Log in

Pemda Se-Danau Toba Jangan Melempem

Direktur Pengembangan Pemasaran Dalam Negeri Badan Ekonomi Kreatif Sappe MP Sirait SSTP MSi dan Anggota Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan saat menjadi narasumber pada acara Strategi Membangun Citra/Brand Image Produk Kreatif di Hotel Arya Duta, Medan. Direktur Pengembangan Pemasaran Dalam Negeri Badan Ekonomi Kreatif Sappe MP Sirait SSTP MSi dan Anggota Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan saat menjadi narasumber pada acara Strategi Membangun Citra/Brand Image Produk Kreatif di Hotel Arya Duta, Medan.

Dukungan Konkret Terhadap Program Jokowi Belum Terlihat

Medan-andalas Sejak Presiden Jokowi menjadikan kawasan Danau Toba salah satu  destinasi wisata nasional, hingga kini belum terlihat dukungan konkret dari pemerintah  daerah untuk membenahi berbagai infrastruktur pendukung di kawasan tersebut. Seharusnya pemerintah kabupaten (pemkab) di kawasan Danau Toba segera membenahi berbagai infrastruktur yang menjadi tanggung jawabnya. Misalnya jalan-jalan kabupaten, jalan-jalan provinsi, menjadi tugas pemkab dan pemerintah provinsi segera membenahinya.

Hal ini dikatakan anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Sumut (Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi) dr Sofyan Tan saat menjadi narasumber pada acara Strategi Membangun Citra/Brand Image Produk Kreatif di Hotel Arya Duta, Medan, Sabtu pekan lalu. Acara ini diselengarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif Deputi Pemasaran dan dihadiri Direktur Pengembangan Pemasaran Dalam Negeri Badan Ekonomi Kreatif, Sappe MP Sirait SSTP MSi dan sejumlah pelaku ekonomi kreatif Sumut.

"Pemerintah daerah di kawasan Danau Toba harusnya segera membenahi sejumlah infrastruktur agar target kunjungan wisata ke Sumut bisa tercapai. Mari tingkatkan kunjungan wisatawan di kawasan Danau Toba sebanyak 400 ribu tahun 2017 dan 1 juta di tahun 2019," ajak Sofyan. Dia menuturkan, dukungan nyata lainnya untuk kemajuan pariwisata di Sumut maupun kawasan Danau Toba, tahun ini Presiden Jokowi akan meresmikan  Tol Medan-Tebing Tinggi. "Jadi kewajiban pusat sudah dilakukan Pak Jokowi dengan akan meresmikan jalan tol dalam waktu dekat ini, tentu pemerintah daerah juga sudah seharusnya dapat mengikuti program Pak Jokowi. Jangan melempem lagi, kita lihat saat ini belum ada program yang nyata dilakukan pemerintah daerah," katanya.

Jika program pusat dan daerah berjalan bersama-sama baiknya dalam membangun sejumlah infrastruktur, dirinya yakin kunjungan wisatawan ke Sumut bisa mencapai target. "Bahkan bukan kawasan Danau Toba saja yang akan dikunjungi wisatawan, objek wisata lainnya seperti Bahorok, Langkat juga akan dikunjungi wisatawan. Untuk itu, kawasan infrastruktur di kawasan Bahorok, Kabupaten Langkat juga harus segera dibenahi," paparnya.

Bila kunjungan wisatawan di Sumut sudah menggliat, tentu secara otomatis ekonomi kreatif akan tumbuh pesat, khususnya di objek-objek wisata. "Tentunya bukan objek wisata saja yang menjadi andalan Sumut, ekonomi kreatif dan kulinernya juga akan menjadi andalan. Termasuk pakaian-pakaian khas daerahnya, jika dimodifikasi menjadi pakaian sehari-hari atau baju kantoran dan pesta, ini juga akan menjadi salah satu andalan Sumut ke depannya," paparnya. Badan Ekonomi Kreatif juga harus mampu mengangkat potensi-potensi ekonomi rakyat yang ada di Sumut, khususnya di kawasan objek-objek wisata. Bahkan kalau bisa juga mengangkat kuliner yang ada di Sumut atau pakaian adatnya menjadi brand nasional.

"Jadi tidak semata-mata bolu maranti dan bika ambon lagi khas dari Sumut. Saya kira masih banyak kekhasan kuliner yang bisa diangkat oleh Badan Ekonomi Kreatif ke depannya menjadi brand nasional," kata dia. Sementara Sappe meminta kabupaten/kota dapat segera menunjukkan kekhasan kuliner dan pakaian andalan daerah masing-masing. Dengan begitu mereka bisa mengumpulkan semua potensi yang ada dan dapat menyaring kekhasan daerah tersebut untuk diangkat sebagai salah satu brand nasional.

Menurut dia, brand atau merek dapat diyakini dan terbukti sangat berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah bisnis di daerah, termasuk kunjungan wisatawannya. "Contohnya bika ambon dan bolu maranti, dengan brand-nya saat ini, sudah memberikan kesuksesan bisnis kepada pelaku ekonomi kreatifnya. Apalagi brand dapat menentukan kekuatan nilai dari suatu produk dan dapat membedakan dari produk pesaing. Brand tidak hanya bermanfaat bagi produsen namun juga bagi konsumen yang datang berkunjung ke daerah Sumut nantinya," kata dia. (SIONG)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

26°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 93%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Nov 2017 29°C 22°C
  • 21 Nov 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px