Log in

Masyarakat Harus Paham Fungsi KIA Sama Dengan KTP

Kepala Disdukcapil Kota Medan Zulkarnain Kepala Disdukcapil Kota Medan Zulkarnain

5.000 KIA Sudah Diterbitkan

Medan-andalas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan telah menerbitkan sekitar 5 ribuan Kartu Identitas Anak (KIA), sejak diluncurkan pada Juni 2019 lalu. Dalam waktu tiga bulan ke depan ditargetkan dapat meneribitkan sebanyak 100 KIA bagi anak usia 0-17 tahun.

"Sosialisasi manfaat KIA terus kita lakukan hingga ke kantor kecamatan, kelurahan, dan kepada para kepala sekolah tingkat SD dan SMP. Melalui sosialisasi ini kita harapkan masyarakat harus memahami fungsi KIA sama dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP)," kata Kepala Disdukcapil Kota Medan Zulkarnain di kantornya, Rabu (10/7).

Zulkarnain menjelaskan, KIA adalah bukti identitas resmi untuk anak di bawah 17 tahun yang berlaku selayaknya KTP untuk orang dewasa. KIA diterbitkan dalam dua versi yaitu untuk anak usia 0-5 tahun dan anak usia 5-17 tahun.

"Masa berlaku KIA bagi anak usia kurang dari 5 tahun akan habis ketika usia mereka meninjak 5 tahun. Sementara KIA bagi anak usia di atas 5 tahun masa berlakunya akan habis sampai anak berusia 17 tahun kurang satu hari," jelas Zulkarnain.

Untuk mendapatkan KIA, lanjut Zulkarnain, para orang tua tidak perlu harus datang ke Kantor Disdukcapil, saat ini sudah bisa diurus di kantor kecamatan masing-masing. Persyaratan harus dipenuhi untuk mendapatkan KIA juga tidak sulit.

"Bagi anak usia di bawah 5 tahun, para orang tua cukup membawa fotokopi akta kelahiran, KK dan KTP orangtua, serta menunjukkan yang aslinya kepada petugas. Namun bagi anak di atas 5 tahun harus membawa pas fato sang anak ukuran 2x3 sebanyak 2 lembar, dengan latar belakang warna merah bertahun kelahiran ganjil dan warna biru bertahun kelahiran genap," katanya.

Dikatakan Zulkarnain, untuk menjamin permohonan dokumen kependudukan termasuk KIA dapat segara diterbitkan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) atau tepat waktu, masyarakat diharap mengajukan permohonan dengan syarat-syarat lengkap. Sebab, jika satu saja ada  syarat yang kurang maka permohonan tidak dapat diproses.

"Syarat-syarat dibutuhkan untuk permohonan penerbitan dokumen kependudukan tidak boleh ada yang kurang demi menjaga keakuratan data kependudukan nantinya. Masyarakat tidak boleh menganggap Disdukcapil tidak mau melayani permohonan dan menganggap syarat-syarat sebagai prosedur yang berbelit-belit," ujarnya.

Dalam pengurusan KIA dan dokumen kependudukan lainnya, Zulkarnain berharap, masyarakat bisa datang mengurusnya langsung tanpa melalui prantara guna menghindari adanya biaya-biaya yang dapat membebani masyarakat. Sebab, untuk mendapatkan beberapa dokumen kependudukan termasuk KIA tidak dupungut biaya.

"Kita harap masyarakat mengurus langsung untuk menghindari biaya-biaya yang tidak perlu. Untuk mendapat KIA sama sekali tidak dipungut biaya, kecuali dokumen kependudukan tertentu ada beberapa dikenakan retribusi sesuai Perda berlaku," ujar Zulkarnain.

Ia juga meminta masyarakat harus memahami kedudukan dan fungsi dokumen catatan sipil, mutlak diperlukan untuk pengurusan berbagai kegiatan lainnya. Menurutnya, kelengkapan dokumen catatan sipil merupakan produk negara itu harus dirawat keadaan dan dijaga keberadaan serta penggunaannya.

"Setelah memiliki KTP atau dokumen sipil lainnya, masyarakat harus merawat dan menjaga produk negara itu agar tidak rusak, hilang atau disalahgunakan. Sebab, jika hilang atau rusak, untuk menggantinya dibutuhkan syarat tambahan yang dapat merepotkan masyarakat," tandasnya. (BEN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px