalam diskusi karena ideologi kanan menjadikan agama sebagai landasan, sementara ideologi kiri tidak. “Sementara agama merupakan bagian dari sila pertama dalam Pancasila yang merupakan ideologi Bangsa Indonesia,” kata Bobby.

Sementara itu, Pengamat Politik Islam Dr Aswan Jaya SH MKomI menyebutkan, semua ideologi bertujuan baik. Bahkan, dirinya menyebutkan ideologi kiri merupakan salah satu unsur yang memperkuat nilai-nilai kebangsaan. “Semua ideologi memiliki tujuan mulia, ideologi kiri malah memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Reformasi terjadi juga karena adanya gerakan-gerakan dari ideologi kiri. Tapi ideologi kiri tidak boleh bertentangan dengan Pancasila,” jelasnya. Ketua PW KAMMI Sumut Mangaraja Harahap menjelaskan, hadirnya ideologi kanan maupun kiri merupakan hal yang lumrah di dalam suatu negara. Namun, di Indonesia tak ada ideologi yang dominan. “Ideologi kiri ataupun kanan lumrah di dalam suatu negara. Di China dan Rusia ideologi kiri yang dominan. Sementara di Amerika ideologi kanan yang dominan. Sedangkan di Indonesia tak ada yang dominan. Terkadang Islam yang mendominasi kadang ideologi lain,” tuturnya.

Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan menyebutkan, istilah radikal berasal dari bahasa Inggris “radix” yang berarti akar. “Jadi gerakan radikal sudah mengakar atau membumi bahkan sejak negara ini merdeka,” ungkapnya. Sebelumnya, Ketua Panitia Bismar Dani Matondang  mengatakan, idiologi kiri itu masih abu-abu karena yang terjadi sekarang ini kalau ada kelompok yang mengkritik satu kelompok lain , biasanya yg kena kritik mengatan yg mengkritiknya adalah idiologi kiri. Padahal ketika berbalik mengkritik sama juga tetap dituding sebagai ideologi kiri. “Makanya saya mengatakan masih abu abu. Terkait ancaman untuk NKRI saya kira ini berawal dari maraknya di kalangan kampus paham radikal tapi agak buta kepada Pancasila. Padahal, mahasiswalah sesungguhnnya aling strategis untuk mengajak masyarakat mencintai NKRI. Hubbul wathon minal iman, mencintai bagian dari iman,” tutur Sekretaris Bidang Agama PKC PMII Sumut ini. (HAM)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Showers

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 14 Dec 2018 27°C 22°C
  • 15 Dec 2018 29°C 21°C

Banner 468 x 60 px